oleh

MKJ Puji Langkah Anies Saat Krisis Mati Listrik di Jakarta

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Beberapa waktu lalu terjadi pemadaman listrik se-Jawa Bali yang menimbulkan ekses serius dalam aktifitas masyarakat. Tak terkecuali di ibukota Jakarta. Banyak pihak menyalahkan PLN sebagai “penguasa” aliran listrik. Pemadaman listrik itu sendiri berdampak panjang dalam tata kelola energi yang sangat vital dalam kehidupan modern sekarang ini. Banyak pejabat negeri ini yang menghilang atau bahkan saling menyalahkan seusai krisis yang terjadi.

Namun tak demikian halnya dengan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. Beda dengan kebanyakan pemimpin lainnya, Gubernur ibukota itu langsung melangkah dalam mengantisipasi krisis yang terjadi. Dia langsung bertindak, turun ke lapangan. Dan tidak menyalahkan siapapun. Dia langsung menyiapkan langkah-langkah solutif.

Langkah-langkah Gub DKI saat listrik PLN mati adalah sbb;

  1. Mengumumkan bahwa nomor emergency 112 di Jakarta tetap berfungsi dan menyilahkan publik untuk hubungi bila ada kebutuhan kedaruratan.
  2. Langsung mengerahkan semua Bus Sekolah dan bus cadangan. Dalam waktu singkat, mulai pukul 14, bis-bis itu mulai membantu publik yang terjebak tidak bisa lanjutkan perjalanan naik kereta listrik ataupun MRT.
  3. Pelayanan di setiap rumah sakit di DKI dipastikan berfungsi, dengan menggunakan Genset. Dia periksa ke setiap RS untuk memastikan aliran listrik dari genset aman, karena pasien, alat2 kesehatan & vaksin dll butuh tenaga listrik.
  4. Mengerahkan Petugas Dinas Perhubungan untyk disebarkan utk bertugas di persimpangan2 strategis utk mengatur lalu lintas saat hampir semua lampu pengatur lalu lintas mati semua.
  5. Melakukan pengecekan di lapangan mulai dari stasiun, rumah sakit, lalu lintas hingga operasi pemadam kebakaran. Dan memastikan semua fasilitas pelayanan dasar untuk warga tetap berjalan.
  6. Memerintahkan untuk menggratiskan pelayanan Trans Jakarta dan MRT sampai dengan akhir operasi pukul 24.00. Ini langkah yang fenomenal, karena semua alat-alat pembayaran elektronik mati saat itu, untuk hindari kekacauan karena pelanggan harus bayar tunai dan antri panjang, maka Gub DKI ini langsung perintahkan gratiskan. Para pelanggan diijinkan masuk tanpa bayar sampai seluruh sistem bisa berfungsi lagi. Bandingkan dengan Hal yang sama yg juga terjadi di pintu2 gerbang toll tapi tdk ada perintah pengratisan dari pemerintah, maka terjadilah kemacetan yang amat panjang di gerbang toll.
  7. Menyerukan warga agar hemat air, mengurangi kegiatan bepergian dng kendaraan pribadi, dan juga berhemat baterei. Ini nampaknya sangat sederhana tapi dalam situasi krisis publik disadarkan bahwa ini kondisi khusus, maka berperilaku secara khusus pula.
  8. Memerintahkan semua jajaran pemerintahan DKI Jakarta untuk langsung turun mengecek kondisi warga di wilayahnya dan memastikan pelayanan publik tetap terjaga baik. Lurah dan camat diminta turun ke warga dan melaporkan perkembangan.
Baca juga :  Proses Pembangunan Teras Cihampelas Untuk Tahap Kedua Siap Dilakukan

Langkah taktis namun strategis dari Gubernur Jakarta ini terhadap krisis yang terjadi minim gembar-gembor publikasi. Namun menjadi perhatian sendiri dari Majelis Kajian Jakarta (MKJ), sebuah lembaga swadaya masyarakat yang concern akan permasalahan pembangunan di ibukota. Ketua MKJ, Erwin H. Al Jakartaty sangat mengapresiasikan langkah Anies Baswedan saat itu. Menurutnya apa menjadi keputusan dari Anies, menunjukkan bahwa hal itu merupakan tindakan seorang pemimpin yang sangat baik terhadap rakyatnya yang banyak bertindak ketimbang hanya bicara.

“Langkah-langkah Anies dalam menangani krisis mati listrik di ibukota tempo hari itu meskipun taktis tapi bernilai strategis. Tindakan itu minim publikasi, tiada gembar-gembor atau salahkan pihak lain hingga suasana Jakarta tetap kondusif selama dan sesudah krisis. MKJ sangat mengapresiasikan langkah tersebut,” tutur Erwin yang juga tokoh pemuda Betawi ini kepada kicaunews.com.

Lebih lanjut, Erwin mengomentari bahwa tindakan Gubernur Jakarta itu merupakan sikap seorang pemimpin lapangan yang mumpuni, meski selama memimpin Jakarta sejak masa pilpres tak lagi di dampingi seorang Wakil Gubernur.

Pemimpin yang baik adalah yang segera bertindak turun ke lapangan menyelesaikan suatu krisis yang terjadi mendadak tanpa menunggu lama atau mencari kambing hitam.(Red)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru