oleh

Joserizal Mer-C, Terharu Hehamahua Masih Memimpin Demo

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Pendiri lembaga kemanusian medis gawat darurat Medical Emergency Rescue (Mer-C), dr Joserizal Jurnalis, terharu menerima undangan terbuka Aksi Super Damai Kawal Sidang Mahkamah Konstitusi (MK) yang disampaikan mantan Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua, yang berusia menjelang 70 tahun.

Joserizal bilang, begitulah orang tua tetap turun ke jalan karena anak-anak muda agak sulit membaca potensi ancaman terhadap negara, seperti yang dilansir muslimchoice.com.

“Menarik ajakan demo ini karena dipimpin oleh orang tua,” ujar Joserizal, putera muslim intelektual dr Jurnalis Kamil ini, Jumat, 14/6/19.

Tampaknya, kata pendiri Mer-C ini, Hehamahua adalah simbol kesadaran yang timbul bukan karena reaksi emosional seperti anak muda.

“Melainkan buah pengalaman panjang dalam hidup, wawasan dan intuisi bahwa negaranya dalam keadaan bahaya,” sambung Joserizal.

Biasanya, sambung Joserizal lagi, perubahan sosial kerap dipelopori dan dipimpin oleh anak muda. Misalnya di Indonesia ada Soekarno dan kawan-kawan.

Di luar negeri ada beberapa nama fenomenal seperti Muammar Qaddafi, Saddam Husein, Che Guevara, dan Mao Zedong.

Anak-anak muda yang memimpin perubahan sosial ini memiliki satu persamaan yakni tidak mencari makan dan kekayaan dari perjuangan. Urusan perut mereka selesai karena idealisme dan kesadaran.

Joserizal juga mengatakan bahwa fenomena kebangkitan “kaum tua” tidak hanya dapat dilihat di Indonesia.

Di Malaysia ada Mahathir Mohamad yang sudah berusia lebih dari 90 tahun. Di Amerika Serikat ada Donald Trump yang sudah berusia 72 tahun.

Di Amerika Serikat, misalnya, di tangan pemimpin yang relatif masih muda tidak disadari bahwa trade deficit telah berlangsung lama sehingga membuat keadaan status quo dan menciptakan rasa nyaman yang semu.

Baca juga :  Isi Materi Seminar Kebangsaan, Muhammad Putra Rangga : Pemuda Penentu Kemajuan Bangsa Kedepan

“Terpaksa harus disadarkan oleh orang tua
(Donald Trump) dalam suatu sentakan perang dagang melawan Republik Rakyat China (RRC),” demikian Joserizal.

“Kebanyakan anak muda tampaknya terlalu terpukau dengan istilah globalisasi dan menganggap perkembangan yang terjadi di arena global sebagai urusan biasa yang tidak berbahaya,” ungkap Joserizal,
Joserizal bilang, anak-anak muda sekarang banyak terpengaruh anggapan bahwa sekarang adalah zaman teknologi yang menuntut setiap negara menjadi tanpa batas atau borderless, situasi yang dipercaya akan menguntungkan semua pihak.

“Juga ada anggapan bahwa pimpinan negara pastilah memikirkan nasib bangsa dan negara serta tidak akan bermain api dengan bangsa dan negara lain,” ujarnya.

Di masa Orde Baru Abdullah Hehamahua ikut jadi buruan militer karena dikenal sebagai aktivis lantang menyuarakan kritik dan harus hijrah ke luar negeri sehingga baru kembali pasca Reformasi 1998.

Ia pernah menjabat ketua umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) pada 1979 – 1981. (Fie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru