oleh

Rigid Beton Jalan Panyingkiran-Cantigi Diduga Salahi Aturan

Indramayu, Kicaunews.com – pembangunan infrastruktur di Kabupaten Indramayu semakin menjamur tak memikirkan kuantitas dan kualitas, yang penting masyarakat indramayu senang walaupun dibodohi, pasalnya jalur yang sebelumnya tak layak untuk dilintasi sekarang menjadi lancar. Tak memikirkan kedepannya seperti apa

Berdasarkan informasi yang didapat salah satu yang sudah terlaksana adalah rehabilitasi peningkatan jalan panyingkiran- Cantigi Kulon. Dari tender pemenang bos zuliyansah/jul Banyak masyarakat setempat merasa senang atas dibangunnya infrastruktur yang biasa mereka lalui.

Namun di sisi lain banyak juga masyarakat yang mempertanyakan kwalitas kuantitas pekerjaan jalan rigid beton tersebut. Sebab menurut mereka, dalam pekerjaan tersebut banyak ditemukan kejanggalan.

Menurut Samroni salah satu warga Desa Cantigi Kulon mengatakan pembangunan di jalan tersebut berkesan kurang baik asal-asalan, menurutnya selain tidak terpasangnya papan informasi, juga waktu pekerjaan tengah malam, awal pekerjaan pengerasan tidak terlebih dahulu dilakukan penggilasan memakai alat berat selender.

“Banyak batu besar yang masih terlihat dan kurang rata dengan tanah, tapi dipaksakan dengan pengecoran awal Bnol” ungkapnya kepada reporter Kocaunews.com, Senin (5/08/2019).

Dari mulai pengerjaan awal terlihat di beberapa titik memang terdapat kejanggalan. Dalam durasi vidio yang sempat direkam yang berdurasi pendek, saat pengecoran B. Nol para pekerja sengaja membiarkan batu koral untuk pengurugan pinggir sengaja di sebar ke tengah B nol tidak mengindahkan bebatuan di areal situ.

Ditempat terpisah Mus sebagai pelaksana lapangan saat dikonfirmasi mengenai batu urugan yang sengaja dibiarkan menyebar di atas B nol dan sengaja ditutupi plastik untuk menghindari pantauan media “Mus menjelaskan Nanti batu-batu yang berserakan dipinggirkan keluar dari atas B nol sebab itu untuk pengurugan pinggir, nanti setelah pengecoran K35 mulai mendekati nanti batu urugan dibuang kepinggir karena kurangnya tenaga kerja. Tukasnya

Baca juga :  Kapolsek Parung Panjang bantu warga untuk melumpuhkan sapi yang ngamuk ketika mau di sembelih

Padahal itu cuma pormalitas aja untuk mengibuli media, batu kerikil urugan tidak dibuang atau dipinggirkan padahal setelah media pulang batu sirtu ditimbun langsung pakai cor redimik K35, banyak terlihat tumpukan sirtu di sepanjang jalan tersebut, akibatnya pengurangan ukuran volume cor terlihat jelas, di titik tertentu terlihat ketinggian sirtu mencapai antara 7cm hingga 8cm. (MT jahol)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru