oleh

Amien Rais: Aksi Kekerasan Memakan Korban Tewas Merusak Demokrasi di Indonesia

Jakarta, Kicaunews.com – Aksi kedaulatan rakyat yang menuntut pemilu jujur dan adil berlangsung di depan kantor Bawaslu RI, Rabu (22/5/2019) dihadiri tokoh reformasi 1998, Amien Rais dan ratusan ribu massa yang memadati sejumlah ruas jalan disekitar Bawaslu.

Selain orasi disepanjang aksi mereka serukan, pekik takbir dan shalawat pun menggema diangkasa yang diikuti ribuan massa. Amien Rais dalam orasinya menyatakan rasa duka cita atas meninggalnya sejumlah massa yang berunjuk rasa pada, Selasa (21/5) kemarin.

“Inalillahi Wainnailaihi Rojiun atas meninggalnya 7 mujahid dan 200 sahabat kita yang masih ada di rumah sakit. Kita doakan mudah-mudahan 7 mujahid khusnul khotimah, diampuni dosanya, diberikan luas kuburnya, diberi imbalan hebat di hari akhirat,” ujar Amien di atas mobil komando depan Bawaslu RI.

Aksi kedaulatan ini dipadati massa sejak pagi hingga malam hari. Bahkan sampai selepas berbuka puasa bersama pun, massa tertib dan berjalan aman. Sebagian massa melakukan shalat maghrib dijalan dan lain nya membubarkan diri.

Amien mengatakan, kerusuhan yang terjadi dini hari tadi sangat mencederai demokrasi. Hal itu, diperparah dengan penembakan yang dilakukan aparat kepada massa aksi.

“Saudara sekalian saya tidak bicara banyak tetapi peristiwa tadi malam sungguh telah merusak anyaman demokrasi kita, mudah-mudahan yang menembaki itu bukan orang-orang yang bukan resmi Polri, Insya Allah,” tegasnya.

Amien Rais juga mengimbau agar massa tidak perlu gentar dan takut untuk menyerukan ketidak adilan dan kecurangan pemilu di publik.

“Kami yakin dengan allahu akbar itu tidak ada kita takuti sama sekali. Tidak ada yang kita takuti kecuali Allah SWT,” tutupnya.

Berbagai elemen masyarakat dari berbagai lapisan dengan semangat mengamini seruan tokoh reformasi 98 ini untuk menjaga kondusitaf aksi tanpa melakukan aksi kekerasan. Dihadiri pula Miing yang juga ikut berorasi agar massa tetap solid dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum dan tertib. (Fie)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru