oleh

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dr. Gatot Eddy Pramono, M. Si berikan kuliah umum di Kampus STAN Bintaro

TANGSEL, KICAUNEWS.COM –Dalam Rangka Memperkuat nilai Kebangsaan Civitas Akademika Politeknik Keuangan STAN menggelar Kuliah umum bagi Dosen, Karyawan dan Mahasiswa berjumlah lebih kurang 400 orang di Kampus PKN STAN Jl. Bintaro Utama Raya Kel. Jurangmangu Timur Kec. Pondok Aren Tangerang Selatan.Jumat (26/07/19). Pukul 09.30 Wib s/d 11.40 Wib.

Turut Hadir dalam Kuliah umum
Irjen Pol Dr. Gatot Eddy Pramono, M. Si. Kapolda Metro Jaya, KBP Selamet Hadi Karo Ops, KBP Umar Efendi Dir Intel, KBP Dr. Umar Dani Dir Binmas, KBP R. Argo Yuwono Kabid Humas, AKBP Ferdy Irawan, S.Ik., M. Si. Kapolres Tangerang Selatan, Kompol Yudho Huntoro, S.Ik., M.Ik. Kapolsek Pd Aren dan
Direktur PKN STAN Rahmadi.

Kuliah umum yang dihadiri ratuaan mahasiswa STAN beserta dosen ini mengangkat tema “Membangun Kampus Mulitkultur”.

Direktur PKN STAN Rahmadi dalam sambutan Kepada Para Dosen karyawan dan Mahasiswa yg tugas Belajar Kedinasan dengan Tema: Penguatan Peran Dosen dalam Pembangunan Karakter Lulusan.

Sementara itu Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Edi Pramono M.Si selaku Nara sumber dalam kuliah umum menjelaskan bagaimana bahayanya intoleransi. “Kita menghadapi politik identitas, kedua kita menghadapi intoleransi dan radilalisme. Ketiga adakah munculnya hoaks dan ujaran kebencian. Ini yang dikapatalisasi terus dengan metode firehouse of falsehood,” ungkap Kapolda Metro Jaya.

Jenderal Bintang Dua tersebut juga menyebutkan intoleransi di Indonesia bisa dengan mudah terjadi  salah satunya melalui media sosial karena masih ada sebagian masyarakat yang belum paham.

Selain itu, Kapolda Metro Jaya juga menyebutkan betapa bahayanya intoleransi jika terjadi di Indonesia dan harus diselesaikan jika memang terjadi. “Kalau kita membasmi intoleransi dengan hukum saja tidak bisa. Karena intoleransi radikalisme itu adalah ideologi. Ideologi harus dilawan dengan ideologi. Hukum adalah jalan terakhir,” jelas Kapolda Metro Jaya.

Baca juga :  Penghina Emmanuel Marcon Melupakan Jasa Besar Islam di Perancis

tris

 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru