oleh

Diduga Hanya Menguntungkan Segelintir Pihak, Tiga Perusahaan Ternama Cemari Lingkungan

Kab. Bandung, Kicaunews.com – Dampak dari dugaan pencemaran lingkungan dari hasil pembuangan limbah cair B3, Tiga perusahaan ternama, PT. Kewalram, PT. Karina Nabati, dan PT. Koriester dengan bau yang sangat menyengat, sangat dirasakan baik oleh warga kp bojong bolang desa mangun arga ataupun warga kp cikijing desa linggar.

Penelusuran team kontributor kicaunews menemani perwakilan warga kp cikijing desa linggar yang berbekal hasil statement dari semua pihak dan bukti audio visual,yang berawal mei 2019 Silam serta dukungan dari warga masyarakat dua wilayah berbeda.

Tidak hanya itu, team kontributor kicaunews beserta team media lainnya juga perwakilan warga menghadapi tembok alibi yang keras dan saling klaim tatkala mencoba mendatangi perusahaan perusahaan terduga ada yang mencoba mempermainkan dari apa yang menjadi janji untuk menerima aspirasi masyarakat untuk solusi dari apa yang menjadi keluhan warga ada yang menampilkan oknum orang media yang menjadi juru bicara dari salah satu perusahaan tersebut.

Menurut Ningsih Perwakilan RT. 01 Cikijing mengungkapkan jika dikaitkan dengan apa yang menjadi two foxy sebagai insan media sangat bertolak belakang jika dilihat dari UU Pers, dengan mencoba memberikan alibi hingga harus beradu argumentasi dengan kami sesama insan media yang mengedepankan apa yang menjadi tugas pokok sebagai pewarta ada juga yang selalu mengandalkan satgas citarum harum ketika untuk memberikan penjelasan dari apa yang ditanyakan serta disampaikan oleh dari apa yang menjadi keinginan masyarakat banyak.

“Selain itu juga, yang dilihat dari tugas pokok satgas citarum harum adalah justeru mengawasi serta menindak jika terbukti melakukan pencemaran walau juga dari perusahaan yang sempat akan menghadirkan satgas citarum harum untuk menyambut kedatangan perwakilan warga serta kami dari team media kicaunews serta team media lainnya tidak terjadi,” jelas ningsih kepada reporter Kicaunews.com, Kamis (27/06/2019).

Baca juga :  Dukungan DPR untuk Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Bagaimana tidak?dengan hanya menguntungkan 4 orang yang mengklaim empunya dari tanah yang menjadi aliran selokan yang dilewati oleh aliran pembuangan limbah cair perusahaan perusahaan, justeru yang mendapatkan imbas adalah masyarakat banyak yang merasakan bau menyengat dan ditakutkan akan terjangkit penyakit ISPA, karena disetiap harinya menghirup bau tak sedap di per tiap waktu tertentu.

“Berbeda dengan perusahaan perusahaan yang lain, PT. CSP yang walaupun awalnya diduga juga ikut mencemari lingkungan, ternyata ketika sudah di datangi oleh Satgas Citarum Harum untuk mengecek dan mengawasi pengelolaan limbah mereka itu dinyatakan bebas dari unsur B3 juga mau menerima dan siap memfasilitasi dari apa yang menjadi aspirasi masyarakat,”paparnya

Dalam penyampaian dari Heri Kabag Umum dari PT. CSP yang juga menyewa gedung pabriknya di kawasan PT. Sunson mengatakan kami siap dan akan memfasilitasi aspirasi warga sesuai prosedur secara perjanjian tertulis dan kami menunggu bentuk persuasif dari perwakilan warga.

Disatu sisi lain Misalnya PT. Kewalram jika pun untuk menjawab issue yang beredar serta diduga menghadirkan alibi melakukan uji Lab yang bekerjasama dengan LHK kabupaten Sumedang dan akan memperlihatkan hasilnya terhitung dari 10 hari kerja pada mei 2019 silam akan tetapi sampai saat ini belum juga untuk menunjukkan bukti hasil Lab nya itu kepada perwakilan warga dan kenapa juga walaupun pihaknya menganggap sudah menurut dari Standart Baku Mutu yang ditentukan oleh Dinas LHK, masyarakat masih mengeluhkan bau limbah dan menganggap itu hasil dari limbah PT. Kewalram dan dua perusahaan lainnya.

Sementara itu saat Team kontributor kicaunews ketika dilokasi PT. Koriester menemukan hal yang dapat diduga bahwa mereka buang limbah cair mereka yang masih berunsur B3, Meski pihaknya mengklaim bahwa sudah sesuai standart baku mutu dari runtutan bukti gambar (photo hasil jepretan kami) dilokasi PT. Koriester mulai dari bak penampungan dan pengolahan limbah cair mereka yang berada dibelakang Pos security pertama mereka dan juga terlihat alur pipa paralon, yang jika diperhatikan berujung langsung ke sungai kecil dibelakang benteng mereka juga dari saluran pembuangan yang mereka buat untuk mengalirkan pembuangan limbah cair mereka yang terlihat masih berwarna merah dan terdapat lubang dibenteng mereka yang berujung langsung ke sungai kecil dan area pesawahan warga.

Baca juga :  Tokoh Adat Dusun Sukajaya Gelar Kegiatan Tradisi "Nyuguh"

“Walaupun mereka mengklaim bahwa hasil pembuangan limbahnya itu digunakan oleh warga untuk mengaliri sawah mereka. Tidakkah berdampak yang serius akan kesehatan warga yang pemukimannya dilewati oleh hasil pembuangan limbah dari PT. Koriester,”

Perwakilan Team kicaunews dan forum perwakilan warga akan juga mendatangi instansi terkait yang berkompeten dibidang limbah khususnya, serta membawa delik aduan hasil pemberitaan kami yang didukung penuh oleh bukti statement serta hasil wawancara berbagai pihak ke bupati dan gubernur jawa barat. Pungkasnya

Kontributor : Asep Nana

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru