oleh

Selama Sepuluh Tahun Langganan Banjir, Warga Kampung Jajaway Harapkan Solusi Cepat Dari Pemerintah

Kab. Bandung, Kicaunews.com – Akibat curah hujan yang sangat deras dan intensitas hujan yang sangat lama mengakibatkan meluapnya aliran Sungai Cikeruh  yang melintasi Kp. Jajaway, Desa Cileunyi Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung dan sekitarnya, berdampak banjir yang sangat tinggi melanda Kp Jajaway dan beberapa kampung yang masuk ke wilayah desa Cileunyi Wetan. Senin (7/04/2019).

Banjir Setinggi kurang lebih 50-80cm yang juga berdampak selain ke pemukiman warga, banjir juga membuat lahan pertanian warga terendam dan dipastikan gagal panen juga membuat kolam ikan milik warga sekitar terendam hingga menyebabkan ikan ikan yang berada dikolam milik warga terbawa arus banjir yang tentu saja membuat kerugian yang sangat besar bagi para warga pemilik kolam ikan.

Dan juga membuat akses jalan terendam hingga aktivitas para pelajar pun diliburkan bagi yang wilayahnya terendam banjir, dikarenakan semua akses jalan menuju beberapa sekolah tempat belajar mengajar warga kp Jajaway dan sekitarnya itu terendam banjir sulit untuk dilintasi.

Seperti yang dituturkan oleh Ketua Rw 01 Kp. Jajaway Desa Cileunyi Wetan Kabupaten Bandung, Asgin (52) begitulah biasa disapa oleh warganya, mengungkapkan bahwa pemandangan serta kejadian banjir ini sudah berlangsung dari sejak 10 tahun silam hingga kini. Ditambahkannya pula oleh sang ketua Rw tersebut bahwa belum ada solusi terbaik dari Pemerintah.

“Banjir terjadi akibat Pendangkalan serta penyempitan arus aliran Sungai Cikeruh yang melintasi wilayah Rw 01.Pihaknya pun sudah melayangkan pengajuan bantuan untuk penanganan sementara sebelum dilakukan pembebasan lahan/tanah untuk pelebaran Sungai Cikeruh tersebut yaitu dengan cara meminta bantuan untuk pengerukan Sungai agar tidak dangkal lagi,” ujarnya

Ditambahkannya pula bahwa sebanyak 250-300 kepala keluarga yang terkena banjir tersebut.Namun sampai saat ini tidak ada dan belum ada solusi atau tindaklanjut dari Pemerintah. Singkatnya

Baca juga :  Silaturahmi Bhabinkamtibmas Polsek Tirtajaya

Hal yang sama diungkapkan oleh Adang Gunawan (51) warga Rw 01 Kp. Jajaway Desa Cileunyi Wetan Kabupaten Bandung, yang hendak pulang ke rumah nya di Rw 01 tsb, setelah bekerja shift malam, yang pada saat dimintai keterangan oleh team reporter tengah mempersiapkan diri untuk melintasi jalanan yang terendam banjir, dan mengungkapkan bahwa rumahnya pun pasti terkena banjir juga, dan ini sudah berlangsung dari sepuluh tahun silam.

“Adapun jika ada bantuan dari pemdes dan muspika hanya Sembako dan bronjong serta karung dan batu batu yang akan dipergunakan untuk membuat tanggul tanggul sementara dan itupun ditambahkannya pula bahwa belum efektif dan bukan solusi yang baik,”terangnya

Berbeda dengan Ipan (33) warga Kp. Babakan sinyar Rt 06/01 desa Cileunyi Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung mengatakan walaupun kampung babakan sinyar tidak terkena banjir akan tetapi Ipan sudah mengetahui kejadian banjir ini dari sejak sepuluh tahun silam. Ditambahkannya pula bahwa sudah semestinya antara masyarakat dan pemerintah setempat bersinergi untuk mengantisipasi bencana banjir yang seakan sudah menjadi langganan.

“Banjir pula diakibatkan karena tidak adanya resapan dan juga akibat dari oknum warga yang berada di hulu sungai Cikeruh yang membuang sampah sembarangan dibuang ke sungai hingga mengakibatkan ketika intensitas curah hujan yang deras dan lama menyebabkan penyumbatan penyumbatan akibat sampah sampah yang terbawa arus luapan air sungai cikeruh,” katanya.

Ketika reporter menemui Kepala Desa Cileunyi Wetan, Salman Zaky R., diruangan kantor desa Cileunyi Wetan, Salman Zaky R menyampaikan Perihatin atas musibah yang dialami warganya, tapi diharapkan agar warganya tidak juga membuang sampah sembarangan ke sungai yg akan mengakibatkan banjir.

Baca juga :  Jumlah Penonton Final Piala Presiden Membludak, Ini Antisipasi Panitia

“Ditambah pula bahwa pihaknya dari tahun 2007-2008 sudah mensosialisasikan untuk pengumpulan data warga yang akan terkena pelebaran sungai cikeruh dan alhamdulillah sudah ada kabar bahwa dari BPN (Badan Pertanahan Nasional), dan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai Cikeruh) yaitu sudah tersedia dana sebesar Rp. 40 milyar, semoga dengan kabar tersebut menjadikan masyarakat untuk bersabar,” ujarnya

Selain penyempitan juga menjadi dangkalnya aliran sungai cikeruh, juga kondisi sungai yang berada diatas jalan juga soal kesadaran dari masyarakat yg tinggal di hulu sungai cikeruh agar tidak buang sampah ke sungai.

Setiap kejadian banjir pihaknya bekerja sama dan berkoordinasi dengan Kecamatan untuk soal bantuan kepada warganya untuk memberikan bantuan  berupa sembako dan lain-lain. Bahkan dihari sebelum kejadian banjir terjadi, sudah dilakukan kerja bakti membereskan tanggul- tanggul yg jebol.

“Selain itu, untuk di wilayah desa cileunyi wetan dlm soal penanganan sampah bahwasanya pihaknya sudah melakukan penanganan pengangkutan serta ada juga yang dibakar dan bahkan ada juga yang sebagian besar wargnya sudah dengan cara dipilah antara sampah yang layak jual dan bisa menambahkan nilai ekonomi bagi warganya,”papar Salman

Akan tetapi ketika setelah wawancara dengan Kades Cileunyi Wetan, dan hendak menemui Camat Cileunyi dikantor kecamatan Cileunyi, Camat tidak ada ditempat, dan ketika team kontributor meminta untuk bertemu Sekretaris Camat sebagai wakil dari Camat untuk kami mintai keterangan serta menyampaikan informasi banjir, entah sedang sibuk atau sedang ada tamu maka oleh Sekcam tersebut team diarahkan ke Kasie Trantib Polpp kecamatan Cileunyi.

Kasie Trantib Polpp kecamatan cileunyi Nana menyampaikan bahwa walaupun dirinya terhitung baru tiga bulan bertugas dikecamatan cileunyi, untuk membantu memberikan penanganan sementara dirinya beserta anggota nya ikut membantu turun ke Tkp guna mendistribusikan bantuan yang dibutuhkan oleh warga yang terkena banjir. Pungkasnya (Asep)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru