oleh

Nasib Kakek 79 Tahun Acam bin Mendung, Di Ujung Tanduk Mafia Tanah di Bekasi ??

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Wajah pucat dengan raut muka sedih terlihat di muka Acam bin Mendung kakek berusia 79 tahun yang saat ini tengah meringkuk di jeruji tahanan Kejari Kota Bekasi dan selanjutnya ditahan di Lapas Bulakkapal.

Harapan Acam agar kasusnya bisa terkuak demi rasa keadilan di negeri ini, Ia ungkapkan sesaat ketika ditahan sementara di Kejari Kota Bekasi, sesampainya dari Polda Metro Jakarta, Kamis (11/7/2019).

“Saya selalu berdoa dan berharap agar kasus saya bisa selesai dan membebaskan saya dari semua tuduhan itu,” ucapnya sedih.

Menurut pengacara Acam bin Mendung, Budiyono dari Kantor Hukum BMS Situmorang & Rekan, saat ditemui menceritakan  kisah sedih kliennya itu sudah berlangsung satu setengah tahun, sejak 05 Februari 2018 lalu. Dimana tanah miliknya seluas 1.600M2 dengan Surat Girik C. 997 Persil 69 D.III Klas 26 seluas 3.000 M2 yang terletak di samping kiri Apartemen Metro Galaxy Park, Kota Bekasi  dijual oleh Hotmariani Saragih (Ny. Dr. Manumpak Sianturi, SH, MH, MM) kepada Takke Group cq. PT Anugerah Duta Sejati cq. Laurence Martiadi Takke.

Lebih sedihnya lagi kata Budiyono, degan maksud untuk mengosongan lokasi tanahnya, Acam pun dilaporkan oleh Laurence Martiadi Takke atau Suratman CH ke Polda Metro Jaya berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/6773/XII/2018/PMJ/ Ditreskrimum tanggal 10 Desember 2018 dan menjadi tersangka dengan tuduhan menipu dan menggelapkan uang PT Anugerah Duta Sejati  sebesar Rp. 306 juta pada tanggal 09 Februari 2017, uang mana tidak pernah dilihat atau diterima oleh Acam.

Penyidik Polda Metro Jaya cq. Dirreskrimum (Kombes Roycke Harry Langie,S.I.K.,M.H.), Kabsubdit 2 (Komisaris Polisi M.Gafur A.H. Siregar,S.I.K.), Kanit (2) Kompol Samian, SH,S.I.K.,M.Si., dan Penyidik IPDA Widodo,S.H. justru mempercayai  sepenuhnya informasi pemberian uang yang disampaikan PT Anugerah Duta Sejahtera tersebut.

Baca juga :  LKAPP Sejuta Hati, Gelar Nikah Massal

Sehingga kata Budiyono, Penyidik Polda Metro Jaya tergerak untuk menangkap dan menahan Acam bin Mendung terhitung sejak tanggal 16 Mei 2019, atas dugaan tindak pidana Penipuan dan atau Penggelapan dan atau Pemalsuan Surat dan atau menyuruh menempatkan Keterangan Palsu ke dalam Akta Authentik sebagaimana dimaksud dalam  Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP  dan atau Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 266 KUHP yang terjadi pada tanggal 09 Februari 2017 di Kali Malang Kota Bekasi.

Sejak 16 Mei 2019 Acam bin Mendung ditahan oleh Penyidik Polda Metro Jaya, dan puncaknya saat tragedi penembakan orang kepercayaannya Danny Wadanugun (41) terbunuh secara tragis oleh orang tak dikenal pada tanggal 21 Juni 2019 di lokasi tanah yang disengketakan.

“Dalam situasi pengusutan kasus kematian Danny di Polres Metro Bekasi Kota tak jelas hasilnya,  Acam pun ditahan dan akan dituntut oleh JPU Fariz Rachman,SH,” beber Budiyono.

Semua Tim Pengacara Acam Bin Mendung, yang tergabung dalam Kantor Hukum BMS Situmorang, pun sempat terkejut dan terheran-heran, saat mengetahui dari link berita di beberapa media online Minggu, 7 Juli 2019 lalu, bahwa pada hari Selasa, 2 Juli 2019,

Chief Executive Officer (CEO) Takke Group, Laurence M. Takke  menemui dan memberi laporan kepada Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, dengan mengaku sebagai korban praktek Mafia Tanah, dan   mendiskreditkan Acam bin Mendung sebagai bagian dari Mafia Tanah.

Pengakuan dan tindakan itu dilakukan Laurence M. Takke di saat Acam bin Mendung sedang teraniaya karena penegakan hukum yang salah oleh Polda Metro Jaya, serta di saat keluarga besar Almarhum Danny Wadanugun (41) sedang berduka dan menunggu keadilan.

Baca juga :  Soal Pembubaran HTI, Begini Sikap PP GMKI Kepada Wiranto

Namun sayangnya, kata Budiyono, tidak dijelaskan, apakah kematian mengenaskan Danny Wadanugun (41) tanggal 21 Juni 2019 lalu di atas tanah yang diklaimnya sebagai bekas tanah garapan Ny. Dr.ManumpakSianturi,SH,MH,MM, juga dilaporkan atau dikeluhkan oleh Laurence M. Takke kepada Bpk. Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Sementara ketika awak media mencoba mengkonfirmasi ke salah satu Direktur Pt Takke Gruop, Suratman CH soal tanggapannya terkait perkara hukum yang tengah dihadapi Takke Gruop dengan Acam Bin Mendung melalui telepon dan Whatshapp, Namun sayangnya Suratman sampai berita ini dimuat tidak meresponnya. (fie)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru