oleh

Tipikor Diminta Usut Dugaan Korupsi Dana Desa Tahun 2019 Desa Bangkaloa Ilir

Indramayu, Kicaunews.com – Sudina, Kepala Desa Bangkaloa ilir kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, diduga sengaja salah gunakan dan melakukan korupsi Dana Desa tahap pertama 20% di Tahun 2019.

Hasil penelusuran reporter Kicaunews.com telah temukan kejanggalan dalam pembangunan infrastruktur dari dana desa tahap pertama untuk rabat beton, diblok tambangan ogong Rt 15 dengan fisik rabat beton volume panjang 315 m. Volume lebar 2 m. Volume tinggi 15cm. Dengan biaya anggaran 163 juta.

Tapi fakta dilapangan setelah ditela’ah ukur ada pengurangan volume temuannya volume lebar 1,93m volume tebal 8 sampai 10 cm karena tebalnya beskos/agregat. Juga pelaksana diborongkan pihak ke 3, masyarakat sekitar tidak dilibatkan untuk ikut kerja, juga papan informasi anggaran tidak dipasang.

Warga bangkaloa yang tak mau disebut namanya mengatakan saya kecewa pada kuwu sudina yang tidak melibatkan warganya dalam kegiatan pelaksanaan infrastruktur jalan padahal warga bangkaloa ilir blok tambangan ogong sudah menanti dari awal untuk diajak kerja tapi kenyataannya warga sekitar proyek tidak ada yang diajak kerja malah yang kerja orang luar dari desa bangkaloa langsung dibawa dari pemborongnya, saya sebagai masyarakat bangkaloa ilir sangat kecewa. Singkatnya kepada repoter kicaunews.com, Jumat (25/05/2019).

Sementara itu menurut keterangan tokoh masyarakat saat temui dilokasi proyek pekerjaan mengungkapkan Saya jujur sangat kecewa, kenapa saya bilang gitu, karena informasi yang didapat pamong desa dan TPK tidak pernah dilibatkan dalam segi atau sistem anggaran dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Kalau benar-benar mau membangun desanya juga sebelum ada kegiatan untuk pembangunan seharusnya pamong desa dan masyarakat harus dilibatkan atau dimusyawarahkan dahulu jangan main tabrak sendiri aja,”cetusnya

Selain itu kuwu juga punya aturan jangan mentang-mentang jadi kuwu segala hal kebijakan untuk masyarakat umum dipikul sendiri itu sudah pelanggaran, giliran punya masalah merengek minta tolong ke bawahan, sedangkan anggaran datang semua bawahan tidak di usik kelakuannya sudah keterlaluan. Tandasnya (MT jahol)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru