oleh

Pailah Istri Paijan Korban Janji Bohong HC Oknum Kades Watu Agung Mengeluh

Semarang, Kicaunews.com – Pailah (53) istri Paijan yang meninggal ikut bersuara bahwa Sebelum meninggal Suaminya (Paijan). Berkeluh kesah padanya mengenai uangnya yang gak kunjung bisa diambil padahal uang tersebut bermaksut untuk berobat.

“Padahal uang itu akan kami pergunakan untuk berobat, tapi kades jahat ini selalu berkelit saat kami minta uang, padahal uang saya sendiri” katanya pada wartawan senin, (22/7/2019)

Begitu juga dengan Muhammad Radi umur 28 tahun anak nomor dua dari Paijan dan Pailah yang juga korban dari iming iming Kades HC Watu Agung, Tuntang, Kabupaten Semarang.

“Waktu sebelum sakit Paijan dan anaknya Muhmmad Radi pernah datang menemui HC Untuk mengambil uang yang ditabung di KSP GRADISKA atas saran HC, Tapi jawaban HC dengan entengnya mengatakan kalau uang tersebut tidak bisa di ambil. “Sampun mboten saget dipendet. (sudah tidak bisa diambil),” keluh Muhammad Radi.

Seperti yang pernah di beritakan media ini sebelumnya bahwa, Awalnya korban Paijan dan anaknya Muhammad Radi diajak kekantor KSP GRADISKA dengan janji janji uangnya Muhammad Radi bersama korban lainnya akan mendapatkan bunga besar jija uangnya di tabung ke Koperasi Gradiska.

“Tidak usah ditabung di BRI nanti uangmu bisa hilang, tabung aja ke Koperasi Gradiska nanti kamu akan mendapat bunga besar” demikian di katakan sang Kades saat itu, pada korban-korbannya.

Karena orang desa dan lugu akhirnya Paijan percaya dengan menabung di Koperasi Gradiska bisa mendapatkan keuntungan besar. Uang Rp 50.000.000 diantar Kades HC di pindahkan ke Koperasi.

Saat itu Paijan sempat bisa ambil uangnya sebesar Rp 15.000.000 di KSP GRADISKA, Jadi sisa dari pokok korban (Paijan ) sebesar Rp 35.000.000, kalau tanpa bunga besar yang dijanjikan sama HC.

Baca juga :  Kasus Covid-19 Meningkat, Gugus Tugas Kota Sukabumi Gelar Rapid Test Massal

Sedangkan Muhammad Radi sebesar Rp 6.000.000 Uang sisa dari pembelian motor pun raib di KSP GRADISKA karena bujuk rayu sang kades.

Paijan juga jadi korban pemotongan hasil ganti rugi tol oleh HC yang tanpa ada persetujuan dari Paijan maupun keluarga sebesar Rp 10.000.000.

“Sudah kaya gitu aja mas, saya sama bapak saya minta uang sendiri seperti orang meminta minta(ngemis)” ujar Muhammad Radi.

Menurut Roni Rinto Nugroho SH, MH, MDR. Advokat mengatakan bahwa di jelaskan terkait sangsi hukumnya, dalam pasal 12B ayat (2) UU korupsi no.31/1999 Jo UU no.20/2001 Pidana seumur hidup atau penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000 dan paling banyak Rp 1.000.000.000.

Masih menurut Roni Rinto, Terkait penipuannya kades bisa di kenakan Pasal 378. Dimana pasal tersebut menjelaskan Barang siapa dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain, dengan karangan  perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan sesuatu Barang. tandasnya.

Pailah istri korban serta Muhammad Radi sampai sekarang masih dalam keadaan sedih, saat tim modus mengklarifikasi keluarga korban. Terlihat korban (Paijan) sampai meninggal dunia dan belum mendapatkan haknya. Istri korban dan anaknya berharap seluruh uangnya kembali.

Kontributor : Viosari / TIM

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru