oleh

Suara Golkar Pada Pemilu 2019 Merosot, Garda Beringin Satu Sebut Faktor dari Kepemimpinan

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Pemihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Legislatif pada Pemilihan Umum 2019 telah usai diselenggarakan pada 17 april Kemarin yang diselenggarakan Secara Serentak.

Namun, pasca Selesainya Pesta demokrasi masih banyak menyisakan kegagalan dan keberhasilan Partai Politik yang ikut bertarung.

Sebut saja partai berlambang beringin, Partai yang sudah sejak lama dari pasca Orde lama ke Orde Baru sampai Reformasi sudah dilewatinya tetapi masih terus dilanda permasalahan dalam meraih simpatik masyarakat.

Entah dari Faktor Apa yang menyebabkan Partai Golkar merosot di Pemilu 2019 ini.

Menyikapi hal tersebut, Garda Beringin Bersatu yang didalamnya bagian dari para kader Golkar ini angkat bicara.

Saat dikonfirmasi kicaunews pada Sabtu, 20/7/2019, Inisiator GBS yang juga Mantan Sekjen Era ARB Devi Andita menuturkan, Merosotnya suara Golkar dilihat pertama kali dari sosok pemimpinnya. “Pemimpin menjadi faktor utama,” Kata Devi.

Dalam hal ini, Ditambahkan Devi, Sosok kepemimpinan Airlangga ketum Golkar hari ini yang dinilai gagal dalam menahkodai golkar meraih simpatik masyarakat. “Airlangga harus tau diri, Berkaca Diri, Ini bukan Untuk partai tapi untuk kemaslahatan masyarakat,” Jelas Devi.

“Disini ada yang salah dari Pola Kepemimpinan dan segera harus dibenahi,” Tambah Devi.

Hal Senada juga disampaikan Dewan Penasehat Garda Beringin Satu M Salahuddin, Dirinya juga menilai ada yang salah dari sosok Airlangga dalam menunjukan prestasi, sehingga kepuasan para kader dan juga masyarakat terhadap kepemimpinan yang ada membuat golkar kurang diminati membawa aspirasi masyarakat.

Sementara Itu, Wakil Ketua Dian Assafri Nasa’i mengatakan, Ini masalah yang serius, karena pada tahun 2020 kita akan Menghadapi Pilkada serentak. “Kalau persoalan ini tidak segera dibenahi dan segera berintropeksi, jangan harap golkar akan dipilih masyarakat,” Kata Dian.

Lebih jauh Sekjen Gema Kosgoro itu menambahkan, adanya Desakan Munas dari para kader Golkar untuk dipercepat sudah tepat.

“Melihat dinamika yang ada, Munas Harus Segera di gelar, ditambah Banyak Calon Ketum yang dinilai bisa membenahi Golkar kedepan,” Imbuh Dian.

Saat disinggung siapa Caketum, Dian menilai Sosok Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) adalah Sosok yang tepat untuk memimpin Golkar Ke Depan.

“Pasca Deklarasi, dan Pasca Pertemuan Bamsoet dengan beberapa Tokoh Golkar dan Juga Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, kami (GBS red) yakin Bamsoet akan diterima Para kader dan juga para Masyarakat,” Jelas Dian.

Tidak Hanya Dian, Wakil Ketua GBS Frans Islami pun ikut mencermati dinamika yang terjadi. “Saya mencermati dan saya sepakat kepada teman-teman GBS, Disini Ada kesalahan Sosok Pemimpin,” Kata Frans.

Frans Menuturkan, Airlangga Harus bisa menerima dan harunya legowo serta menyadari bahwa dirinya telah gagal memimpin Golkar.

Sebagaimana diketahui, Airlangga Hartarto terpilih sebagai Ketua Umum definitif Partai Golkar secara aklamasi melalui rapat pleno yang digelar di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Jakarta Rabu, 13 Desember 2017.

Keputusan aklamasi dicapai setelah Aziz Syamsuddin mengundurkan diri dari pencalonan sebagai ketua umum Golkar. (Red)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

1 comment

Berita Terbaru