banner 728x250

3.5 juta Umat Muslim Dilantik Allah di Arofah Kenapa Aku Harus Penuhi PanggilanMU ..?

  • Bagikan
banner 468x60

Arofah, Kicaunews.com – Untuk bisa pergi haji merupakan dambaan dan keinginan setiap muslim supaya bisa berkunjung dan berziarah ke Baitulloh, bisa melihat langsung Baitulloh, bisa bersimpuh didepan rumah Allah, curhat langsung dengan Allah, mengeluh dan meminta dihadapanNya.

Kita pun bisa minta ampun segala dosa yang terlalu banyak umat manusia lakukan,  sholat langsung depan ka’bah kiblat umat islam secara langsung,  thawaf mengelilingi ka’bah sebagai perkerjaan yang paling tinggi derajatnya karena hanya bisa dilakukan di depan Baitulloh dan bisa banyak melalukan ibadah – ibadah lainya selama berada dihadapan rumah Allah ini.

banner 336x280

Demikian tausiah Ustads Adjie Nung (UAN) saat berkhotbah di Arofah di depan 405 jamah haji kloter 70 maktab 57 dari Kabupaten Bekasi yang saat ini jamaah menginap di hotel 804 di daerah Misfalah.

Menurut UAN ibadah haji berarti menapaktilasi perjalanan ibadah haji yang telah disyari’atkan sejak Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW. Nabi Adam diperintahkan oleh Allah SWT pergi ke Baitulloh di Makkah untuk melaksanakan ibadah haji.

Ka’bah yang mulanya telah dibangun oleh Malaikat, dibangun (wudi’a) kembali oleh Nabi Adam AS atas perintah Allah. “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat ibadah) manusia ialah Baitulloh di Bakka (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (Q.S. Ali Imron :96).

Kemudian Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail meninggikannya (yarfa’u) dasar-dasar Baitulloh bersama Ismail seraya berdoa : “Ya Tuhan kami terimalah daripada akmi (amaln kami), sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S.al-baqoroh 127)

Sangatlah tegas Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrohim AS untuk mengajak umat manusia mengerjakan ibadah haji ke Baitulloh. “Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”(Q.S. al-Hajj : 27).

Undangan panggilan haji yang dikumandangkan Nabi Ibrohim AS ini merupakan salah satu pondasi islam (arkanul islam) yang kedudukannya berada pada urutan kelima. Ini menunjukan bahwa apabila seseorang telah melaksankan ibadah haji berarti sempurnalah islam seseorang.

Tahun 2019 ini jumlah jamaah haji yang memenuhi undangan Allah sekitar 3.5 jtan dan untuk negara Indonesia sebanyak 231.000 orang yang terbagi menjadi 214.000 jamaah haji regular dan 17.000 jamaah haji khusus/plus dan jamaah haji Kabupaten Bekasi sebanyak 2.233 jamaah, mereka terbagi dalam 8 Kelompok Terbang (Kloter) yakni kloter 12, 30, 38, 42, 48, 51, 70 dan 96.

Jika dilihat jumlah jamaah haji yang akan berangkat begitu sangat besar minat, animo dan antusiasme masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan ibadah haji ke Baitulloh, disinilah timbul pertanyaaan besar, kenapa harus memenuhi panggilan Allah yang satu ini yaitu pergi haji ke Baitulloh?

Dimana mereka rela mengantri lebih dari 20 tahun, masa penantian yang begitu lama dan tidak ada jaminan apakah sampai usia kita diwaktu 20 tahun yang akan datang, sehatkan kita dan mampukah kita dengan usia yang sudah tidak muda lagi.

Baca juga :  Sambut Baik Musda Badko Jabotabeka-Banten, HMI Ciputat Usung Kandidat

Inilah ada beberapa alasan mereka begitu siap dan sangat mengiginkan untuk menjadi tamu Allah. Ada 4 alasan mereka datang memenuhi panghilan Allah di Arofah.

Pertama Mereka ingin sempurna rukun islamnya. Walau kesempurnaan hanya milik Allah, paling tidak setiap orang yang melaksankan ibadah haji bisa mendapat kesempurnaan agama islamnya.

Pada saat seluruh manusia yang berhaji dikumpulkan oleh Allah disatu titik yaitu di Arofah pada tanggal 9 dzulhijjah, disitulah Allah melantik dan mewisuda hambanya yang datang memenuhi undangan Allah seraya Allah berkata : “Pada hari ini telah sempurnakan untukmu agamamu, dan telah aku cukupkan kepadamu nikmatKU, dan telah Aku ridhoi islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Maidah : 3).

“Sangat jelas dalam ayat ini bahwa agama islam sudah sempurna, tidak boleh ditambah dan dikurangi, dan agama islam ini merupakan nikmat Allah yang paling terbesar yang diberikan Allah kepada umat manusia,” jel UAN.

Tatkala Allah telah menyempurnakan agama hambaNya, sehingga tidak diperlukan lagi agama lain dan tidak pula Nabi lain selain Nabi Muhammad SAW. Tidak ada agama kecuali yang telah disyari’atkannya, semua yang dikabarkanya adalah haq, benar dan tidak ada kebohongan serta tidak ada pertentangan sama sekali.

Arofah merupakan rukun haji, jika tidak bisa berwukuf atau tidak bisa datang ke Arofah maka hajinya tidak sah, Arofah moment terbaik saat berhaji sehingga Nabi SAW mengatakan : “Haji adalah  Arofah, barangsiapa yang dapat melaksanakan wukuf di Arofah, maka ia telah melaksanakan haji.” (HR.Ahmad).

“Arofah juga tempat terbaik untuk bedoa dari Abdulloh bin Amr Rasululloh SAW bersabda “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arofah, dan sebaik-baik dzikir yang diucapkan olehku dan oleh para Nabi sebelumku adalah Tiada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagiNya. Segenap kekuasaan dan pujian adalah milikNya dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu (HR. At-Tirmidzi),” beber UAN.

Di Arofahlah semua jamaah haji yang melakukan wukuf disempurnakan agama islamnya oleh Allah, karena itu pula semua para pelayan tamu Allah maksimalkan saat melayani mereka.

“Bisa jadi ini haji pertama dan terakhir kita dalam memenuhi undangan Allah ini, belum tentu tahun depan kita masi ada umur, belum tentu tahun depan kita sehat dan ada rezeki, hidup hanya sekali kesempatan dan tidak bisa berulang, maka lakukanlah yang terbaik,” terangnya.

Kedua ibadah haji adalah media mengahapus dosa, semua manusia tempat melakukan kesalahan dan tidak ada satupun manusia yang tidak memiliki dosa, apapun profesinya, siapapun dia, seorang ustadz, pedangan, pekerja, pengusaha dan profesi lainya, pasti memiliki dosa dan kesalahan.

Dan cara penghapusan dosa adalah melalui dengan bertaubat dan melakukan ibadah haji. Rasululloh SAW bersabda : “Setiap anak adam adalah bersalah dan sebaik-baik orang melakukan kesalahan adalah mereka yang mau bertaubat”. (HR. At-Tirmidzi).

Baca juga :  Kapolsek Tarumajaya Mendatangi Rumah Pemudik Untuk Dilakukan Swab Antigen Gratis

Tidak ada diantara kita yang tidak lepas dari kesalahan dan dosa. Kesalahan yang dilakukan oleh diri seseorang akan ditutupi dengan melakukan taubat yang selalu diawali dengan penyesalan yang kemudian akan melahirkan keinginan kuat untuk tidak mengulanginya lagi.

Begitu juga dengan melakukan ibadah haji maka dosa-dosa sebelum berangkat haji terhapus. Nabi SAW bersabda : “Apakah engkau tidak tahu bahwa islam menghapuskan semua dosa yang terjadi sebelumnya, hijrah menghapuskan semua dosa yang terjadi sebelumnya, dan Haji menghapuskan semua dosa yang terjadi sebelumnya“. (HR.Muslim).

Dalam riwayat lain menjelaskan ibadah haji itu menghapus kefakiran. Sabda Rasululloh SAW : “Terus-meneruslah mengerjakan haji dan umroh. Sebab keduanya bisa menghilangkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana ubub (alat peniup api tukang besi) dapat membersihkan karat besi.” (HR.An-Nasa’i).

Apa lagi jika selama pelaksanaan ibadah haji tidak melakukan pornografi dan maksiat maka akan bersih dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan. Rasululloh SAW bersabda : “Barangsiapa menunaikan ibadah haji lalu dia tidak melakukan rafast (perbuatan dan perkataan yang tidak seronok) dan tidak melakukan perbuatan fasiq (maksiat) maka dia kembali suci sebagaimana hari dilahirkan ibunya”.(HR.Bukhori Muslim)

Ketiga Jamaah haji adalah Tamu Allah. Saat kita jadi tamu kenegaraan saja sudah merasa bangga dan penuh jaminan dari tuan rumahnya apa lg saat kita menjadi tamu dari maha segalanya Allah SWT ada empat jaminan yang diberikan.

Sabda Nabi SAW “Orang-orang yang mengerjakan haji dan umroh adalah delegasi (tamu) Allah, saat mereka meminta kepada Allah pasti semua permintaanya diberikan, saat mereka berdoa pasti doanya diijabah Allah, saat mereke beristighfar (minta ampun) segala dosa-dosa pasti diampuni Allah dan saat mereka mengeluarkan semua biaya ongkos haji pasti Allah ganti dengan pengganti yang lebih baik” (HR. Ibnu Majah).

Jaminan yang Allah berikan ini sangat luar biasa dahsyatnya, ini semua kita dapatkan saat kita bisa menjadi tamu Allah, karèna itu kepada semua tamu Allah yang hari ini hadir datang bersimpuh di Arofah.

“Jangan sia-siakan kesempatan emas ini untuk kita selalu angkat kedua tangan kita terus meminta dan berdoa karena semua hajat kita pasti akan Allah berikan,” ungkap UAN.

Begitu juga biaya ongkos haji yang tahun 2019 ini berkisar 35 jutaan tidak perlu berfikir panjang dengan begitu besar biaya yg harus dikluarkan para tamu Allah tapi Allah sudah janjikan semuanya ongkos haji, biaya hidup selama di Saudi, tuk belanja oleh-oleh dan untuk anak dan kluarga yg kita tinggalkan sudah dijamin Allah pasti Allah ganti dengan pengganti yang lebih baik, kata UAN dalam khotbahnya.

“Datangnya saja kita di Arofah ini adalah kesempatan termahal yang Allah berikan kepada kita dan tidak bisa dibayar dengan apapun, juataan manusia mengantri untuk bisa hadir di arofah, namun dengan berbagai kendala mereka tidak bisa berangkat tapi kita bisa merasakan indahnya Arofah,” ucapnya terharu.

Baca juga :  Polsek Cinambo Polrestabes Bandung, Pemantauan Adaptasi Kebiasaan Baru Di Swalayan

Keempat Bisa pergi haji termasuk mendapatkan pahala jihad yang paling besar, haji bukan hanya menjalankan ritual perintah Allah semata tapi mendapatkan peluang besar sama seperti orang yang berperang berjihad melawan para musuh agama Allah terutama bagi para wanita muslimah yang berkeinginan meraih pahala jihad adalah dengan melakukan pergi haji dan umroh bahkan itu termasuk jihad yang paling utama.

Dari Aisyah meriwayatkan bahwa ketika Rasululloh SAW ditanya para istrinya tentang jihad, maka beliau bersabda : “Sebaik-baik jihad adalah haji.”. Aisyah sendiri pernah bertanya, “Mengapa kami tidak diikutsertakan berperang dan berjihad bersama engkau wahai Rasulullah SAW.?” Maka beliau menjawab : “Untuk kalian ada sebagus dan sebaik-baik jihad yaitu haji yang mabrur.”

Bahkan Nabi SAW menjadikan haji sebagai jihad bagi setiap orang yang lemah. Nabi SAW bersabda : “Haji adalah jihadnya setiap orang yang lemah.”

Penjelasan beberapa hadist ini semakin membuat semangat dan bangga bagi para tamu Allah jamaah haji yang bisa melaksanakan perintah Allah yang satu ini, sehingga semua rangkain kegiatan selama hajian baik dimulai dari thawaf, wukuf, mabit di muzdalifah, mabit di mina, sa’i dan tahallul, ini semua bernilaikan jihad dijalan Allah.

Ada tiga alasan haji ini disematkan sebagai berpahala jihad. Pertama ibadah yang sangat melelahkan fisik, butuh tenaga yang kuat dan sehat secara jasmani dan rohani, bukan saja sehat fisik tapi juga harus sehat rohani yang mampu menjaga emosional, perkataan pornografi, ucapan yang tidak menyakitkan orang lain dan sikap yang bisa menebar perdamaian.

Kedua secara langsung biaya ongkos haji termasuk infaq fi sabilillah yang tidak diragukan lagi berpahala mulai sepuluh kali lipat sampe seratus ribu kali lipat jika semual hal kebaikan yang dilakukan di tanah haram ini. Maka tidak heran Nabi SAW menjaminkan pahala jidah semua biaya yang dikeluarkan mulai dari ongkos haji, bekal yang di bawa, bekal untuk yang ditinggal di tanah air maupun untuk semua oleh-oleh yang dibelanjakan itu semua bernilai infaq.

Ketiga bernilaikan pahala jihad karena harus siap meninggalkan anak, keluarga, pekerjaan dan tanah air. Dan juga siap bisa berangkat ke tanah suci untuk tidak kembali lagi ke tanah air seperti orang yang mati di medan perang, siap meninggalkan segalanya, maka Rasululloh mengatakan : ” Musafir pergi haji sama seperti menuju kematian.” Segala sesuatu sebelum berangkat meninggalkan tanah air sudah harus diselesaikan segalanya, bersihkan jiwa, maafkan setiap kesalahan antar sesama manusia (hamblum minannas) dan bebaskan hutang piutang. (Fie)

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *