banner 728x250

PEMBANGUNAN PASAR PATIKRAJA LAYAK DI PERTANYAKAN

  • Bagikan
banner 468x60

Banyumas, Kicaunews.com – Desa patikraja kecamatan parikraja kabupaten Banyumas di duga banyak penyelewengan anggaran bantuan gubernur jawa tengah sejumlah Rp 900.000.000 untuk sarana prasarana pasar patikraja.

Namun dalam pelaksanaanya di duga di gunakan untuk anggaran pembiayaan bangunan yang lain sehingga dana anggaran pasar tidak lagi sejumlah Rp 900.000.000 lagi. Hal tersebut di sampaikan salah satu warga masyarakat kepada awak media kicau news pada hari jumat tanggal 9 Agustus 2019 .

banner 336x280

Selain itu yang di keluhkan masyarakat seperti dari Slamet warga RT 03 RW 01 bahwa jalan desa yang sebelumnya buat akses jalan menuju RW 01 dan RW 02 yang meliputi 7 wilayah RT (wilayah Tambangan) kini tertutup tangga cor menuju arah tingkat bangunan pasar.

Dari kondisi bentuk pasar terlihat bahwa bentuk Bangunan terlihat sangat tidak nyaman karena letak tangga yang menutup jalan desa tersebut sangat berbahaya untuk pengguna jembatan dari arah tingkat pasar yang turun langsung ke arah jalan nasional purwokerto – Bandung.

Masyarakat tambangan patikraja sangat keberatan dengan adanya jembatan ke arah tingkat bangunan pasar dan meminta jembatan tersebut di bongkar untuk membuka akses jalan ke arah wilayah Tambangan ( RW 01 dan 02 ).

Forum Masyarakat wilayah Tambangan telah memberikan surat tertulis keberatan tentang jalan desa yang tertutup jembatan ke arah tingkat bangunan .

Dari jawaban tertulis pemerintahan desa yang di tanda tangani kepala desa Patikraja Noegroho Adiwibowo , S.pd tertanggal 8 Agustus 2019 dengan tembusan kepada Camat, Danramil , Kapolsek Patikraja kepada Waluyo sejati sebagai perwakilan Forum warga masyarakat tambangan bahwa jembatan akan di bongkar dan di rubah bentuk leter S agar tidak menutup jalan desa tersebut.

Baca juga :  Patroli Polsek Pangkalan Laksanakan Patroli Pertokoan

Dari jawaban tertulis kepala desa Patikraja yg di terima Forum warga tambangan dari warga tambangan menolak jawaban kepala desa Patikraja seperti yang di jelaskan oleh Sudiran ,Goyot ,slamet mewakili warga Tambangan tidak menghendaki adanya jembatan ke arah tingkat dalam bentuk apapun karena lahan lokasi yang sempit . Dan menurut warga tambangan bersemboyan bahwa pembongkaran jembatan adalah HARGA MATI. ( Mugiono ).

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *