oleh

BUMDES Tanjung Mulya Desa Tanjungjaya Cisaga Realisasikan 9 Juta Untuk Tanaman Holtikutura Bagi Yang Ingin Jadi Pelaku Usaha Lain Nunggu Kelancaran Hasil Pertanian

Ciamis, Kicaunews.com – Bumdes Tanjung Mulya adalah sebuah lembaga usaha desa yang dikelola oleh pemerintah desa juga masyarakat desa, dengan tujuan untuk memperkuat perekonomian desa, dan dibentuk berdasarkan kebutuhan serta potensi yang ada di desa tersebut.

Ada beberapa macam tujuan yang ingin dicapai mendirikan BUMDes antara lain, untuk meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan pendapatan asli desa, meningkatkan pengelolaan potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan menjadi tulang punggung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi desa.

Untuk mengelola BUMDes tersebut seluruhnya dari Dana Desa (DD), untuk itu diharapkan Pemerintah Daerah  atau instansi yang terkait agar melakukan memonitoring serta membimbing perangkat desa, kapan perlu lakukan sosialisasi sering mungkin, dan disisi lain petugas pendamping desa harus proaktif membantu usaha yang dilakukan BUMDes.

Menurut keterangan yang di himpun Kicaunews.com usai kegiatan acara Kejati Jabar,Warning Alokasi Dana Desa, pengawasan dan monitoring perlu dilakukan, guna menghidar terjadinya peneyelewengan Dana Desa (DD). Sudah banyak contoh kejadian ditemui dari berita di berbagai media massa,

Salah satunya BUMDES desa Tanjungjaya kecamatan Cisaga kali ini telah di realisasikan dengan anggaran modal pertama dari Dana Desa tahun 2018  yang bersumber dari APBN, dana Bumdes tersebut modal awal dengan Nominal Rp 50 juta  ini baru di realisasikan di Bulan April 2019 senilai 9 juta di bidang Holikutura.

Menurut Sudin Kaur Ekbang desa Tanjungjaya yang di dampingi Kaur Pelayanan Jimin serta Dede Sadwa  kepala Desa Tanjung jaya  saat di temui media Online Kicaunews.com Selasa (9/4/2019) di ruang kantor kepala desa mengatakan  Dana Bumdes Baru di realisasikan sekitar 9 juta Untuk permodalan tanaman Holitikutura dalam hal ini (Tanaman Jagung).

Baca juga :  PKI COMMON ENEMY SEKBER FA GMNI DAN KAHMI

“Saat di singgung mengenai sisa modal Bumdes yang Sisanya 40 juta lagi Sudin Kaur Ekbang menambahkan bila ada yang membutuhkan permodalan dari Bumdes Menunggu Hasil dari tanaman Holtikutura selama 120 hari atau sekitar 4 bulan, Bukan tidak akan direalisasikan namun setelah adanya hasil panen raya jagung 120 hari kedepan.

“Mengenai sisa modal yang ada untuk sementara waktu di simpan di Kas Keuangan Bumdes dalam hal ini, di simpan di rekening Bank, pantauan Media Kicaunews.com bagi yang ingin menjadi pelaku usaha lainnya belum bisa memberikan atau mengeluarkan untuk modal pada dasarnya ingin melihat sejauh mana keberhasilan pertanian,” tuturnya.

Di sisi lain tentang Bumdes anggaran yang di gulirkan pemerintah lewat Dana Desa harus di realisasikan untuk kepentingan warga masyarakat yang membutuhkan permodalan sesuai dengan tujuan meningkatkan tarap hidup masyarakat lebih meningkat dari segi ekonomi, Bumdes yang ada di wilayah Pemdes Tanjungjaya.

Menurut Sudin Kaur Ekbang modal tersebut tidak bisa di keluarkan tanpa sudah ada pangembalian modal dari holtkutura tanaman jagung. Ucapnya

Terkait Bumdes tersebut peran dari petugas pendamping desa Dinas sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSPMD)  ikut serta dalam melakukan pengawasan demikian juga kordinasi yang baik di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun para aparat desa untuk kelancaran Bumdes tersebut.

Ini adalah cara untuk mencapai tujuan dan keinginan itu usaha BUMDes tersebut, diantaranya harus memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pelayanan barang dan jasa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa.

Di sisi lain BUMDes dituntut agar mampu memberikan pelayanan kepada anggota, mupun non anggota, tetapi juga dipertimbangkan jangan samapai BUMDes yang disepakati bersama, bisa menibulkan kesejangan ekonomi pedesaan .

Baca juga :  Agus Harimurti Yudhoyono Untuk Jakarta

BUMDes dapat didirikan sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa, maksudnya adalah kebutuhan masyarakat terutama dalam pemenuhan kebutuhan pokok, tersedia sumber daya desa yang belum dimanfaatkan secara optimal terutama kekayaan desa dan terdapat permintaan di pasar.

Pastinya akan tersedia sumber daya manusia yang mampu mengelola badan usaha sebagai aset penggerak perekonomian masyarakat, adanya unit-unit usaha yang merupakan kegiatan ekonomi, dan Warga masyarakat yang dikelola secara parsial dan kurang terakomodasi, BUMDes  merupakan wahana untuk menjalankan usaha di desa.

“Untuk itu, semua ini dilakukan pihak pengelola Bumdes berikut Pemdes Tanjungjaya agar dapat terlihat bagaimana kelancaran modal yang sudah di realisasikan di bidang holitikutura jadi semua masyarakat yang membutuhkan harus menunggu selama 120 hari menunggu keberhasilan pertanian,” jelasnya (Yat)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru