oleh

Tak Terima Dikritisi Soal Bendera Merah Putih yang Dibiarkan Robek, Pejabat Propinsi Babel bersikap Arogan ke Wartawan

Babel, Kicaunews.com – Merasa tak terima dikritisi, seorang pejabat di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Propinsi Bangka Belitung bersikap arogan tak menghargai profesi wartawan yang hendak mewawancarai soal kondisi bendera merah putih yang ada di depan kantornya dibiarkan rusak dan tidak terawat.

Peristiwa tersebut terjadi ketika simbol negara Indonesia bendera merah putih yang selalu berkibar di setiap perkantoran pemerintahan yang wajib dirawat dan dijaganya dari kerusakan, justru dibiarkan tak terawat dengan kondisi lusuh dan robek.

Peristiwa ini mengundang keprihatinan masyarakat dari berbagai elemen masyarakat seperti Organisasi Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI), Pemuda Pancasila (PP), Laskar Merah Putih (LMP),dan mendatangi kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bangka Belitung yang berlokasi di Jalan Rasakunda Perkantoran Kota Pangkal Pinang, Senin, (1/7/2019).

Tujuan kedatangan mereka untuk memberikan teguran dan menyerahkan sebuah bendera merah putih sebagai tanda kecintaan mereka terhadap tanah air.

Namun niat baik elemen masyarakat ini malah membuat Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Propinsi Bangka Belitung, Rofiko marah dan arogan terhadap wartawan yang ingin meminta tangapannya.

Peristiwa tersebut terjadi ketika salah satu wartawan meminta tanggapannya kepada Rofiko terkait kondisi bendera merah putih yang robek dan dibiarkan berkibar namun Rofiko dengan nada arogan dan mengancam mencabut keanggotaan awak media tersebut dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

” Kalian ini bukan suruhan siapa-siapa bukan, ya?? Kamu kok jadi wartawan ngurusin bendera-bendera ada apa?? Kamu saya cabut PWI kamu dan saya lapor ke PWI pusat, kamu ini siapa ? Wartawan apa kamu, mana kartu wartawan kamu? saya cabut kartu wartawan kamu, saya ini bekas kepala Kominfo,” ucapnya lantang dengan emosional sembari pergi menaiki mobil dinas.

Baca juga :  Pilkada Indramayu Tahun 2020 Wujudkan Damai, Polres Indramayu Gelar Silaturahmi Kamtibmas Dengan GP Ansor

Menanggapi sikap arogansi pejabat Propinsi Bangka Belitung tersebut terhadap wartawan yang tengah menjalankan tugas jurnalisnya, Ketua DPD PWRI Kota Bangka Belitung, Mayres Kurniawan mengaku sangat kecewa dan prihatin dengan sikap Rofiko sebagai pejabat publik yang seharusnya menghormati profesi jurnalis yang telah diatur dalam UU Pers.

” Saya sangat menyayangkan dengan apa yg telah dilakukan oleh Rofiko , apalagi dia mengaku pernah menjabat di Dinas Kominfo, harusnya lebih terbuka kepada siapapun. Karena ini menyangkut ia sebagai seorang pimpinan yang notabenenya harus lebih arif dan bijak menyikapi sebuah masalah. Substansi bendera adalah milik negara dimana dia digaji oleh negara dari uang rakyat jadi kalau dia merasa tidak menerima atas kritikan kita sebagai rakyat Indonesia perihal bendera merah putih yang sobek itu, lebih baik dia jangan menjabat jadi kepala dinas dan jangan tinggal di Indonesia,” tegas Mayres.

“Saya meminta gubernur mengevaluasi kembali statusnya sebagai kepala dinas, masih banyak SDM-SDM muda yang lebih baik lagi dan lebih menghormati bendera merah putih,” pungkasnya dengan nada kesal. (Fie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru