oleh

Tidak Sesuai Kesepakatan, Warga Sliyeg Akhirnya Demo PT. Tiwika

Indramayu, Kicaunews.com – PT tiwika mengundang aparatur muspida kecamatan sliyeg dan 3 kepala desa/kuwu. seperti kuwu tambi lor, kuwu desa gadingan, kuwu sliyeg, aparat dari TNI dan kepolisian, turut hadir tokoh Masyarakat, LSM juga lembaga lainnya, pada tanggal (25/03/2019) Lalu.

Acara tersebut diadakan diaula kecamatan sliyeg dalam kesepakatan mengenai pengeboran minyak yang kemungkinan bisa berdampak bagi warga desa disekitar lokasi pengeboran tersebut.

Dalam perjanjian dan kesepakatan antara masyarakat dan PT. Tiwika membahas untuk masalah pekerjaan bagi masyarakat disekitarnya juga terkait dampak pengeboran tersebut nantinya dalam rapat tersebut masih belum menemui titik temu dan kesepakatan yang ril antara masyarakat dan PT tiwika.

“Sebab dalam debat tidak menghasilkan poin-poin titik temu. Dalam rapat tersebut salah satu lembaga minta mengakhiri pertemuan karena situasi lagi memanas hingga diputuskan untuk distop rapatnya, Ma’af semua yang hadir diruangan ini juga dari PT tiwika minta kesadaran untuk didiskusikan lagi nanti kita rapatkan lagi kita cari solusi yang terbaik,”jelasnya

Karena masyarakat dikibuli oleh pihak pertamina PT tiwika, Akhirnya masyarakat meradang pada hari ini Minggu (28/4/2019) masyarakat sliyeg tambi dan gadingan demo untuk menuntut pihak pertamina yang tidak konsistain tidak berkomitmen memberikan pekerjaan kepada warga desa yang sudah pernah ia janjikan saat rapat.

Fakta dilapangan seperti yang dituturkan salah satu peserta demo Buloh Als. Santo berikut bahwa selama berjalan sudah 1 bulan lebih, yang dipekerjakan hanyalah warga desa Sliyeg tanpa mengikutsertakan warga Desa Tambi Lor dan warga Desa Gadingan.

“Dari 3 kepala desa/kuwu dan perwakilan PT. Tiwika bapak apip sedang membahas atau kajian dari masing-masing desa untuk memberikan solusi yang terbaik bagi warganya dan juga untuk menyeimbangkan antara PT tiwika untuk kedepannya karena masyarakat sekitar lokasi juga banyak yang pengen kerja,”ungkapnya

Baca juga :  Aktivis Humanika : KPK Hebat Jika Usut Pembelian Lahan RSSW

Sekitar puluhan orang warga dari dua desa menduduki lokasi sumur explorasi AKASIA MAJU AMJ-002 warga menghentikan kegiatan tranportasi di lokasi tersebut sampai ada keputusan hasil kajian ulang saat rapat pertama dari ke tiga kepala Desa yang hadir, juga perwakilan PT. TIWIKA dan kordinator tegas pendemo. (MT jahol)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru