oleh

Kepala Desa Sawah Dadap : Transparansi Anggaran Sebelum Pembangunan, Membangun Komunikasi Antara Pemerintah dan Masyarakat

Sumedang, Kicaunews.com – Kepala desa Sawah Dadap didampingi aparatur desa serta Ketua Rt/Rw laksanakan rapat pembangunan rabat beton yang juga dihadiri tokoh-tokoh masyarakat dan warga masyarakat rw 11.

Anggaran pembangunan rabat beton menggunakan bantuan dana desa sebesar Rp. 52.000,000 (Lima puluh dua juta rupiah) dengan perincian : Upah Pekerja Rp. 11.860000, Material Rp. 38.472.000, Upah Pengurus Rp. 1.500,000, dan Pajak Rp.4.434000.

Sebelum mewawancarai Kepala Desa, team kontributor Kicaunews berkesempatan berbincang dengan tiga tokoh masyarakat, Kadus II, Anggota BPD dan Ketua Rw 11.

Kadus II Iyan Sofyan menyampaikan dalam rapat ini kepala desa memberikan suatu pengetahuan dan keterbukaan dalam proses melaksanakan program pemerintah yaitu pembangunan fisik rabat beton wilayah rw 11 dibawah Kadus II.

“Sebagai Apdesi kami punya pimpinan yang bijak dan selalu memberikan pelajaran yang sangat berharga dalam konteks menjalani kehidupan bermasyarakat, selain itu pula pimpinan kami adil dan selalu terbuka dalam setiap pembangunan-pembangunan yang merupakan program pemerintah,”paparnya.

Sementara itu Nonong anggota BPD yang mewakili Ketua BPD yang berhalangan hadir menyampaikan pihaknya sangat setuju dengan apa yang menjadi hasil rapat, perihal transparansi anggaran dan mekanisme sistem kerja dalam pembangunan rabat beton Tersebut.

“Bahkan disetiap pembangunan sebelumnya diwilayah sawah dadap lainnya terbukti jauh dari kata penyelewengan,dan dalam pelaksanaannya pun sesuai dengan data yang disampaikan dan ditentukan, selain itu kinerja serta kebijakan kepala desa sangat bagus,” ujarnya.

Ditempat yang sama Sodikin ketua Rw 11 menambahkan, kesimpulan hasil rapat adalah nilai positif agar masyarakat paham dan bisa menepis isu-isu penyalahgunaan anggaran dana desa,disisi lain juga semoga ada swadaya masyarakat untuk pembangunan masjid di rw kami yang berbarengan dengan pembangunan rabat beton.

Baca juga :  Bripka Hofidul Azis Dan Briptu Amir Giat Patroli Dialogis Karyawan Minimarket Himbau 3M

“Kami Berarap selain pembangunan fisik, agar ada peningkatan dibidang sarana kesenian dan tempat pembuangan sampah atau pengolahan sampah.”pungkasnya.

Sementara itu di rumah kediamannya, kepala desa Sawah Dadap Suganda menyampaikan bahwa dirinya sesuai dengan perintah Presiden RI Ir. H Joko Widodo, perihal penggunaan bantuan dana desa seluruh lapisan masyarakat harus mengawasi, baik itu instansi terkait, Penegak hukum, BPD, Rw, Rt , dan masyarakat.

“Serta setiap akan melaksanakan pembangunan program pemerintah, saya selalu melakukan rapat perencanaan pembangunan dan keterbukaan anggaran, sesuai dalam UUD informasi keterbukaan publik, akan tetapi jika ada sisa dari anggaran tersebut silahkan diatur oleh masyarakat itu sendiri dan dipergunakan untuk masyarakat, agar tidak ada unsur suudzon, miss komunikasi yang akhirnya akan muncul distrust, serta pertanyaan yang tidak mendasar jika sudah terjadi distrust akan sulit membangun komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat,”Jelas Kadus

Dijelaskan juga oleh kades Suganda, brutto anggaran Rp. 52.000.000 tersebut untuk panjang 482m², Lebar 1.2m², dan tinggi 0.08cm untuk para pekerjanya yaitu masyarakat dari rw 11 nya sendiri dan Didesa kami saya terapkan jika ada pembangunan di satu titik rw maka yang mengerjakannya masyarakat dari rw dan begitu seterusnya.

“Dengan tujuan bahwa bantuan dana desa ini adalah untuk pembenahan lingkungan, kesehatan, akses jalan guna mempermudahkan baik itu hasil produksi tani, orang berdagang dan juga efektif dan efisiensi dalam anggaran pengeluaran biaya masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi, selain itu juga bantuan dana desa bisa juga diberdayakan untuk non fisik, diantaranya kesenian dan bidang lainnya,” terangnya

Selain itu Suganda menyampaikan, perihal sampah itu adalah trend nasional itu dikembalikan ke perilaku serta kesadaran manusianya itu sendiri, untuk pengolahan sampah Didesa saya membenarkan bahwa mereka memakai lahan yang sudah disepakati sebagai tempat pembuangan sementara yang dengan cara dibakar lalu dikubur.

Baca juga :  Patroli Antisipasi C3 Dan Covid-19 Polsek Telukjambe Barat Sasar Pangkalan Ojeg

“Dengan harapan semoga dibalik kesadaran masyarakatnya untuk tidak membuang sampah sembarangan, semoga untuk kabupaten Sumedang mempunyai tempat pembuangan sampah dan pengolahannya,agar terciptanya motto Sumedang “Simpati”,”Tandasnya

Kontributor : Asep Nana

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru