oleh

Camat Sindang Lakukan Rakor Desak Pompanisasi Segera Sikapi Lahan Terancam Kering

INDRAMAYU, Kicaunews.com – Sawah adalah lahan bergantungnya kehidupan bagi para petani, hasil sawah yang baik adalah impian semua para petani namun dalam musim gadu hambatan untuk para petani adalah kurangnya pasokan air baik dari sungai maupun hujan.

Untuk merespon ancaman kekeringan yang menimpa dua desa di wilayah Kecamatan Sindang kabupaten indramayu. Camat Sindang gelar rapat koordinasi dengan semua komponen diantaranya Danramil, Kapolsek, Kuwu, Gapoktan, UPT Pertanian, UPT Pengairan, Jasa Pompanisasi dan juga organisasi pemuda (KNPI). gelar rapat koordinasi (rakor) membahas ancaman kekeringan dan penanggulangannya dengan cara diskusi bersama untuk mencari solusi dari persoalan ancaman kekeringan tersebut bertempat di Aula kecamatan Sindang, Selasa (18/6).

Dalam kesempatan ini Camat Sindang menghimbau khususnya kepada kelompok Jasa Pompanisasi untuk bisa melepaskan ego sektoral, lebih kearah komunikasi dan koordinasi sesama kelompok Jasa Pompanisasi se kecamatan Sindang sehigga terjadi gotongroyong untuk mengairi sawah di wilayah masing-masing serta persoalan yang timbul di wilayah desa agar bisa menyelesaikan masalah ditingkat desa bersama kuwu.

Rakor dipimpin langsung oleh Camat Sindang Drs. H. ALI SUKMA JM, M.Si, dan menghasilkan 4 point kesepakatan : 1. Penggelontoran air dari sungai Cimanuk sodetan lewat wilayah Desa Terusan dipool ke sungai Cipondong, 2. Pengadministrasian Kelompok Jasa Pompanisasi secara tertib 3. Pembentukan kelompok Jasa Pompanisasi diketahui oleh Muspika, 4. Pertemuan komunikasi antara kelompok Jasa Pompanisasi minimal 1 bulan sekali.

Disampaikan lebih lanjut oleh Camat, Camat beserta Muspika semenjak hari pertama setelah libur lebaran (10/6) sudah keliling ke lokasi yang terancam kekeringan di damping Ketua KTNA bapak Wartaka “dari hasil survey ke lokasi kami prediksikan bukan kekeringan, hanya ancaman kekeringan sekitar 230 hektar, waktu minggu pertama hanya 180 hektar satu minggu kemudian mencapai 230 hektar ada kenaikan 50 hektar dalam seminggu pada lokasi blok Bonjot, Karaganyar, Asem, Glatik, Kembar dan sekitarnya,” tegas Camat.

Baca juga :  Ketua Rt. 02/10 Perumnas II Parung Panjang Gelar Nobar Film G30S/PKI

Ditempat yang sama Kepala UPT Pertanian Kecamatan Sindang Iwan Gartiwan mengatakan “pemicu kekeringan itu awalnya dari ketidak kompakan petani untuk melakukan percepatan tanam sehingga terjadi potensi ada bebeapa desa yang kekurangan air, jadi kedepan petani harus memperhatikan keserempakan dalam percepatan tanam.

“Hari ini kita bisa menyelesaikan persoalan ini, karena kalau tidak cepat terselesaikan minggu ini bukan ancaman lagi, tapi kekeringan bakal terjadi”. tambahnya

Ketika diwawancarai ditempat yang sama ketua KNPI Kecamatan Sindang Suroso berharap persoalan hari ini yang timbul bukan persoalan baru yang menimpa di dua desa tersebut. Pembenahan system Jasa Pompanisasi dan irigasi itu perlu namun yang lebih harus kita perhatikan adalah bagaimana kita bersama sama dengan pemerintah mengkawal bagaimana bendungan karet Waledan itu bisa berfungsi secara maksimal utuk menahan air laut sehingga air sungai Cimanuk tidak tercampur dengan air laut maka bukan saja wilayah Sindang bahkan dua wilayah kecamatan lainnya seperti Cantigi dan Arahan pun juga akan menikmatinya. Tegasnya. (MT jahol)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru