oleh

Kasus Asyhadu Amrin: Jaksa Pernah Larang Keluarga Terdakwa Minta Bantuan Pengacara

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Sidang perkara dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik di media sosial yang tengah dijalani terdakwa Asyhadu Amrin warga Jatimakmur, Pondokgede Kota Bekasi ,Selasa(23/7/2019) kembali ditunda. Kasusnya pun sudah 2 tahun berlalu namun diangkat kembali dan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Bekasi.

Untuk diketahui Amrin merupakan anggota Alumni Persaudaraan (PA) 212 Korda Bekasi ini yang ikut tertangkap oleh Brimob dengan tuduhan terlibat dalam kerusuhan 22 Mei lalu di Bawaslu.

Amrin ditangkap saat menyupir mobil ambulan yang membawa logistik untuk sahur para mujahid ke mesjid di petamburan dikira membawa perusuh.

Sedangkan kasus persidangan yang tengah dijalani Amrin saat ini dituduh melanggar UU ITE Pasal 27 ayat 3 terkait postingannya di sebuah akun facebooknya yang terjadi pada 7 Oktober 2017 sampai 12 Februari 2018 yang didakwa melakukan pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap presiden Jokowi dan kepolisian.

Namun yang sangat disayangkan oleh kuasa hukumnya, Dedi Suhardadi,SH, SE pihaknya baru dilibatkan dalam pembelaan terdakwa saat sudah memasuki sidang pembacaan pledoi.

Padahal kata Dedi, adanya pengacara pada awal persidangan sangat dibutuhkan terdakwa dalam memberikan pembelaan hukum.

Foto Istimewa : Asyhadu Amrin

“Kami baru mendampingi terdakwa saat ini, bukan dari awal persidangan. Informasi dari istri terdakwa menyebutkan bahwa jaksa pernah melarangnya untuk menggunakan pengacara dalam kasus suaminya,” kata Dedi.

Padahal kata Dedi Suhardadi kasus yang saat ini dijalani Amrin terjadi 2 tahun lalu dan Amrin sudah menjalani wajib lapor di kepolisian. Namun anehnya kasus tersebut diangkat lagi dan sekarang sudah melewati sidang pemanggilan saksi ahli serta tuntutan.

Untuk itu sebagai tim pengacara dari terdakwa harapannya agar majelis hakim bisa membebaskan terdakwa Amrin dari tuntutan hukuman 2,5 tahun dan denda sebesar 5 juta atau setidaknya memberikan hukuman seringan – ringannya.

Baca juga :  Kapolres Sinjai Cek Pembangunan Poliklinik Polres

“Kami berharap majelis hakim dapat membebaskan terdakwa atau menyatakan terdakwa lepas dari segala tuntutan hukum atau setidaknya memberikan hukuman yang seringa – ringannya,” tegas Dedi.

Postingan Amrin di akun  FB yang dituduh sebagai pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap presiden Jokowi dengan mengatakan ” Jualin Aset dan Hutang, itulah kehebatan Jokowi.

Menurut Dedi, Amrin hanya bermaksud  sekedar mengkritik ke Pemerintahan sebagai warga negara yang prihatin dengan kondisi perekonomian negara.

Semetara saat kicaunews.com ingin mengkonfirmasi kasus ini ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), Endang Sri Lestari untuk meminta tanggapannya. Tetapi melalui staf Kejari Kota Bekasi, JPU Endang belum bisa ditemui hari ini, Rabu (24/7/2019) dengan alasan  wartawan harus melalui Kasie Intel terlebih dahulu jika hendak menanyakan kasus Amrin. (Fie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru