oleh

Diacara Calender of Event Sulawesi Tengah 2019, Ketua Jangkar : Pulau Dua sudah Terkenal di Kalangan Turis Mancanegara

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar 30 event unggulan sepanjang 2019.

Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk memulihkan kembali sektor pariwisata yang sempat lumpuh akibat bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayahnya, yakni Palu, Donggala, dan Sigi.

30 event unggulan itu diluncurkan dalam Calender of Event Sulawesi Tengah 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kemenpar, Jumat malam (5/4/2019).

Dimana Pemerintah begitu  antusias dan komitmen terhadap perkembangan destinasi-destinasi khususnya Pulau Dua Banggai Sulawesi Tengah. Dimana banyaknya perkembangan destinasi yang mulai berkembang menjadi keuntungan baik dari para pengusaha, pemerintah dan stakeholder lainnya yang bisa meningkatkan APBD/APBN untuk pembangunan daerah.

Demikian dikatakan Ketua Asosiasi Jaringan Kapal Rekreasi Indonesia (Jangkar) Fatiyah Suryani Mile SH., MH saat diwawancarai kicaunews.com saat menghadiri acara Launching Calender of Event Sulawesi Tengah 2019 Siapkan 30 event, 3 event di antaranya masuk dalam 100 CoE Wonderful Indonesia di Kementerian Pariwisata Jakarta, pada Jum’at (5/4/19).

Fatiyah Suryani Mile yang akrab disapa Yani Mile menambahkan, kalau mau dipikir apa sih sulawesi Tengah mungkin selama ini tidak terlalu muncul. “tetapi kita melihat melalui calender even Sulawesi Tengah, 3 event di antaranya masuk dalam 100 CoE Wonderful Indonesia,” Ungkap Yani Mile

Dirinya mengakui, Banyak even-even lain yang begitu disupport Pemerintah. “kami sebagai operator sangat senang. Tinggal sekarang tingkat destinasi pengelolaannya bisa disinergiskan dengan harapan-harapan agar ini bisa berkelanjutan,” Ujarnya.

Tidak hanya itu, Kata Yani mile, Misalnya Destinasi Pulau  Dua, kita bisa katakan Raja Ampat kecil karena banyak underwater disana menyerupai Raja Ampat. “Kurang lebih 2 dekade hampir 30 tahun kita  mengelola Destinasi Laut, Kapal rekreasi berputar disini juga (Pulau Dua), Tetapi Pemda berharap kita lebih intensif disana sehingga kita membangun struktur,” Imbuhnya.

“Pak Bupati saat ini sangat  responsif, sangat energetik untuk membantu terutama dalam aspek berkelanjutan dari pada destinasi,” ungkap Yani Mile.

Sebenarnya, Tambah Yani Mile, kalau kita mau jujur  wisatawan itu meskipun jauh tetapi ketika ada objek yang benar-benar signifikan itu tidak menjadi  kendala tentunya dengan fasilitas yang sangat memberi pengaruh besar. “Tidak ada fasilitas mereka masih  mau datang apalagi kalau ada fasilitas,” Terangnya.

“Biasanya customer kita  mereka mencari sesuatu yang baru new destination apalagi  ketika new destination punya nilai signifikan misalnya wilayah pulau dua berdampingan ada burung Maleo yang endemik ini semua merupakan objek-objek  yang sangat value terhadap bagaimana destinasi ini untuk kita kembangkan,” Jelasnya.

Masih dikatakan Yani Mile, Destinasi yang punya value ini jangan tergradasi nilainya misal disini terkenal dengan diving ya kita harapkan nanti kegiatan/atraksi yang akan dilakukan jangan sampai tabrakan-tabrakan dengan fishing disana.  Alhamdulillah Pemerintah menyambut itu sehingga nanti khusus untuk fishing akan kita lakukan di lokasi yang lain tidak bersamaan di tempat itu.

“Kita berharap bahwa konsep-konsep pengelolaan pariwisata itu terutama destinasinya bisa lebih bernuansa lingkungan tetapi juga tidak melupakan aspek sosial terhadap masyarakat dan bisa berdampak kepada masyarakat,” Bebernya.

Yani mile menuturkan, Pulau Dua dengan segala pesonanya. Perairannya yang masih alami begitu menggoda traveler untuk terjun ke dalamnya. Selain melihat sunrise, kita juga bisa melakukan aktivitas lain yang tidak kalah seru. Salah satu yang jadi favorit adalah diving. Ada sekitar 35 spot selam yang menunggu untuk kita nikmati keindahannya.

“Begitulah Pulau Dua, wisata Sulawesi Tengah yang indahnya luar biasa. Meski terpencil, nama Pulau Dua sudah terkenal di kalangan turis mancanegara,” tutup Yani Mile.

Hadir dalam acara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Esthy Reko Astuti bersama Gubernur Sulteng, Longki Djanggola.

Penulis : Sunarto

Editor : Redpel

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru