oleh

Paguron Yang Melahirkan Bibit Yang Berprestasi Meski Tidak Mendapat Perhatian Dari Pemerintahan Setempat

KICAUNEWS.COM – Himpunan Pencak Silat Panglipur berdiri pada tahun 1909 dengan pendiri/guru besar dengan panggilan Abah Aleh dan diteruskan oleh ibu haji Enni Rukmini sekarningrat dengan nama panggilan mamih mulai dari patih 1986 yang berlokasi pusat di desa sukasono kecamatan sukawening kabupaten garut. beliau mampu mencetak pesilat pesilat handal seperti kang Cecep Arif Rachman salahsatu actor film aktion, dulu pada masa abah aleh kang cecep berhasil menjuarai kejuaraan dunia dan disitu masa jaya nya perguruan Panglipur.

Setelah beberapa tahun abah aleh meninggal dunia para murid beliau membuka cabang cabang baru didaerah sekitar Kabupaten Garut seperti kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan tasikmalaya. berdirinya cabang baru di daerah kabupaten bandung dengan titik cabang di desa bojong salam kecamatan rancaekek dengan nama cabang Himpunan Pencak Silat Putra Panglipur yang digurui oleh bapak haji Aa Sumanang dan menghasilkan murid yang handal dalam tradisi seni beladirinya yang bernama bapak tori ansori dan menghasilkan pesilat muda yang cukup banyak.

Namun tidak semua bertahan di cabang tersebut sedikit demi sedikit para pesilat tersebut merasa bosan karena dari tiap tahun ketahun materi yang dilatih hayang itu itu saja dan tidak ada perkembangan untuk mengahilkan prestasi.

Pada tahun 2008 bapak tori ansori salahsatu murid dari bapak haji Aa sumanang mulai mengajar ke tiap sekolah dasar yang ada di daerah tersebut. dan pada tahun 2011 berhasil meraih juara ke-3 pasanggiri pencak silat se-kabupaten bandung yang di gelar di gor Koni Soreang.

Pada saat itu bapak tori memindahkan lokasi Padepokan cabang HPS Pencak Silat Putra Panglipur di desa linggar kecamatan Rancaekek guna memperbaiki kepengurusan cabang nya.

Baca juga :  Kapolres Metro Tangerang Kota menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama pimpinan Organisasi Mahasiswa

Dari tahun ke tahun memuncak nya murid bapak tori di lokasi baru yg bertempat di desa Linggar Rancaekek mencapai 150 orang dan disanalah masa jaya nya bapak tori dengan banyak kendala seperti lahan padepokan sempit, peralatan tidak memadai, sering terjadi banjir, bermasalah diorganisasi dan prestasi tidak meningkat, berkurang lah para murid nya dengan sisa 20 orang.

Pada tahun 2013 bapak tori beralih profesi menjadi satpam kereta api dan meninggalkan padepokan di desa linggar rancaekek dengan tidak bertanggung jawab.  Sedangkan pada tahun 2013 padepokan HPS Putra Panglipur diambil alih oleh salahsatu murid bapak tori ansori yaitu Nurahmad Suhendar, dimasa ini padepokan kami seperti tidak punya orang tua, kami berdiri sendiri berlatih semampunya saja.

Selain itu, pada tahun 2016 kami pelatih bersama pengurus padepokan berziarah ke makam pendiri Panglipur yaitu Abah Aleh dan ikut bergabung berlatih dengan pesilat yang ada dipusat dan kami pun sering (menyatukan pendapat) dengan pengurus pusat. Sehingga saat itu kami berinisiatif untuk merobah nama cabang kami menjadi hps Pencak Silat Raga Mekar Panglipur dengan artian ” tubuh yang berkembang oleh Panglipur”.

Dengan turunnya S.K dari pusat,  kami sah membuka cabangpadepokan  baru dengan nama “Raga Mekar Panglipur” dan membuat S.K KemenkumHam, NPWP, Legalitas Budaya, S.K IPSI, dan menjadi anggota Ipsi kabupaten bandung.

Sejak itu kami tidak sendiri berlatih, kami dibantu oleh rekan bapak Erik Rukmana salah satu murid mamih ani sekaligus actor anggota uwais team dan bapak izwal arlyandi. pada tahun 2017 bulan Februari kami menjadi juara umum pada kejuaraan pakubumi open dengan memperebutkan piala dari bapak haji edi nalapraya dengan julukan bapak persilat se-dunia.

Baca juga :  Hadiri Bimtek Sistem Informasi Ormas Bagi Pengurus Ormas, Ini Harapan Sekjen Pedati

Sampai sekarang kami selalu mengikuti kegiatan kejuaraan kejuaaran yang ada di Jawa Barat maupun nasional.

Kontibutor : Asep Nana Korwil Jabar

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru