oleh

Klarifikasi Ka. Puskesmas Tambun Soal Peristiwa Pingsannya Anggota Brimob di Lokasi Penghitungan Rekapitulasi Suara

TAMBUN SELATAN, Kicaunews.com – Beredarnya pemberitaan atas peristiwa pingsannya anggota Brimob di GOR Tambun Selatan saat usai melakukan pengamanan proses penghitungan suara DPRD Kab Bekasi, Rabu (8/5/2019), sempat menyinggung soal tidak adanya petugas medis yang berjaga di lokasi penghitungan suara yang membantu memberikan pertolongan medis. Hal ini dibantah oleh Kepala Puskesmas Tambun dr. Novrizal bahwa berita itu tidak benar.

Menurut penuturan dr. Novrizal pada saat kejadian peristiwa tersebut justru pegawai Puskesmas Tambun yang melakukan pertolongan pertama terhadap anggota Brimob yang bernama Rizki tersebut dibawa ke RS Karya Medika 2.

Berdasarkan keterangan dari salah satu anak buahnya dari Puskesmas Tambun, dr. Novrizal menyebut bahwa salah satu pegawainya saat berbuka puasa barsama dengan anggota Brimob Rizki. Lalu setelah selesai berbuka, Rizki terjatuh didepan warung dan dibawa langsung oleh pegawainya ke ambulance.

Namun lanjut Novrizal, pegawainya itu diminta oleh teman anggota brimob yang lain untuk dibawa langsung ke RS saja.

“Sampai dirumah sakit tensinya normal hasil lab nya pun normal, lalu di suruh pulang sama pihak rumah sakit (RS Karya Medika 2),” tutur dr. Novrizal menceritakan kronologisnya.

“Saat petugas Brimob tumbang itu, kebetulan pas berada disamping petugas medis Puskesmas Tambun, dan ambulance kami yang membawa ke UGD RS Karya Medika 2 bukan ke RSUD Kab Bekasi,” terangnya, Rabu (8/5/2019).

Setelah dilakukan penanganan medis, kata Ka. Puskes Tambun, dr. Novrizal diketahui jika ambruknya anggota Brimob Rizki karena Riski menderita sakit maag, tapi memaksakan diri untuk tetap puasa sehingga muncul gejala pusing dan kemudian jatuh pingsan.

“Barusan sudah dibawa kembali ke GOR dan dijemput oleh kedua ortu yang bersangkutan dan membenarkan jika anaknya mempunyai riwayat sakit maag. Kebetulan saya ada di lokasi dan ambulance serta petugas kami yang mengurus masalah ini,” jelasnya.

Baca juga :  ICMI Kota Bekasi Bagikan 500 Tajil Sampai Akhir Ramadhan Untuk Pengguna Jalan

Sementara untuk kasus pingsannya anggota KPPS, Teguh dan Mumun, sehari sebelumnya itu memang diakuinya pihak Puskesmas Tambun tidak berada dilokasi karena peristiwanya terjadi setelah jam 12 malam. Saat petugas posko kesehatan sudah pulang.

“Seharian kami bertugas di GOR Tambun Selatan sampai pukul 22.00 wib sesuai kesepakatan antara kami dengan Camat Tambun Selatan, jadi bohong kalau tidak ada petugas kesehatan dari Puskesmas yang tidak standby di area GOR, tempat penghitungan berlangsung,” kata dr.Novrizal.

Lebih lanjut kata dr. Novrizal sedari awal proses rapat pleno penghitungan suara sudah disepakati dengan Camat Tambun Selatan bahwa piket bagi tenaga medis dimulai jam 8 pagi s/d 10 malam. Dan 8 Puskesmas yang berada di Tambun Selatan secara bergantian melakukan piketnya yang berlangsung dari tanggal 17 april s/d  4 mei 2019. Dan terpaksa saat ini ditambah 4 hari lagi sampai tanggal 8 mei hari ini.

“Menurut saya memaksa proses penghitungan sampai lewat jam 12 malam yang membuat petugas sangat kelelahan. Demikian klarifikasi saya, sebagai kepala puskesmas Tambun, salah satu dari 8 puskesmas yang ikut posko di GOR Tambun Selatan,” jelasnya. (Fie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru