oleh

Angka Partisipasi Masyarakat Meningkat dan Pemilu di Kota Bekasi Kondusif, Aman dan Damai

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Rapat Pleno yang digelar KPU Kota Bekasi meski mengalami kendala dibeberapa hal. Namun Rapat Pleno Rakapitulasi penghitungan suara Pilpres dan Pileg di Kota Bekasi dinyatakan aman, lancar dan transparan.

Hal ini disampaikan dalam konferensi pers yang dihadiri Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto, Komisioner KPU Kota Bekasi, Bawaslu, Kapolrestro Bekasi Kota Kombes, Indarto, Dandim 0507/ Kota Bekasi Letkol Abdi Wirawan dan tokoh agama di Aula KPU Kota Bekasi, Jumat (10/5/2019).

Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto mengakui jika perjalanan proses pemilu sampai rapat pleno penghitungan suara berjalan kondusif, aman dan tidak ada intervensi dari pemerintah dan aparat,”Masyarakat menikmati pesta demokrasi ini dengan aman, damai dan lancar sehingga Kota Bekasi mampu menghargai perbedaan dan kebhinekaan yang ada,” ucap Wakil Walikota.

Selanjutnya Kombes Indarto menambahkan pihak aparat kepolisian tetap mengawal pemilu sampai pada pengumuman pemenang Pileg dan Pilpres berakhir. “Semua berjalan lancar, damai dan kondusif kita kawal semua proses pemilu sampai selesai selama 24 jam,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bekasi H. Ahmad Sidik mengapresiasi atas suksesnya penyelengaraan Pemilu 2019 ini di Kota Bekasi secara kondusif, aman dan lancar secara umum tak ada masalah yang mencolok menganggu Kantibmas.

“Perbedaan dan gesekan – gesekan yang muncul di masyarakat bagian dari dinamika demokrasi, namun itu semua bisa ditanggulangi dan diselesaikan dengan baik oleh aparat penegak hukum,” jelas H. Ahmad Sidik.

Disinggung soal banyaknya kasus meninggalnya petugas KPPS dan petugas pemilu lainnya yang hampir mencapai 565 jiwa seindonesia, H. Ahmad Sidik pun mengaku prihatin dan mengucapkan belasungkawa atas musibah ini. Ia pun berharap musibah seperti ini tidak terjadi lagi di Pemilu 5 tahun yang akan datang.

Baca juga :  KPU Jakarta Timur Menetapkan DPT Putaran Kedua Pilkada DKI Jakarta

“Semoga musibah ini menjadi evaluasi pemerintah agar pemilu selanjutnya tidak sampai terulang kembali,”ujarnya.

Komisioner Divisi Teknis Pelaksanaan Kota Bekasi, Ali Syaifa mengatakan terdapat sejumlah kendala di tiga kecamatan yang menyebabkan hasil rekapitulasi perhitungan suara molor dari jadwal.

Kendala itu terdapat di Kecamatan Bekasi Barat, Kecamatan Bekasi Selatan dan Kecamatan Bekasi Utara. Masing-masing hampir mengalami kendala yang sama yaitu, pembukaan C1 Plano.

“Yang terakhir selesai adalah Kecamatan Bekasi Utara pada, Rabu sore (8/5/2019). Kendala lain ditemukan saat pleno tingkat kota dimana suara kandidat baik Capres dan Cawapres serta pemilihan legislatif tidak singkron saat pembacaan. Alhamdulillah sudah selesai semua,” kata dia, Sabtu (11/5/2019).

Sementara Ali Syaifa Komisioner KPU Kota Bekasi mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi cukup signifikan di Pemilu 2019. Sehingga, menyebabkan kenaikan partisipasi pemilih.

“Ini adalah catatan terbaik, pemilu tahun ini partisipasi pemilih mencapai 76,1 persen. Pada Pemilu 2014 partisipasi hanya 60,9 persen sedangkan Pemilu 2019 73 persen. Ini artinya masyarakat Kota Bekasi  makin melek politik dan peduli atas nasib bangsa indonesia ke depan,” ungkap Ali.

Sementara dari hasil pleno rekapitulasi perhitungan suara tingkat kota,  pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengungguli pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin.

“Paslon 02 peroleh 752.254 atau 54,9 persen suara. Sementara pasangan 01 sebanyak 617.907 atau 45,1 persen. Hasil keduanya dari suara sah yang berjumlah 1.370.161,” jelas Ali.

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengungguli 11 kecamatan dari 12 kecamatan yang ada di Kota Bekasi. Sementara Jokowi-Maruf hanya unggul 1 kecamatan dengan perolehan suara 37.394 dan paslon 02 sebesar 36.183.

Sementara adanya penolakan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilpres oleh saksi dari Tim 02 yang tak mau menandatangani hasil rapat pleno, Ali Syaifa mengaku itu hak dari tim 02 dan penolakan itu tidak mempengaruhi hasil rapat pleno yang sudah ditetapkan oleh KPU Kota Bekasi. (Fie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru