oleh

Bos Takke Gruop Mangkir Tak Penuhi Panggilan Penyidik Polres Metro Bekasi Kota

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Kasus penembakan yang menewaskan Danny Wadanugun (41) korban aksi pengeroyokan dari gerombolan orang tak dikenal yang terjadi 21 Juni lalu di sebuah lahan kosong samping Apartemen Metro Galaxi Park, Kota Bekasi terus bergulir. Direktur Utama Takke Gruop Laurent M.Takke sudah dilakukan pemanggilan sebanyak dua kali. Namun Laurent mangkir dari pemanggilan Penyidik Polres Metro Bekasi Kota.

Demikian dikatakan Budiyono, SH sebagai salah satu pengacara korban Alm Danny, usai menemui Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Imron Ermawan, Rabu (17/7/2019).

Selain itu ada 16 saksi yang sudah dimintai keterangannya terkait peristiwa penembakan yang menewaskan 1 orang dengan luka tembak di perut, luka tembak di paha 1 orang dan 5 korban luka bacok senjata tajam.

Kata Budiyono diantara saksi korban ada saksi dari karyawan PT Anugerah Duta Sejati (ADS) yakni bagian marketing dan satpam. Lanjut Budiyono, penyidik juga telah memanggil 2 kali Laurence M. Takke (Dirut PT Anugerah Duta Sejati), namun belum juga hadir.

“Sehingga penyidik berencana untuk melakukan pemanggilan yang ketiga disertai upaya penjemputan paksa,” bebernya.

Almarhum Danny Wadanugun almarhum  (41) adalah
korban meninggal karena terkena peluru pada peristiwa penyerangan oleh sekitar 30 orang tidak dikenal pada tanggal 21 Juni 2019 lalu, di Cucian Mobil & Motor, samping Apartemen Metro Galaxy Park, Jl. KH. Noer Ali, Kota Bekasi.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Lisyanti (41), istri Almarhum Danny Wadanugun (41), juga datang ditemani pengacara untuk menemui Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol. Imron Ermawan.

Pada pertemuan tersebut, Lisyanti didampingi oleh 2 (dua) orang Penasihat Hukumnya, BUDIYONO & WINTER E. SITUMORANG dari Kantor Hukum BMS Situmorang & Rekan.

Baca juga :  Cek Kondisi Tahanan Polsek Batujaya Kontrol Para Tahanan

Kepada istri Danny Wadanugun almarhum, Kasat Reskrim, Kompol. Imron Ermawan memberitahu bahwa dari pihak penyerang ada juga 3 (tiga) orang yang menjadi korban luka, dan katanya mereka akan melaporkan teman-teman Danny Wadanugun almarhum yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat terjadi bentrokan.

Tanpa menjelaskan kaitannya secara rinci, Kompol. Imron Ermawan juga menjelasakan bahwa dalam proses penyelidikan, Penyidik Polres Metro Bekasi Kota telah dan sedang melakukan koordinasi dengan POMAL (Polisi Militer Angkatan Laut).

Pada kesempatan itu, Kata Budiyono, Kompol. Imron Ermawan juga menjelaskan bahwa CCTV yang ada di Apartemen Metro Galaxy Park maupun CCTV yang ada di Cucian Mobil & Motor di TKP tidak merekam peristiwa  penyerangan termaksud.

“Namun demikian Barbuk amunisi FN kaliber 0.9 mm dan CCTV TKP lagi di uji di Puslabfor Mabes Polri,” jelas Budiyono. (Fie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru