oleh

Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto Di Krubuti Emak-Emak yang Kecewa Saat Pantau Penghitungan Suara Pilpres di Kota Bekasi

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengunjungi lokasi gudang logistik KPU yang juga menjadi tempat penghitungan suara pleno rekapitulasi penghitungan suara di Kampung Cerewet Kota Bekasi, Selasa (23/4/2019).

Tak ayal lagi Bambang Widjojanto (BW) yang juga warga Kota Bekasi itu sontak membuat emak – emak yang sejak pagi memantau penghitungan suara langsung mengerubutinya dan curhat soal sulitnya mereka memantau penghitungan suara.

Sejumlah emak – emak dari salah satu relawan dari pendukung Prabowo Sandi langsung curhat soal susahnya mereka mendekati tempat rekapitulasi penghitungan suara untuk memantau jika adanya dugaan kecurangan.

Salah satu perwakilan emak-emak Dewi (35) mengatakan, dirinya sangat kecewa tidak bisa memantau perhitungan suara, karena bagi dia perhitungan suara ini harus terbuka kepada masyarakat.

“Ini suara masyarakat loh. Saya hanya memantau saja kok tidak boleh, kalau ada kecurangan siapa yang tanggungjawab,” tandasnya.

Kepada Wartawan, BW mengaku, hanya kebetulan dan mampir untuk melihat proses pleno rekapitulasi di Kota Bekasi. Ia kagum atas peran emak-emak dalam mengawal proses perhitungan suara.

“Peran emak-emak itu luar biasa dan itu sejak hari pertama di TPS sampai di PPK itu emak-emak bagus sekali peran sertanya, dan yang paling penting prinsip dari pemilu ini adalah terbuka” ujarnya.

Sebenarnya bukan hanya saksi yang bisa lihat tapi seluruh masyarakat bisa lihat, kata Bambang saat melihat proses rekapitulasi di Kecamatan Bekasi Timur.

Bambang mengaku, meski bukan menjadi seorang praktisi pemantau Pemilu, namun dia melihat fenomena keterlibatan kaum emak-emak yang masif terjadi di sejumlah daerah, termasuk tempatnya berdomisili di Kota Depok.

Menurutnya, kaum emak-emak bekerja dengan sangat baik. Mereka mengumpulkan data formulir model C1 atau hasil hitung suara di tiap TPS sehingga dinilai dapat menjadi acuan proses rekapilutasi yang dilakukan penyelenggara pemilu.

Baca juga :  Menjaga Kondusifitas Wilayah dan Silahturahmi , Kapolsek Cisauk Sambangi Ketua MUI Kecamatan Cisauk

Ini luar biasa seperti di Bekasi Timur, kerja emak-emak dan saksi-saksi untuk mengumpulkan formulir C1 supaya proses (rekapilutasi) bisa akuntabel dan transparan, katanya.

Karena itu, lanjut Bambang, dengan data real yang dipegang para emak-emak atau para saksi partai di lapangan, diharapkan tidak ada kecurangan selama proses pemilu hingga KPU merilis siapa-siapa saja yang meraih suara terbanyak dan patut dinyatakan sebagai pemenang.

“Hari ini menjadi pemimpin itu ditentukan oleh publik, jadi kalau ada yang mau merampok suara publik dia akan berhadapan dengan rakyat. Dan hari ini mereka (publik) menunjukkan keterlibatannya bukan artifisial tapi sungguh-sungguh,” pungkasnya.(Fie)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru