oleh

Anak Kandung Digauli Bapaknya Hingga Hamil dan Melahirkan

Indramayu, Kicaunews.com – Kasus pelecehan seksual pada seorang anak berkebutuhan khusus di desa jatisawit blok mudang rt 16 rw 04 kecamatan jatibarang kabupaten indramayu jabar. menggegerkan publik, pelaku rupanya merupakan ayah kandung dari korban. Apa yang menjadi akar permasalahan dari penyebab maraknya kasus kekerasan seksual dengan pelaku adalah kebanyakan dari keluarga sendiri ?

Wardam/tebok kuwu jatisawit, ditemui dikantornya ia mengatakan Saya juga sebagai kepala baru tahu laporan dari warga atas kejadian kasus pencabulan terhadap anaknya sendiri saya sangat prihatin atas aib yang menimpa desa jatisawit blok mudang, sudah saya suruh pamong desa untuk menjemput korban dan pelaku.

“Ternyata pelaku dan sudah kabur bersama anak-anaknya berikut korban, setelah melahirkan mudah-mudahan pelaku cepat tertangkap. Orang tua seharusnya bisa mendidik dan mengayomi jangan anak dibikin pelampiasan nafsu sex.,” Jelasnya

Menurut keterangan warga blok mudang inisial UB menjelaskan sebelumnya masyarakat jatisawit khususnya blok mudang tidak tahu menahu sebab orangnya tertutup dan tidak harmonis sama tetangga juga, nah setelah kejadian ini baru warga tahu sebab tadinya anak tersebut jarang keluar rumah dan juga tidak bersekolah.

“Setelah ramai mau melahirkan dikamar mandi karena tidak mengerti tentang persalinan maka orang tua korban memanggil bidan tini sesampainya ditempat kejadian bayi sudah keluar dari rahim anak tersebut,”ungkapnya kepada reporter Kicaunews.com, Jumat  (12/04/2019)

Bidan tini turini.S tr keb. sambangi dirumahnya membenarkan adanya keluarga korban datang memangggil untuk datang kerumahnya untuk persalinan. Emang bener pak keluarganya datang ter gopoh-gopoh kepuskesmam jatisawit dan disitu cuma ada 2 orang piket jadi menghubungi saya sekitar jam 1’30 wib malam.

“Jadi saya langsung berangkat kerumahnya disa’at itu juga pas kebetulan sampe dirumah ada perawat dua oom sama wahyu yang piket tadi, terus saya suruh pulang 2 perawat atau yang piket tadi, lalu saya urusin dan membersihkan plasenta dan ari-arinya sebab saya sudah sampai dirumah anak itu sudah melahirkan dengan bobot 1,8 kilogram itu termasuk bayi prematur karena bobotnya masih di bawah 2 kilo gram. Nah setelah itu saya tanyakan pada si (AI) “mana suaminya hingga ber kali-kali tidak mau mengaku akhirnya mengaku juga “kena bapaknya sendiri yang berinisial Dang,”Terangnya ( MT jahol )

Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru