oleh

Polsek Pamulang Gelar Coffe Morning dengan Toga, Kyai dan Ustadz Se Kecamatan Pamulang

TANGSEL, KICAUNEWS.COM -Polsek Pamulang Polres Tangerang Selatan menggelar Coffee Morning dan bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, Para Kyai dan Ustadz se kecamatan Pamulang bertempat di halaman Mapolsek Pamulang, Jalan Surya Kencana No.1, Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Senin ( 22 /7/2019 ) jam 09.00 wib

Kegiatan Coffee Morning tersebut di hadiri oleh Kapolres Tangsel AKBP. Ferdy Irawan.SH, SI.K, MSI, Kapolsek Pamulang Kompol Endang Sukmawijaya.SH, Ustadz Syarif Rahmat Pimpinan Ponpes Ummul Quro, para tokoh agama Kec Pamulang seperti Ustadz Sofyan, Ustadz Firdaus, Ustadz Darmawi dan lebih kurang 100 orang tamu undangan.

Foto bersama Kapolres Tangsel, kapolsek dengan Anggota Polisi Polsek Pamulang

Kegiatan Coffee Morning tersebut digagas oleh Kapolsek Pamulang Kompol Endang Sukmawijaya.SH, sekaligus menindak lanjuti perintah Bapak Kapolda Metro Jaya, untuk mengajak Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan para Kyai dan Ustad untuk membantu memelihara kamtibmas, menjaga Kesatuan dan persatuan NKRI, untuk Antisipasi kelompok Radikal dan Gerakan HTI.

Sambutan Kapolsek Pamulang

Kapolsek Pamulang Kompol Endang Sukmawijaya.SH, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan Caffee Morning guna menyikapi perkembangan yang terjadi disetiap wilayah, karena Situasi dan kondisi di wilayah Hukum Polsek Pamulang khususnya dan Kota Tangerang Selatan pada umumnya yang kondusif ini merupakan berkat kerja semua elemen masyarakat, semoga untuk kedepannya selalu aman, damai dan sejuk, terang Kapolsek Pamulang.

Sambutan Kapolres Tangsel Akbp Ferdy Irawan

Sementara itu, Kapolres Tangsel menyampaikan bahwa hubungan warga masyarakat khususnya tokoh agama dengan Kepolisian di Polsek Pamulang cukup harmonis.

Dijelaskan Kapolres, aparat kepolisian bersama masyarakat bersinergi mensukseskan kegiatan Pilpres dan Pileg. Menjaga dan menciptakan situasi keamanan sehingga tidak terjadi perpecahan ataupun konflik antar masyarakat karena berbeda pillihan.  ” Alhamdulillah segala rangkaian Pemilu berjalan aman dan lancar, Pemilu bisa dikatakan 90% selesai dan tinggal satu tahapan lagi yaitu Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang akan dilaksanakan tanggal 20 Oktober 2019 nanti.”ujar Kapolres.

Baca juga :  Jadi DPO, Setya Novanto Tidak Ada di Rumah Saat Diperiksa KPK

Beda pilihan, banyaknya fitnah, hoax bertebaran di dunia maya/medsos dan hubungan masyarakat agak sedikit memanas, tetapi adanya niat baik dan kerja keras, semua tidak terjadi dan giat Pemilu berjalan aman dan terciptanya hubungan harmonis kembali ditengah masyarakat.

Kapolres juga mengharapkan agar situasi tetap tejaga dengan aman. Mari kita menjaga persatuan dan kesatuan. Rekonsiliasi atau dalam agama disebut Islah (berdamai) ditingkat Nasional sudah terlaksana. Sekarang sudah tidak ada lagi perbedaan/perpecahan lagi.

Dikesempatan yang berbahagia ini,  saya mengajak Alim ulama, Tokoh agama dapat menyampaikan kepada masyarakat, saatnya kita membangun, untuk menunjukkan kontribusi terbaik kepada Pemerintah dan agama.

Polres Tangerang Selatan khususnya Polsek Pamulang tetap berkomitmen dan itikad yang tinggi menjaga situasi menjaga kamtibmas di Tangerang Selatan khususnya di Pamulang dalam keadaan aman terkendali.

Kapolres juga menyampaikan,  ada 2 hal yang cukup menonjol di wilayah hukum Tangerang Selatan dari kacamata kamtibmas, yaitu aksi premanisme masih cukup tinggi dan meresahkan masyarakat. Kedua adalah masih maraknya paham radikalisme di Tangerang Selatan. Untuk poin kedua, diharapkan peran serta alim ulama dan tokoh agama penting dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Dijelaskan Kapolres, ciri-ciri paham radikalisme adalah hal-hal yang disampaikan dan diajarkan pada akhirnya dapat membawa masyarakat kita menjadi benci dan antipati terhadap pemerintah. Akhir tujuannya untuk mengganti sistem pemerintahan/dasar negara yang ada.

Salah satu ormas yang sudah dibubarkan pemerintah yaitu Ormas HTI.  Tetapi yang perlu diantisipasi adalah simpatisan yang masih cukup banyak terutama di Tangerang Selatan. Karena itu, jangan sampai ajaran-ajaran radikal yang tidak sesuai dengan dasar negara kita ini masuk ke dalam aspek – aspek kehidupan masyarakat. Mari kita dimulai dari segala aspek seperti melaui jalur sekolah.

Baca juga :  Pelayanan Pembuatan SKCK Kepada Masyarakat

“Jangan salah, sekarang ini saya masih menyelidiki di wilayah Tangsel tetapi secara Nasional sudah banyak sekolah yang disusupi paham tersebut. Ciri – cirinya seperti upacara bendera yang tidak mau hormat bendera karena berpendapat hal tersebut haram. Kemudian masuk juga dari aspek TNI/Polri ini juga terdeteksi ada beberapa oknum anggota TNI/Polri yang terpapar radikalisme. Karena itu, dibutuhkan kemauan kita secara bersama-sama guna mencegah jangan sampai paham radikalisme ini berkembang di masyarakat.”terang Kapolres.

Untuk kejahatan jalanan, Polres Tangerang Selatan tetap berkomitmen untuk memiminimalisir serta mengungkap kasus kejahatan jalanan dan aksi premanisme. Semoga tercapai apa yang menjadi tujuan kita bersama yaitu membangun Kota Tangerang Selatan ke arah lebih baik.”pungkas Kapolres.

Sambutan Ustadz Sofyan

Di tempat yang sama ustadz Sofyan dalam sambutanya mengatakan Coffe morning berasal dari kata Kopi yang artinta itu ngolah pikiran semoga silahturahim kita ini diberkahi Allah SWT.

Alhamdulilah pada kesempatan ini kita bersyukur berkumpul di acara ini, yang satu bidang keamanan dan yang satu lagi di bidang keimanan. Kalau hidup aman, perut kenyang ibadah nyaman selesai urusan.

Lebih lanjut ustadz Sofyan mengatakan Tadi Kapolres menyampaikan ada kelompok yang tentu tidak menjadikan aman kondusif. Kelompok ini disebut sumbu pendek, yaitu apa yg disampaikan apa – apa dengan emosi dan alhamdulillah kegiatan Pemilu kemarin berlangsung aman kondusif karena berkat teman – teman NU” ujarnya.

“Bapak/Ibu sekalian, kami dengan Kapolsek intens bekerja sama dan kami berharap kegiatan ini terus diadakan intensif agar tindakan dari kaum radikal bisa dicegah berkembang di masyarakat” tutupnya.

Sambutan Ustadz Syarif

Dilanjutkan Sambutan Ustadz Syarif Rahmat (Pimpinan Ponpes Ummul Quro ). Dahulu kala ada 2 ( dua ) tokoh yaitu Hois dan Hazrat. Ada 1 tokoh yaitu Hois yang tidak senang bahkan ratusan tahun yang lalu Hois dan Hazrat selalu bermusuhan karena konstetansi politik. Akhirnya ada 1 org bijak yang melapor kepada Rasululloh dan turunlah suatu ayat, Saat ini Hois dan Hazrat turun kembali dengan fanatismenya._

Baca juga :  Mengenal KH.ASNAWI CARINGIN (ULAMA DAN PENDEKAR BANTEN)

” Kita sebagai bangsa Indonesia mempunyai 2 komitmen yaitu komitmen keagamaan karena kita Ber-Ketuhanan Yang Maha Esa yang mana dapat disimpulkan bahwa agama mengajarkan untuk saling hormat – menghormati sehingga terbina kerukunan beragama”. Paparnya.

Lebih lanjut ustadz Syarif mengatakan, Islam itu adalah kebenaran tetapi jangan lupa disamping kita ada penganut agama lain yang juga kita jaga perasaannya. Kita saat ini hanya meneruskan apa yang telah disusun oleh pejuang kita dulu jangan merusaknya.

Apa yang disampaikan Kapolres Tangsel,  Ustadz Sofyan dan Ustadz Syarif Rahmat mengatakan mari kita menjaga keamanan dan keimanan negara yang Baidatun Toyibatun Warobul Ghofur. Agama mengajarkan untuk saling hormat – menghormati sehingga terbina kerukunan beragama.

Tris

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru