oleh

Bukti Dugaan PT. Koriester Buang Limbah B3, Meski Mengaku Sudah Menurut Standart Baku Mutu

Kab. Bandung, Kicaunews.com – PT. Koriester yang berada dikawasan PT. Sunson atau mengontrak di kawasan yang bergerak dibidang textile, yang mengoptimalkan jam kerja 3 shift yang selama ini menjadi buah bibir di masyarakat baik itu warga Kp. Bojong Bolang Desa Mangun Arga Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang dan warga masyarakat Kp. Cikijing Desa Linggar Kecamatan Rancaekek kabupaten bandung yang diduga telah mencemari lingkungan dengan membuang limbah cair B3 nya hingga berdampak bau menyengat yang sangat mengganggu warga masyarakat dua wilayah.

Team kontributor kicaunews pun mencoba berkunjung ke PT. Koriester untuk mendapatkan konfirmasi dari pihak management terkait apa yang menjadi dimasyarakat.

Diawali pada bulan puasa mei 2019 Silam, penelusuran team kontributor kicaunews yang juga sambil menemani perwakilan warga kp cikijing desa linggar, berkunjung ke PT. Koriester pada saat itu kami diterima oleh salah satu orang yang ditunjuk untuk menerima serta menjawab berbagai pertanyaan kami.

Menurut Firman Personalia PT. Koriester menyatakan bahwa perihal kenapa mereka buang limbah ke arah aliran sungai yang melintasi pemukiman warga kp bojong bolang dan menyeberang dan melintasi kp cikijing berujung di aliran sungai cinanggul cikijing,itu yang pertama adalah dikarenakan sudah menurut Standart Baku Mutu yang ditetapkan oleh Dinas LHK kabupaten sumedang.

“Selain itu, kami beserta PT. Kewalram, PT. Karina Nabati dan PT. CSP sudah memberikan kompensasi uang sebesar 8 juta rupiah gabungan dari empat perusahaan termasuk kami, untuk warga bojong bolang,”ungkapnya

Dan kami pun sudah lakukan CSR untuk lowongan ketenagakerjaan bagi putra daerah, dulu memang kami sudah dilarang bahkan sempat ditutup, setelah adanya perjanjian tersebut akhirnya kami pun dapat ijin untuk kembali mengalirkan pembuangan limbah kami ke saluran sungai.

Baca juga :  Bhakti Brimob Jabar Untuk Masyarakat Cegah Corona Dengan Penyemprotan Disinfektan Secara Mandiri

“Bukan hanya itu pihak kami juga sudah memiliki ijin meski tidak memperlihatkan bukti fisik dari surat ijin nya itu. Namun yang mencengangkan bagi kami adalah saling klaim antara ketiga perusahaan itu adalah saling tuduh bahwa limbah cair hasil pembuangan Pt mereka masing masing yang berbahaya dan jauh dari Standart Baku Mutu,”tambahnya

Rasa kekecewaan pun diterima oleh Ningsih kepengurusan Rt 01 rw 10 kp cikijing desa linggar yang mewakili warganya untuk meminta solusi serta menyampaikan aspirasi masyarakat terkait dampak yang dirasakan oleh warganya akibat bau menyengat hasil dari pembuangan limbah yang diduga dari ketiga perusahaan ternama terkait juga pt koriester yang tidak memberikan solusi serta menyerap atau menerima atas aspirasi masyarakat.

“Ikhwal pembuangan limbah yang tidak menurut dari baku mutu hingga membuat resah warga masyarakat dua wilayah tersebut akibat bau menyengatnya itu dibenarkan oleh ketua Rw 01 kp bojong bolang desa mangun arga kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang. Singkatnya

Ditempat yang sama H. Dudin ketua Rw 01, kp bojong bolang menyatakan ya tidak dipungkiri bahwa warga kami mengeluhkan bau limbah dan juga perihal perjanjian kompensasi yang diterima kami dari perusahaan perusahaan tersebut benar adanya.

“Namun perihal fisik uang kompensasi saya dipertiap bulannya tidak pernah melihat ataupun menerima, dijelaskan secara rinci oleh h Dudin bahwa, 8 juta rupiah kompensasi dari perusahaan perusahaan diantaranya : 4 juta untuk 4 orang yang mengklaim memiliki tanah yang menjadi saluran kali kecil tersebut masing-masing 1 jt rupiah,3 juta untuk pemasukan kas Rw dari dua rw yaitu rw 01 yang saya pimpin, dan rw 02 yang dipimpin oleh h udin, namun yang satu juta nya per tiap bulan sampai saat ini tidak jelas kemana dan oleh siapa,”jelasnya.

Baca juga :  GMKI: Pemuda Jangan Mau Dipecah Belah, Konferensi Momentumnya

Selain kompensasi yang diminta oleh warga kami, ada satu point yang sampai saat ini tidak dijawab oleh perusahaan perusahaan adalah ketika kami meminta secara tertulis pernyataan dari perusahaan perusahaan untuk tidak akan membuang limbah b3 nya.

“Pada saat musyawarah dengan warga dan perwakilan dari perusahaan hingga saat ini belum mencapai sepakat dikarenakan apa yang saya sampaikan tentang bagaimana nasib warga yang banyak ketimbang 4 orang yang mengklaim memiliki tanah yang menjadi selokan aliran yang dilintasi oleh pembuangan limbah cair dari perusahaan perusahaan,”papar H. Dudin kepada reporter Kicaunews.com, Kamis (27/06/2019).

Hal yang sama disampaikan oleh Tito, Mantan Rw 01 kp bojong bolang bahwa point tentang jawaban secara tertulis dari pihak perusahaan terkait untuk tidak membuang limbah cair yang berunsur b3 nya.

“Meski dia yang mengawali tentang adanya perjanjian kompensasi kepada masyarakat yang diawali laporan dari orangtuanya salah satu dari yang mengklaim memiliki tanah yang menjadi selokan, tapi saya merasa kecewa dengan tidak dijawab nya point yang dimaksud,”tambah tito

Lalu jika memang perusahaan tersebut sudah mengaku mengikuti apa yang ditetapkan oleh Dinas LHK setempat dan satgas citarum harum sektor Cimanggung Kabupaten Sumedang, kenapa warga masyarakat masih mengeluhkan tentang bau menyengat dan menerima dampak dari pembuangan limbah dan kemana uang sebesar 1 juta rupiah yang menjadi bagian dari dana kompensasi pertiap bulannya dari perusahaan, Akankah pihak terkait berdiam diri dengan adanya keluhan warga masyarakat dua wilayah ini. Tandasnya

Team kontributor : Asep Nana/Ningsih/Ahmad daniel

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru