oleh

Cerita Driver OJOL ketika Ngalong (Ngojek Malam Hari)

JAKARTA,KICAUNEWS.COM-Menyikapi Dalam Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2019 telah disahkan berapa bulan lalu oleh Kementrian Perhubungan dianggap sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memprioritaskan keselamatan mitra driver dan penumpang.

Dengan prihal tersebut Bapak Njoni Sidalidali menyikapi tentang keselamatan mitra driver bukan dilihat secara penampilan keselamatan prioritaskan pakaian tapi prioritaskan orderan bagi driver supaya pulang bawah uang buat keluarga dan kita berjam-jam baru kasih satu order.Bagaimana tentang keselamatan uang dapur,servis motor,dengan lain-lainya ungkap Bapak Njoni Sidalidali yang sudah berumur 52 dari Driver Grabbike.(22/06/19).

Bang Aziz dan Indar berbincang di Bascame Gojek Duren Sawit Jl.Dermaga Raya mengenai teror Driver Gojek dengan memesan order kemudian menelpon Driver Gojek dengan dibatalkan orderan ataupun itu seribuan alasan atas nama orang dari PT Gojek meminta NIK KTP.

Ini adalah modus penipuan bagi Driver Gojek sangat merugikan maka PT Gojek harus mengverifikasi No telpon,kebanyakan modus dipakai No telpon luar negeri Kenapa PT Gojek mentidak tegas kasus tersebut imbau Bang Aziz.

Ditemui di warung kopi Depan Hotel Renza Jl.Dermaga Jakarta-Timur korlap Gojek menuturkan bahwa sesungguhnya keselamatan Driver ojol memang sangat diperlukan tapi kalau orderan anyep (sepi) apakah kita tidak memikir tentang itu,Pastilah kebanyakan kejadian kecelakaan driver ojol karena order anyep menjadi beban pikiran dan keliling,muter-muter dengan pikiran tak konsentrasi lagi berkendara motornya dan juga orderan harus digacorkan supaya pulang driver bawah pulang istri senang ungkap Korlap Bang Ipan.

Semoga kita dijauhkan dari kemudhorotan dan di beri kesehatan jiwa raga…Aamin Ya Rabbal’alamin

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru