oleh

Seakan Dipermainkan, Forum RW Desa Linggar Kecewa Perusahaan Tidak Peduli Atas Aspirasi Masyarakat

Kab. Bandung, Kicaunews.com – Ketua forum Rw Desa Linggar Asep Dedi, beserta beberapa kepengurusan Rt yang mewakili masyarakat desa Linggar, dari tiga Rw yang dilintasi aliran sungai drainase trotoar sepanjang jalur jln raya cileunyi cicalengka yang terkena imbas dari dampak bau limbah yang sangat menyengat, yang mereka duga aliran pembuangan PT. Kewalram, PT. Karina Nabati, PT. Koriester dan PT. CSP dua perusahaan yang berada dikawasan PT. Sunson, Mendatangi PT. Kewalram Untuk menyampaikan apa yang selama ini dikeluhkan oleh warganya.

Berbekal juga dari hasil penelusuran istri dari ketua Rt 01 rw 10 kp cikijing desa linggar yang peduli akan keluhan warganya serta dikarenakan letak rumah dari istri ketua rt tersebut berada persis didepan aliran drainase trotoar yang pada saat penelusuran ditemani oleh team media kicaunews puasa silam, dan juga pernah diterima oleh pihak PT. Kewalram yang sudah sempat untuk menjanjikan waktu agar terciptanya apa yang menjadi aspirasi warga, yang hanya saja dari pihak PT. Kewalram tersebut seakan mengulur ulur waktu untuk janji kepada mereka akhirnya rombongan perwakilan kepengurusan Rt dan rw desa linggar pun mendatangi PT. Kewalram

Menurut Asep Dedi Rustandi Ketua Forum Rw Desa linggar menyampaikan bahwa, kenapa kami bergerak? kami sudah cukup bersabar dengan kondisi seperti ini, hanya saja kali ini kami sudah tidak tahan, jadi sebelum warga ataupun masyarakat yang mendatangi perusahaan yang diduga telah mencemarkan lingkungan hingga kami harus merasakan bau menyengat, maka kami yang mewakili dulu mereka.

“Soal dukungan warga, ya kami didukung penuh oleh warga kami yang sudah tidak mempercayai lagi akan pemimpin kami yang padahal sudah mengetahui hal ini akan tetapi seakan tidak mengindahkan, ini adalah bentuk ketidak percayaan masyarakat terhadap satgas citarum harum yang tidak mungkin tidak mendengar ataupun mengetahui keluhan warga kami ini,”ungkap Asep Dedi Kepada Reporter Kicaunews.com, Selasa (25/06/2019).

Baca juga :  ARTI GERAK SHALAT

Hal ketidak percayaan masyarakat tersebut itu bisa saja benar adanya terbukti dengan adanya dugaan pencemaran limbah oleh PT Budi Agung namun seakan dibiarkan dan tidak ditindaklanjuti.

Ketika sudah berada di kawasan PT kewalram, mereka mendapatkan kekecewaan dikarenakan tidak satupun dari pihak Perusahaan untuk menemui mereka, bahkan disampaikan oleh istri dari ketua rt 01 rw 10 bahkan sempat terjadi ketegangan ketika berada di pos security, dikarenakan ada alasan bahwa salah satu manager dari pt kewalram yang bernama H. Adeng tidak bisa menerima rombongan jika tidak bersama pa kabul salah satu personalia PT. Kewalram.

“Sementara dulu pun ketika saya berkunjung ke mereka tambah istri ketua rt 01, pa kabul bilang bahwa ini ranahnya pa H. Adeng, seakan kami ini di bikin bola pingpong saja lempar sana lempar sini seakan tidak dihargai bahwa kami ini pengurus yang mewakili warga kami,”jelasnya

Selain itupula bahkan ketua forum Rw sempat mengucapkan bahwa besok lusa perwakilan masyarakat ini akan datang kembali, akan tetapi jika kami tidak difasilitasi untuk bertemu dan tidak ada yang menerima kami maka kami akan datang dengan masa yang banyak. Pungkasnya.

Tidak hanya pt kewalram, namun PT. Karina Nabati dan Perusahaan yang ada di kawasan PT. Sunson yang akan didatangi oleh mereka.

Team kontributor kicaunews : Asep Nana/Ningsih/Ahmad Danil

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru