oleh

Ontel DIE OUD BATAVIA, Napak Tilas Ke Makam Pangeran Djayakarta

JAKARTA, Kicaunews.com – Pangeran Djayakarta adalah seorang pejuang kemerdekaan melawaan penjajahan dan semangat ruh pejuanganya sampai saat ini masih menggelora di hati masyarakat Jakarta.

Pak Muhyidin Pensiunan TNI AD bersama komunitas ODOB menyampaikan kepada Reporter media mengenai makna kemerdekaan, Sabtu (17/08).

Karena sebagian kecil generasi tidak ada keperdulian terhadap kondisi Negara Indonesia dan terkadang generasi itu bahwa mereka lupa dengan Negara Indonesia merdeka bukan karena pemberian atau hadia bahkan kemerdekaan Negara Indonesia direbut dengan pertaruhan nyawa, airmata dan harta.

Lebih lanjut, Tujuan kami ke makam Pangeran Djayakarta adalah bentuk Napak Tilas sejarah maka sebagai orangtua dan generasi penerus bangsa harus menghormati,menghargai dan menjujung tinggi nilai-nilai jerih payah Pangeran Djayakarta atas kemerdekaan melawan belandah.

ODOB (Ontel Die oud Batavia) berkumpul di makam Pangeran Djayakarta Jl.Jatinegara Kaum jakarta Timur untuk menapak tilas sejarah leluhur sehingga kita tida lupa sejarah bangsa sendiri.

Pangilan akrab Bapak Mino Soegiono Pensiunan PNS umur 77 tahun mengikuti terus kegiatan rutin komunitas ODOB sudah 15 Tahun bersepeda ontel supaya badan sehat jiwa raga dan Dimas Astu 22 tahun menambahkan buat anak muda merasa Gaul dan Alay masih minta uang orang tua karena diatas langit ada langit maka tolong hargai orang tua begitu juga kita generasi muda patutnya menghargai jasa perjuangan para pahlawan bangsa sebutnya.

Andri Pranaza selaku Pendiri ODOB(Ontel Die oud Batavia) memberikan gambaran langkah kedepan kita adalah komunitas ODOB akan keliling kedaerah dengan mengendarai sepeda ontel dengan atribut perjuangan dan budaya Nusantara kita kuatir dengan budaya kita kalau bukan kita melestarikan menjaga budaya sendiri maka karena itu ingat sejarah jangan dilupakan.

Baca juga :  Jalin Silahturahmi, Kapolsek Cisauk gelar Pengajian Rutin Mingguan

Oh iya, kata ODOB (Ontel Die oud Batavia) di ambil dari basa Belanda bukan untuk menghilankan makna tapi pendekatan secara budaya setelah dari Makam Pangeran Djayakarta ke lanjutkan ke acara Istana Kemerdekaan.

“Basecamp komunitas ODOB di Monumen Pancasila Pondok Gede Jakarta Timur, ya silakan kalau main main kesana,” katanya. (AW)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru