oleh

Soal Pengunduran Diri Bupati Madina, Dari Tjahjo Kumolo dan Moeldoko Serta Kapuspen Kemendagri Angkat Bicara

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Orang Nomor Satu di Kemendagri Tjahjo Kumolo Angkat Bicara dan Meminta kepada Bupati Mandailing Natal (Madina) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Dahlan Hasan Nasution mengurungkan niatnya untuk mundur dari Bupati.

“Masa Jabatan yang bersangkutan (Dahlan) Masih sampai 2021, Mungkin seyogianya terus melanjutkan tugasnya sebagai bupati,” kata Mendagri Tjahjo Kumolo seperti dikutip Beritasatu.com, pada Kamis (25/4/2019).

Tjahjo mengungkapkan, pada pekan depan dirinya akan mengundang Dahlan. Kementerian Dalam Negeri sejauh ini telah berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sumut, membahas surat pengunduran diri Dahlan. “Saya belum mengetahui informasi bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak pengunduran diri Dahlan,” Katanya.

“Prinsipnya saat bertemu nanti saya akan menjelaskan mekanisme pengunduran diri,” ucap Tjahjo.

Seperti diketahui, Bupati Madina Dahlan melayangkan surat pengunduran dirinya dari Bupati kepada Presiden Jokowi dengan d.p Mendagri.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mendengar pengunduran diri Dahlan ditolak Jokowi. “Iya. Kayaknya ditolak Presiden Jokowi. Enggak sejauh itu mundur,” kata Moeldoko.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Bahtiar Baharuddin menjelaskan, pengunduran diri Dahlan tak tepat jika diajukan kepada Presiden.

“Hal ini sesuai Pasal 79 Undang- Undang (UU) Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah,” Terang Bahtiar.

Bahtiar menuturkan, Pengunduran diri KDH (kepala daerah) diajukan kepada DPRD. Hasil sidang paripurna DPRD, jika menerima pengunduran diri, beliau (Bupati) selanjutnya disampaikan kepada Mendagri melalui gubernur.

“Mekanismenya begitu. Tata cara pengunduran diri sudah diatur undang-undang,” jelas Bahtiar Baharuddin.

Sebagai informasi, surat Pengunduran Diri Bupati Madina bernomor 019.6/1214/TUPIM/ 2019 pada 18 April 2018 memang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dimana Dalam surat, Bupati Madina Dahlan menuliskan bahwa pelaksanaan Pemilu di Madina berjalan aman, lancar, dan terkendali.

Namun, dalam surat tersebut Dahlan menjelaskan hasilnya dinilai sangat mengecewakan serta tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Disinyalir, pasangan calon presiden dan wakil presiden (paslon) 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin tidak meraih hasil optimal di Madina. Kalah dari paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi).

Dari informasi, Bupati Madina Dahlan tercatat sebagai Ketua Dewan Penasihat Nusantara Untuk Jokowi (N4J), untuk wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Melalui suratnya itu, Dahlan mengungkap, pembangunan di Madina cukup signifikan dalam tiga tahun terakhir.

Masyarakat pun sudah diberi pencerahan. “Namun belum berhasil memperbaiki pola pikir masyarakat dalam mendukung berbagai Pembangunan, untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya kepada Bapak Presiden,” tulis Dahlan dalam surat.

Dahlan pun menuliskan, Sebagai ungkapan rasa tanggung jawab atas ketidaknyamanan ini dengan segala kerendahan hati izinkan kami menyampaikan permohonan untuk berhenti sebagai Bupati Mandailing Natal. (Red)

Sumber : beritasatu.com

Surat Pengunduran Bupati Madina (Dok Red)
Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru