oleh

Soal Kasus Tuduhan Pencemaran Nama Baik Walikota Bekasi, Pekan Depan Rizal Hadirkan Saksi Kunci

Kota Bekasi, KICAUNEWS.COM – Sidang lanjutan yang ketujuh kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan terdakwa Syahrizal (Rizal) dan melibatkan saksi korban Walikota Bekasi, Rahmat Effendi berlangsung singkat dan dilanjutkan Rabu depan dengan menghadirkan para saksi yang meringankan terdakwa.

Dalam sidang yang diketuai Abdul Adeng, SH, MH Rabu (24/7/2019) di Pengadilan Negeri Kota Bekasi tidak seperti biasanya, sepi oleh awak media yang meliput. Namun kali ini puluhan awak media tertarik untuk mengikuti jalanannya persidangan Syahrizal yang merupakan eks wartawan.

Suasana Persidangan Terkait Kasus Pencemaran Nama Baik Walikota Bekasi

Ketua majelis hakim selain mempersilahkan terdakwa Rizal, Rabu (31/7/2019) untuk menghadirkan para saksi yang meringankan terdakwa, Hakim Abdul Adeng dan juga mempersilahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Malda, SH untuk menghadirkan saksi pula.

Terdakwa Rizal rencananya akan menghadirkan saksi kunci yakni Simson Siboro dan F. Taswin untuk hadir di persidangan pekan depan.

Menurut Rizal kedua saksi tersebut mampu memberikan kesaksiannya karena dinilai mengetahui kebenaran ijasah SMU yang diduga palsu milik Walikota Bekasi, Rahmat Effendi.

Lantaran masalah itu Rizal dituduh melakukan pencemaran nama baik Walikota Bekasi dan melanggar UU ITE karena diposting di Facebook (Fb) terdakwa.

“Saya yakin mereka bersedia hadir sebagai saksi saya,” ucap Rizal usai sidang.

Sementara sidang ke 7 ini seyogyanya saksi korban Walikota Bekasi, Rahmat Effendi hadir memberikan kesaksian ternyata tidak hadir seperti di sidang – sidang sebelumnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Malda SH mengaku tidak tahu alasan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi tidak hadir.

“Belum, belum ada konfirmasi. Tapi kita tetap coba lagi mengundang dia (Rahmat Effendi),”ucapnya singkat.

Terdakwa Rizal usai persidangan mengaku optimis dirinya akan bebas.

Pasalnya, kata dia, pihak saksi korban yakni Walikota Bekasi, Rahmat Effendi tidak mampu memberikan data yang kuat terkait ijasahnya asli atau palsu.

Baca juga :  Polsek Ciampel Sosialisasi Covid-19 Kepada Jamaah Pengajian Perum Griya Indah

“Saya cuma menunggu kebebasan aja lah,” ucapnya penuh percaya diri pada wartawan.

Sekedar informasi, kasus ini berawal dari cuitan terdakwa Rizal dengan akun bernama Tuah Abdi di facebook yang berisi tudingan pada walikota Bekasi, Rahmat Effendi yang disebutnya berijasah SMU palsu.

Lalu komentar Tuah Abdi tersebut dilaporkan oleh Mardani Ahmad sebagai pelanggaran UU ITE dengan dakwaan pencemaran nama baik dan fitnah pada Walikota Bekasi.(Fie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru