banner 728x250

Tuding Ketua Majelis Hakim Memihak, Syahrizal Minta Sidang Dihentikan?

  • Bagikan
banner 468x60

Bekasi, Kicaunews.com – Sidang ke-9 dugaan pencemaran nama baik Walikota Bekasi Rahmat Effendi kembali digelar 7/8). Terdakwa Syahrizal (44) meminta agar sidang tidak dilanjutkan, terdakwa menilai Ketua Majelis Hakim Adeng Abdul Kohar tidak sungguh-sungguh menggali kebenaran materiil yang sudah menjadi kewajibannya untuk menghadirkan 11 saksi yang telah diajukan terdakwa.

“Saya sudah ajukan saksi dari 1 juli 2019 ke ketua majelis hakim, dan sampai sekarang saksinya belum juga dipanggil, lantas apa yang mau disidang???” ucap Syahrizal, usai persidangan, Rabu (7/8/2019).

banner 336x280

Sementara F. Taswin, saksi kunci yang sebelumnya diminta hadir, diketahui tidak datang lantaran tidak ada surat panggilan kepada dirinya. Taswin katakan bahwa peradilan merupakan lembaga negara, siapapun yang diminta hadir untuk menjadi saksi dipersidangan adalah atas dasar hukum, bukan atas dasar perintah pribadi.

Menurut F.Taswin dirinya diminta hadir untuk menjadi saksi jika lembaga peradilan tidak memanggilnya untuk menjadi saksi.

“Hey.. besok kamu jadi saksi saya yaa”. Ga bisa begitu caranya.Panggil saya secara patut dan sah, maka sudah kewajiban saya untuk hadir karena negara yang minta untuk tegaknya hukum demi keadilan,” ucap Taswin saat dihubungi melalui telepon (7/8/2019).

Senada dengan Taswin, Bambang Sunaryo mantan advokasi calon Walikota Bekasi yang namanya juga tercantum dalam daftar saksi, mengatakan siap untuk menjadi saksi atas kasus Syahrizal.

“Saya siap, tapi tetap harus pakai surat panggilan yang sah,” ucap Bambang.

Dalam suratnya yang diberikan langsung kepada ketua majelis hakim (7/8), Syahrizal mengatakan kewajiban hakim untuk mendengar keterangan saksi sudah tercantum pada Pasal 160 KUHAP, yang dikatakan bahwa sebelum menjatuhkan putusan, ketua majelis hakim wajib mendengarkan keterangan saksi.

“Kalau ada kata wajib berarti harus dilakukan dong, bahkan jika saksi yang saya ajukan tidak mau hadir maka seharusnya hakim mengupayakan untuk hadir,” katanya.

Baca juga :  Memperingati HUT RI ke 75, Muspika Kebayoran Lama Menggelar Upacara Bendera

Lanjutnya, mengutip buku Hukum Pidana dari Dr. P.A.F Lamintang SH, Syahrizal mengatakan bahwa dalam hal pemanggilan saksi juga sudah jelas diatur dalam Pasal 146 ayat (2) KUHAP, yakni pemanggilan saksi meringankan (a de charge) sama seperti pemanggilan saksi yang dilakukan oleh penuntut umum.

“Aturan sudah jelas, kenapa pemanggilan tidak dilakukan?” ucapnya.

Syahrizal juga meminta kepada ketua majelis hakim untuk menghadirkan paksa Rahmat Effendi yang telah 3 kali dipanggil secara sah. Syahrizal mengatakan Rahmat Effendi-lah yang meminta agar sidang ini digelar, tapi dia (Rahmat Effendi) sendiri yang tidak menghadiri sidang. Bahkan ironisnya, yang melaporkan pun bukan dia.

“Kalau setiap rabu alasan keluar kota, ya sidangnya ganti hari aja, masa setiap hari dia (rahmat effendi) selalu keluar kota?” katanya.

Selain Rahmat Effendi, Syahrizal juga meminta agar ketua majelis hakim segera memanggil Ketua Bawaslu Abhan, Komisioner Bawaslu Fritz Siregar, Kapolres Bekasi Kompol. Indarto, dan saksi kunci F. Taswin untuk dihadapkan di persidangan selanjutnya.

Ketua Majelis Hakim Adeng Abdul Kohar dalam sidang mengatakan tetap pada pendiriannya, yakni hakim tidak memiliki kewenangan untuk memanggil dan menghadirkan saksi yang meringankan terdakwa.

“Saya sudah katakan dari sidang sebelumnya, bahwa hakim tidak memiliki kewenangan untuk memanggil saksi, silahkan anda panggil sendiri saksi anda,” ucap ketua majelis hakim.

Palu diketok, sidang dilanjutnya minggu depan (14/8) dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi meringankan terdakwa. (Fie)

Print Friendly, PDF & Email
banner 336x280
Bagikan :
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *