oleh

Pabrik lndelko di Duga Tidak Punya ljin Terkait Pembuangan Limbah

Klaten, Kicaunwes.com – Pabrik indelko yang memproduksi asesories terletak di desa Geneng Prambanan Jogonalan Klaten terkait pembuangan limbahnya di duga tidak mempunyai ijin.

Kasus ini terungkap karena banyaknya keluhan warga sekitar yang ikan piaraannya pada mati disalir limbah dari perusahaan tersebut.

Tim wartawan saat datang ke lokasi ternyata benar informasi warga tersebut.  “Ikan piaraan kami banyak yang mati pak, ada dugaan penyebabnya adalah limbah pembuangan pabrik asesories milik orang asing itu” ujar mbah Petruk Salah satu warga sekitar pada wartawan. Rabu, (14/8)

Mbah Petruk memastikan bahwa limbah dari pabrik tersebut, “Saya tahu kalau pabrik gak punya ijin, terkait pembuangan limbah, sampai air sungai jadi keruh warnanya hitam pekat” katanya.

Di singgung terkait bantuan pabrik mbah petruk mengakui kalau kampung dapat bantuan sebesar satu juta, itu satu RW, rinciannya, pemuda Rp. 300 ribu, RW,  700 rb satu bulan, ijin baru proses” papar mbah Petruk.

Saat akan di konfirmasi dua orang asing mr. Kim dan temannya tersebut, di sambut dua orang security dan satu penterjemahnya, dua orang asing pemilik pabrik tersebut dengan tidak sopannya justru menantang untuk di laporkan dan juga minta di beritakan, “Silahkan laporkan dan silahkan beritakan, karena ijin baru di urus” tantang pemilik pabrik yang di terjemahkan oleh pegawainya.

Dengan banyaknya ikan piaraan yang mati masyarakat  jadi resah akibat air pembuangan limbah pabrik asesories tersebut.  Harusnya orang korea mendirikan sebuah pabrik indelko  bisa belajar etika di indonesia di negeri orang. Bukan malah sambil ikat pinggang berdiri menantang  suruh melaporkan padahal jelas salah karena ijin dalam proses.

Kontibutor : Viosari

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru