oleh

Nikmatnya Menjadi Syuhada, Ustads Adjie Nung Impikan Wafat di Tanah Suci

Arab Saudi, Kicaunews.com – Impian menjadi syuhada di tanah suci Makah, Arab Saudi tentu menjadi harapan para jamaah haji dan umrah. Mengingat kemuliaannya di mata Allah SWT bagi jamaah haji dan umrah yang meninggal saat menunaikan ibadah di tanah suci.

Hal inilah yang menjadi impian Ustads H. Adjie Nung yang akrab disapa UAN, Kamis (8/8/2019) dirinya mengungkapkan jika beliau sempat  menyaksikan secara langsung prosesi pengurusan jenazah yang meninggal di tanah suci. Semakin menggugah perasaan hati dan rasa keinginan yang teramat dalam untuk bisa merasakan keutamaan dahsyatnya wafat di Haromain.

Orang yang mati dalam kondisi ihram, baik ketika haji atau umrah, memiliki keutamaan khusus. Orang ini di hari kiamat akan dibangkitkan dalam kondisi membaca talbiyah, ‘Labbaik Allahumma labbaik…’

Dikesempatan yang sama UAN juga jadi teringat apa yang pernah disampaikan oleh almaghfurlah KH.Noer Alie dalam bahasa betawi Bekasi ..”Elo klo pengen dapat Haji Mabrur… pergi haji ga pulang lagi, mati di sono (tanah suci)…” Bisa jadi ucapan ini menjadi motivasi karena saat kita menjadi tamu Allah, semua dosa-dosa kita habis kita bakar, dilebur dan dihapus dengan sebab pergi haji, karena tidak bisa berbuat dosa lagi sepulangnya dari tanah suci, semua dosa habis terhapus ikut terkubur hanya pahala dan kebaikan yang di bawa sebagai bekal.

Bahkan jika lebih jauh dipelajari bahwa hukumnya Sunah mengharapkan kematian di tempat yang mulia yaitu Makkah, Madinah dan Baitul Maqdis, tempatnya orang-orang sholeh. Dalam riwayat Ibnu Umar RA menceritakan keutamaan muslim meninggal di tanah suci.

Nabi SAW bersabda : “Siapa yang meninggal di Madinah karena aku akan datang memberikan syafaat bagi orang yang meninggal didalamnya. (HR. Tirmidzi).

Keinginan dan permintaan mati di tanah suci juga dilakukan Nabi Musa AS saat di datangi malaikat izroil. Nabi SAW menceritakan permintaan Nabi Musa AS saat didatangi malaikat maut, beliau memohon kepada Allah, agar kematiannya didekatkan dengan tanah suci (baitul maqdis) sejauh lemparan kerikil.(HR. Bukhori)

Baca juga :  Mantan Deputi Basarnas, Apresiasi Penegakan Hukum di TNGGP

Ustadz Adjie Nung (UAN) panggilan keseharian dari nama lengkap Nur Anwar Amin selaku Ketua Umum Yayasan Wafizs Al-Amin Center dan Sekjend KBIH Attaqwa KH.Noer Alie Bekasi yang saat ini masih berada di Arab Saudi ikut turun langsung mentajhiz (mempersiapkan) salah satu jamaahnya yang bernama Trubus Bin Pawiro Dikromo. Seorang kakek berusia 67 tahun kelahiran 12 Mei 1952 dari Kp. Kebalen, Babelan Bekasi Kloter 70 JKS Bekasi pada 5 Agustus 2019 lalu menjadi Syuhada.

” Nikmatnya menjadi syuhada di tanah suci sudah dijanjikan oleh Allah sebuah syurga kelak di akherat nanti, tentunya ini menjadi impian semua muslim masuk syurga,” ungkapnya.

Dalam hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا ؛ فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ يَمُوتُ بِهَا
Siapa yang bisa meninggal di Madinah, silahkan meninggal di Madinah. Karena aku akan memberikan syafaat bagi orang yang meninggal di Madinah. (HR. Turmudzi 3917, dishahihkan an-Nasai dalam Sunan al-Kubro (1/602) dan al-Albani )

Dalam hadis Faidhul Qadir, 6/70  terdapat kabar gembira bagi orang yang tinggal di Madinah, mereka akan mati muslim. Karena syafaat hanya akan diberikan kepada kaum muslimin. Dan itu menjadi keistimewaan tersendiri. Karena setiap orang yang mati di Madinah, dia mendapat kabar gembira untuk itu. (Faidhul Qadir, 6/70).

Peristiwa meninggalnya kakek Trubus terjadi menjelang empat hari lagi diangkutnya semua rombongan jamaah haji menuju ke Arofah, kakek Trubus wafat di Hotel Tsarawat El-Kahlil Misfalah no 804 KSA.

Lalu kemudian pada 6 Agustus 2019 disusul wafatnya seorang ulama besar kharismatik indonesia yaitu KH.Maimun Zubair dengan nama sapaan familiarnya Mbah Moen, Ketua Majlis Syariah PPP pada usia 90 tahun, kelahiran 28 Oktober 1928

Baca juga :  Djarot ucapkan selamat kepada Anis - Sandi

Peristiwa wafatnya para orang-orang pilihan Allah, tamu istimewanya Allah seakan menjadi manusia terbaik di sisiNya menjadi impian Ustads Ajie Nung.

“Siapa yang tidak berkeinginan menjadi manusia terbaik, manusia yang dipilih Allah untuk bisa betah (tinggal lama) di tanah suci dengan iringan jutaan doa dari orang-orang terbaik,” beber UAN.

Selain itu jenasah pun didoakan oleh semua orang – orang muslim yang datang dari seluruh penjuru dunia yang seluruhnya bersaudara sesama muslim. UAN yang terus mengikuti prosesi dan menyaksikan prosedur pengurusan janazah yang wafat di tanah suc semuanyai mendapatkan pelayanan yang sangat baik, diurus secara rapih, teliti dan profesional baik oleh pihak tim kesehatan Indonesia ataupun dari pihak Pemerintah Saudi Arabia yang dikomandoi oleh pihak maktab.

Jenazah yang dikuburkan di Makkah atau Madinah setelah jamaah dinyatakan meninggal secara medis oleh tim kesehatan Indonesia, informasi tersebut kemudian dilanjutkan ke pihak pemerintah Saudi Arabia dan pemerintah Indonesia supaya mendapatkan COD (certificate of dead) dan untuk mendapatkan layanan kematian dari pemerintah Saudi Arabia.

Menurut UAN dengan adanya COD ini pemerintah Indonesia juga menjadi lebih pasti terhadap kematian jamaah asal Indonesia yang akan disetshkan pada ahli waris jamaah yang meninggal.

Sementara kata dr. Ayu, Ketua TKHI Kloter 70 JKS Bekasi yang turut mengikuti proses pengurusan jenazah jamaah haji dar Bekasi menuturkan setelah menerima janazah, pemerintah Saudi Arabia lah yang akan memandikan, mengkafani, mensholatkan ke masjidil harom sampai penguburannya di daerah Soyara.

“Sekarang Soyara merupakan tempat pemakaman umum bagi jamaah yang wafat di Makkah karena pemakaman umum Ma’la saat ini sudah tidak bisa menampung untuk menguburan janazah,” ujarnya.

Baca juga :  Kapolres Tangsel Jumling Bersam Danramil 03/Legok

Meskipun di pemakaman umum Baqi’ di Madinah saat ini masih bisa menampung untuk pemakaman jamaah haji. Sementara untuk badal haji Pemerintah Indonesia  bertanggungjawab melaksanakan badal haji dan hak tersebut diberikan setelah jamaah haji keluar dari rumah mereka menuju Embarkasi Asrama Haji dimana badal haji ini diberikan pemerintah secara gratis.

UAN pun seperti biasa selalu mengajak kepada semua kuam muslimin menjelang Idul Adha ini untuk bisa BERQURBAN dan mengeluarkan Wakaf, Zakat, Infaq dan shodaqoh.

Hal itu menandakan kita mempunyai jiwa sosial yang tinggi dan mempunyai keseimbangan hidup. “Seimbang karena kita minta kepada Allah, seimbang karena kita mampu berbagi, karena itu bagi yang memiliki kelebihan harta, ayo keluarkan zakat, infaq dan shodaqohnya,” ucapnya.

Dalam rangka meningkatkan kebaikan dan amal sholeh serta SEMANGAT BERQURBAN, Yayasan Wafizs Al-Amin Center mengajak kepada semua umat muslimin untuk menunaikan QURBAN, Wakaf, Zakat, Infaq, Shodaqohnya untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Untuk itu, mari dukung program-program Yayasan Wafizs Al-Amin Center dengan donasi yng anda salurkan melalui Bank Syariah Mandiri (7117824823) Bank Mandiri (1560014970331) dan Bank BNI (0814106854) a.n. Yayasan Wafizs Al-Amin Center.

Yayasan Wafizs Al-Amin Center juga telah membuka Kantor pelayanan dan penerimaan zakat, infaq, shodaqoh dan dana social lainya di Ruko Prima Orchard Blok C no.06 jl. Raya Perjuangan No.01 Harapan Baru Bekasi Utara, 17123. Tlp. (021) 89234861 dan WA Center (0857 7814 1993).

Anda juga bisa mengakses website di www.wafizs.com untuk memilih program donasi yang telah tersedia. Ikuti juga social media Yayasan Wafizs al-amin Center : Wafizs Al-Amin Centre (facebook) @wafizs_center (Instagram) wafizs center (youtube). (UAN). (fie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru