oleh

Kompak Kembali Mendatangi Kemenag Untuk Segera Copot H. Nasruddin

Jakarta, Kicaunews.com – Koalisi mahasiswa dan pemuda sasak (KOMPAK) Kembali mendatangi Kantor Kementerian Agama RI dengan Tuntutan untuk Mendesak Kemenag RI untuk segera mencopot Kakanwil NTB (H. Nasrudin), karena diduga menyalagunakan jabatan untuk kepentingan pribadi dalam kasus pengadaan buku madrasah Se-NTB.

Jika tidak di copot kami Mendesak Menteri Agama Mundur karena diduga tidak becus dan ikut terlibat dan melakukan pembiaran terhadap banyak kasus korupsi di semua lembaga dibawah kementrian agama.

Mendesak KPK memeriksa H. Nasrudin Terkait indikasi Korupsi pengadaan buku Madrasah se NTB, dan Untuk KPK memeriksa menteri agama karena diduga ikut terindikasi kasus korupsi lelang jabatan termasuk posisi Kakanwil NTB.

Kali ini KOMPAK mendatangi kantor Kementerian Agama RI dengan membawa massa lebih banyak dari sebelumnya, dengan menggunakan transfortasi metromini dan mobil sound.

“Kami buktikan kepada Kemenag RI bahwa kami akan kembali mendatangi Kemenag RI dengan Massa yg lebih banyak,”ujar Zuhri selaku Koordinator, Jumat (5/04/2019)

Kami tidak akan berhenti sebelum H.Nasrudin dicopot sebagai Kakanwil NTB. Lanjut zuhri.

Koalisi mahasiswa dan pemuda sasak (KOMPAK)  jakarta  Akan melakukan aksi unjuk rasa untuk yang ke tiga kalinya terkait dengan pengadaan buku madrasah se NTB dengan total nilai 200 Miliyar mereka mendatangi kemenag dengan tuntutan supaya kemenag mengambil tindakan tegas terkait dengan anak buahnya di daerah.

Kompak menyoroti  kasus penggunaan dana BOS masing-masing madrasah. Sejak perencanaan sampai penggunaan yang diduga melalui satu perusahaan yang telah ditunjuk. Hal ini syarat dengan indikasi korupsi mengingat PT.AK yang ditunjuk merupakan orang terdekat H. Nasruddin yaitu H. Anwar selaku direktur PT.AK HN melakukan tindakan ini untuk mengelabui pemerintah dan UU dimana PP No.53 tahun 2010 menyebutkan seorang ASN tidak diperkenan kan memainkan paket proyek, dikhawatirkan oknum ASN yang memainkan proyek untuk memperkaya diri sendiri.

Baca juga :  Ini PREDIKSI Piala AFF 2016 Leg 2 INDONESIA VS VIETNAM, Malam Ini Rabu (7/12)

Ombudsman RI Perwakilan NTB membongkar dugaan maladministrasi pengadaan buku untuk 2.256 madrasah se-NTB, baik swasta maupun negeri. Total anggaran yang diduga dikucurkan totalnya senilai Rp200 miliar bersumber dari masing-masing madrasah.

Buku umum tersebut dibeli dari rekanan berinisial PT AK. Ombudsman menduga, perbuatan mal administrasi terindikasi dari proses pengadaan yang diarahkan kepada hanya satu rekanan yang berkantor di Lombok Timur itu.

Sejauh ini, penyidik Subdit III sudah mengklarifikasi 28 orang saksi. Antara lain, pejabat Kanwil Kemenag NTB, pejabat Kemenag masing-masing di 10 kabupaten/kota, serta sebagian kepala madrasah. (Red/Asep)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru