oleh

Bambang Irawan, SH: Penggagas Kampoeng Pintar RW 02 Cipinang Muara

JAKARTA, KICAUNEWS. COM –Idenya yang sempat dianggap aneh malah berbuah manis. Bertepatan dengan hari Kartini, “Saung Pintar”, sanggar belajar anak-anak yang kemudian menjadi “Kampoeng Pintar” Cipinang Muara diluncurkan secara resmi.

Responnya bukan hanya datang dari warga lokal, tapi juga dari organisasi internasional.
Salah satunya adalah LSM asing International Humanitary Foundation.

Ia adalah Bambang Irawan, yang sejak muda banyak ikut kegiatan dan tak selalu mau berpangku tangan. Ada saja kegiatan yang dilakukan dari idenya, yang kadang dianggap nyeleneh bagi orang lain.
Alumnus Universitas Bung Karno, Jakarta ini banyak bergabung dengan sejumlah organisasi, yang terus dilakoninya sampai sekarang. Laki-laki kelahiran Jakarta ini juga masih menyempatkan diri sebagai Pembina Majelis Taklim di Kelurahan Cipinang Muara dan Ketua DMI Pegangsaan. Semua dilakukannya di tengah kesibukan sebagai karyawan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta bagian Radiologi. Di sisi lain, ia juga dipercaya sebagai Ketua Pembinaan Rohani Islam (BINROHIS) Masjid Assyifa RSCM dan juga sebagai Ketua RW 02 Kelurahan Cipinang Muara.

Berbekal pengabdian dan keikhlasan, ia mengaku lebih sibuk sejak terpilih sebagai Koordinator LKM Cipinang Muara per November 2009. Namun, ia juga mengaku enjoy, karena merasa lebih banyak mendapat pencerahan. Mulai dari proses pemilu LKM ia telah mendapat pembelajaran demokrasi yang lebih rasional dan mudah dipahami.

Demikian juga masalah kepedulian dan kebersamaan yang dirasa sudah lama hilang dalam hidup bertetangga di Jakarta ini.

Atas dasar itu, Pak Bambang, demikian ia biasa disapa, menjadi lebih termotivasi dan terus memberikan pengabdiannya membantu sesama. Terutama terhadap kelompok masyarakat yang kurang beruntung. Seterusnya, bapak dua putra yang murah senyum itu kerap memberikan semangat dan aspirasi bagi tim kerjanya, seperti anggota LKM lain, TPP, KSM, dan masyarakat umumnya.

Baca juga :  FAHMI TAMAMI Ikut Aksi Tolak RUU HIP Di Depan Gedung DPR/MPR RI

Empat tahun di bawah kepemimpinannya, LKM Cipinang Muara sedikit demi sedikit menapak menuju kelembagaan yang mandiri dan disegani, di samping masih banyak pula yang harus dibenahi. Terutama ketergantungan pada sumber pendanaan BLM PNPM Mandiri Perkotaan. Kenyataan itu memacu pikirannya untuk mulai merintis sumber pendanaan dengan mengadakan usaha simpan pinjam antar anggota, walaupun kegiatan ini baru di tingkat TPP.

Ke depan hal itu akan dikembangkan menjadi kegiatan LKM, mengingat salah satu tujuan utamanya adalah memberdayakan warga miskin dengan permodalan usaha. Rintisan sederhana ini berbuah manis.
Tahun 2012 LKM Cipinang Muara mendapatkan reward dari PNPM Mandiri Perkotaan untuk mengelola dana PPMbK.
Warga setempat, yang memang sangat mengharapkannya, menyambut program reward ini dengan antusias. Memang masih perlu banyak belajar dan masih tertatih-tatih, tapi semangat kebersamaan dan kepedulian pastinya akan menjadi modal utama dalam menjalankan kegiatan,semua keberhasilan itu tentunya tak lepas dari peran besar sang koordinator.

Menggagas “Kampoeng Pintar”

Ide-ide cemerlangnya tak hanya berhenti pada masalah dana bergulir. Tahun 2010, LKM Cipinang Muara juga mempunyai kegiatan yang cukup inspiratif, yaitu “Kampoeng Pintar RW 02”.

Launching “Kampoeng Pintar” Cipinang Muara di Hari Kartini
Beberapa hal yang melandasi tujuan diadakannya “Kampoeng Pintar” ini, antara lain:

Pertama, Pintar Ekonomi. Yaitu, mendorong berdirinya koperasi dan unit-unit usaha, serta berupaya mencari donator untuk subsidi penyaluran Beras Miskin (Raskin)—masyarakat menerima Raskin dengan gratis. Di samping itu juga untuk mendanai pendirikan bank sampah dengan pengelolaan secara profesional.

Kedua, Pintar Rohani dan Jasmani. Antara lain guna menggalakkan majlis taklim bagi orang dewasa, remaja dan anak-anak, memeringati Hari Besar Islam, buka puasa dan tarawih bersama, mengadakan acara halal bihalal, serta mengadakan senam bersama di BKT minimal satu bulan sekali.

Baca juga :  Kebersamaan TNI/POLRI ( Polsek Cisauk ) dalam HUT Bravo Ke 29 di Sat Bravo Rumpin Bogor

Ketiga, Pintar Sosial dan Budaya. Yaitu, membangun nilai-nilai dan karakter yang berorientasi pada budi pekerti, mendirikan sanggar ketrampilan; mencari pendampingan bagi masyarakat tidak mampu.

Keempat, Pintar Lingkungan Hidup. Antara lain, menciptakan lingkungan bersih, indah , tertib dan aman; menata pedagang di sekitar BKT untuk tertib lingkungan.

Kelima, Pintar Intelektual. Antara lain dengan kegiatan mendirikan perpustakaan; mengadakan berbagai macam pelatihan dan mendirikan “Saung Pintar” buat anak-anak.

Keenam, mengadakan workshop bagi pensiunan untuk pengembangan wira usaha.

Bagi laki-laki yang religius ini, tiada hal yang mustahil selama ada kemauan dan usaha. Mimpi dan gagasannya, yang pernah dinilai sebagian orang sebagai hal mustahil, ia realisasikan dengan penuh keyakinan. Bermula dengan memanfatkan sebuah saung di pinggiran Banjir Kanal Timur (BKT), Bambang berhasil menggandengkan LKM dengan Lembaga Bimbingan Belajar untuk kegiatan belajar gratis bagi anak-anak usia 7-12 tahun RW 02.
Tujuannya agar anak-anak usia sekolah dapat mengisi waktu luangnya di siang hari. Tidak hanya untuk bermain, tapi juga menggali pengetahuan lain yang mungkin tidak didapatkan di sekolah.

Untuk operasional sehari-hari, disepakati iuran Rp1.000 per KK per bulan, yang dikoleksi secara rumah ke rumah oleh panitia kecil. Namun, umumnya tiap KK memberikan uang per tahun. Bahkan tak jarang yang memberikan uang Rp100.000 untuk setahun. Dana yang terkumpul, murni dipakai untuk alat tulis dan perlengkapan lain. Sedangkan para pengajar bekerja sukarela, tidak diberikan imbalan materi.

Dalam perjalanannya, “Kampoeng Pintar” ini bukannya tanpa kendala,dengan bermodal tiga orang sukarelawan dan iuran warga, bapak berperawakan agak subur ini bertekad bahwa “Saung Pintar” akan kembali berjalan pada pertengahan Juni.

Aktivitas “Kampoeng Pintar” ini ternyata menarik perhatian International Humanity Foundation (IHF), sebuah LSM sosial bertaraf internasional. Mereka menawarkan kerja sama dengan LKM Cipinang Muara, yakni memfasilitasi anak-anak tidak mampu berupa kursus gratis bahasa Inggris, Matematika dan komputer. Syaratnya mudah: menyertakan surat keterangan tidak mampu. Mengingat Bambang juga menjabat sebagai Ketua RW 02,Fasilitator pendamping kemudian menawarkan agar IHF datang ke “Saung Pintar”, karena jelas sudah ada muridnya. Namun, ternyata IHF agak keberatan dikarenakan kekurangan sukarelawan tenaga pengajar. Mengatasi ini, Fasilitator berjanji akan terus menindaklanjuti kerja sama demi kemaslahatan anak-anak yang sudah tergabung di “Saung Pintar”. Adapun lokasi kursus IHF berada di Jalan Cipinang Elok I Blok I/No. 9, Jakarta Timur.

Baca juga :  Bantaran Sungai Menjadi Kawasan Terbuka Hijau Yang Bernilai Ekonomi

Di sisi lain, Bambang, sang penggagas “Kampoeng Pintar” juga sudah sedikit lega karena sebagian mimpinya sudah terlaksana.
Adanya donatur untuk Raskin, misalnya. Sudah dua kali pembagian Raskin tanpa harus membeli. Masyarakat penerima Raskin cukup menunjukkan kartu yang dibuat LKM, yaitu: Program Pendampingan dan Pemberdayaan Masyarakat Pra Sejahtera (P3MPS). Dengan kartu P3MPS, masyarakat dapat mengakses berbagai kemudahan yang difasilitasi LKM dan relawan RW 02.

Dalam usahanya merekatkan silaturahmi antaranggota LKM, Bambang punya kiat khusus. Yakni, selalu mengadakan pertemuan rutin antar anggota guna membahas visi dan misi LKM ke depan. Tak lupa pula membahas masalah-masalah yang dihadapi LKM dan TPP RW yang mulai kurang aktif. Tanpa sungkan, Bambang bertandang ke rumah mereka untuk silaturahmi, bertukar pikiran dan merekatkan kembali kebersamaan yang hampir tercerai-berai.

Salah satu mottonya dalam berkiprah mungkin akan selalu melekat di hati LKM dan TPP, bahkan Tim Fasilitator adalah IKHLAS: Investasikan Ketulusan Hati, Lakukan Amal Saleh. Hebatnya, itu bukan sekedar kata-kata. Bambang membuktikannya sendiri selama kurun waktu empat tahun terakhir. Di bawah kepemimpinannya, Cipinang Muara melahirkan warga yang peduli, saling berbagi, melangkah maju setapak demi setapak menuju madani.

Widhy

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru