oleh

Kuasa Hukum Walk Out, Kecewa Majelis Hakim Tolak Penundaan Sidang Pencemaran Nama Baik Walkot Bekasi

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Babak baru peristiwa persidangan ke 10 terdakwa Syahrizal kembali mengundang kontroversial.Dr.Manotar SH,MH dkk sebagai kuasa hukum meninggalkan terdakwa dipersidangan, Rabu (14/8/2019) dalam sidang kasus pencemaran nama baik Walikota Bekasi, Rahmat Effendi.

Awalnya Manotar oleh Ketua Majels Hakim tidak diperbolehkan mendampingi terdakwa lantaran setelah diperiksa Ketua Majelis Hakim Adeng Abdul Kohar Kartu Tanda Pengenal Advokad (KTPA) Manotar sudah kadaluarsa sejak bulan 19 Juni 2019.

Advokat terdakwa tidak dapat menunjukkan KTPA yang terbaru untuk itu Ketua majelis hakim meminta Manotar tidak bisa mendampingi terdakwa. Saat dua pengacara lainnya meminta Ketua Majelis menunda sidang pun tidak dikabulkan oleh majelis hakim.

Dikarenakan kuasa hukum terdakwa lainnya tak bisa menghadirkan saksi yang meringankan terdakwa di kesempatan terakhir hari ini , Rabu (14/8/2019) maka sidang tetap dilanjutkan dengan agenda keterangan terdakwa.

Mendengar penjelasan Ketua majelis hakim Adeng Abdul Khohar, Cupa Siregar, SH dan rekan lainnya langsung meminta majelis untuk meninggalkan sidang dan meninggalkan terdakwa sendirian melanjutkan persidangan.

“Permohonan kami untuk menunda persidangan bukan hal yang memberatkan hakim. Kami minta ditunda agar hakim bisa menggali kebenaran materil perkara ini, tapi sidang ditunda ditolak majelis hakim,” ungkapnya kesal.

Menanggapi hal ini Manotar menilai majelis hakim telah melakukan pemerkosaan hak hukum terdakwa untuk bisa mendapatkan keadilan.

“Buat apa sidang hari ini dilakukan kalau permintaan kita untuk menunda sidang yang kami minta tetap ditolak,” ucapnya kesal.

“Besok ketua majelis itu akan jadi terlapor di Komisi Yudisial dan sudah terlapor yang kedua kali. Sebelumnya dia sudah saya lapor dan tinggal sidang etik,” beber Manotar.

Lanjut Manotar, dirinya sudah membicarakan ke ketua PN agar dia (Adeng Abdul Khohar) diganti karena kredibilitasnya dipertanyakan.

Baca juga :  Jelang Pelantikan Presiden dan Wapres Jajaran Polsek Cisaga Jaga Kondusifitas Keamanan Ibadah Kebaktian Gereja Dsn Cinyenang

Sikap majelis hakim pun disesalkan Cupa Siregar, SH yang menilai hakim memaksakan persidangan berlanjut padahal agenda hari ini mendengarkan saksi yang meringankan terdakwa. Dan dirinya menyayangkan JPU tak mampu menghadirkan Walkot Bekasi Rahmat Effendi.

“Kami minta ditunda minggu depan untuk bisa menghadirkan saksi, tapi sidang tetap dilanjutkan tidak sesuai agenda sebelumnya,” kata Cupa kecewa.

Ketua majelis hakim berdalih sidang tetap dilanjutkan karena waktu yang sudah diberikan ke terdakwa dengan memberikan kesempatan tiga kali persidangan namun sampai sidang hari ini terdakwa tetap tak bisa menghadirkan saksinya.

“Kami melanjutkan persidangan dengan mendengarkan keterangan terdakwa,” kata Adeng dalam persidangan.

Persidanganpun hanya berfokus pada kasus pelanggaran UU ITE pasal 27 ayat 3 tentang pencemaran nama baik Walikota Bekasi Rahmat Effendi di akun Fb terdakwa. Bukan pada pembuktian ijasah palsu Walkot Bekasi sepwrti yang dituduhkan terdakwa di medsos.

Sidang Rabu minggu depan akan diagendakan pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). (fie)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru