oleh

Kadis LHK Kabupaten Sumedang : PT. Kewalram Mendapatkan Sanksi Administratif Dari Kementrian Lingkungan Hidup

Sumedang, Kicaunews.com – Berbekal pemberitaan dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT. Kewalram, PT. Karina Nabati, dan PT Koriester, maka team pun berkunjung ke Dinas LHK kabupaten Sumedang,untuk mendapatkan tanggapan dari Dinas LHK yang berkompeten dibidangnya,

Kami pun dapat bertemu langsung dengan Kepala Dinas LHK kabupaten Sumedang Ir. H. Amim Mm.,didampingi oleh bagian penyidikan dan penindakan lapangan Dinas LHK Agus yang menyampaikan bahwa PT. Kewalram sebetulnya sedang dalam proses mendapatkan Sanksi Administratif yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, perihal pelanggaran administrasi dalam perijinan.

“Dengan adanya delik aduan melalui pemberitaan media ini tentang dugaan pelanggaran pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan oleh PT. Kewalram, pihaknya akan secepatnya berkoordinasi dengan Dinas LHK provinsi Jawa Barat, dan Dinas terkait,”ungkapnya saat dikonfirmasi dikantornya, Jumat (28/06/2019)

Ketika menjawab perihal adanya kerjasama dengan PT. Kewalram Untuk pengujian air limbah hasil produksi, yang pernah disampaikan oleh Kabul personalia Pt. Kewalram  bahwa untuk uji Lab pt kewalram bekerjasama dengan Laboratorium Dinas LHK kabupaten Sumedang.

Kadis LHK menyampaikan bahwa Dinas LHK kabupaten Sumedang tidak mempunyai Laboratorium seperti yang disampaikan oleh personalia pt kewalram dan tidak ada bentuk kerjasama apapun dengan Pt kewalram yang dimaksud dengan Laboratorium pengujian adalah cv Tirta Wening, yang memang Laboratorium terakreditasi yang sering menjadi tempat pengujian sample limbah perusahaan perusahaan dan hasilnya itulah yang harus disampaikan ke Kami untuk acuan keluarnya surat dari kami bahwa yang bersangkutan telah diketahui oleh kami tentang baku mutu pembuangan limbah cair mereka dan itu rutin atau harus dipertiap 6 bulan,”terangnya

Selain itu,  pihak kami pun tidak diberikan salinan hasil uji Lab  yang sudah seharusnya PT. Kewalram mengirimkannya kepada kami. Tandasnya.

Baca juga :  Bupati Karanganyar dan Anggota DPR Resmikan Lapangan Voly Kridha Mudha

Sementara itu, Ningsih perwakilan warga kp cikijing memperlihatkan surat berita acara pengambilan contoh yang diklaim oleh Kabul dan di sampaikan kepada kami bahwa ketika pengambilan sample limbah mereka, bekerjasama dengan Dinas LHK, yang juga jenjang waktu dari pengambilan sample hingga hasilnya itu terhitung 10 hari kerja, sejak tanggal 23/05/2019 silam hingga kini perwakilan warga belum mendapatkan bukti hasil yang dijanjikan oleh Kabul akan mendapatkan salinannya.

“Selain Dugaan mencemari lingkungan, PT.  Kewalram yang diwakili oleh Kabul selaku personalia diduga juga melakukan pembohongan publik,” ujar ningsih kepada team kicaunews.

Dinas LHK kabupaten Sumedang pun memfasilitasi delik aduan dari perwakilan warga meski beda kabupaten, namun dikarenakan perusahaan tersebut berada di kabupaten Sumedang, dengan cara mengisi form delik aduan. Pungkasnya

 

Kontributor : Asep Nana

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru