oleh

Waduh… Sebuah Refleksi Berkedok Toko Obat Di Serpong Utara Disulap Jadi Tempat Prostitusi

TANGSEL, KICAUNEWS.COM — Adanya Prostitusi terselubung yang berkedok Toko Obat dan Panti Pijat Refleksi mungkin tak asing lagi didengarnya.

Pasalnya, berbagai macam cara dilakukan para oknum pelaku Prostitusi untuk melanggengkan bisnis terlarangnya.

Seperti halnya sebuah Prostitusi di Serpong Utara yang diduga melakukan aksinya berkedok Refleksi.

Dari temuan investigasi beberapa wartawan dari media lokal dan LSM yang mencium aroma adanya dugaan Prostitusi yang berkedok tempat refleksi berinisial WJY terkesan tak tersentuh oleh aparat.

Bahkan, adanya pembiaran pun terlihat atas tidak adanya tindakan dari penyalahgunaan izin sampai pemalsuan dokumen yang diberikan pemerintah.

Dimana jelas, Peraturan daerah (Perda) Pemerintah Tangerang Selatan No.8 Tahun 2005 tentang asusila melarang adanya praktek Prostitusi tetapi kini terus dilanggar oleh sebagian para oknum.

Para oknum menyulap tempat refleksi WJY yang seharusnya menjual obat kini menjadi sebuah ajang menjual kepuasan bisnis terlarang menjadi tempat mesum berupa transaksi seksual serta prostitusi terselubung dengan menyediakan kamar-kamar dan wanita-wanita cantik yang siap diajak kencan dengan nilai tarif bervariasi, mulai dari tarif Rp. 250.000; hingga Rp. 400.000; untuk Satu kali kencan.

Menurut Jusmin Panjaitan, selaku Wakil Ketua LSM Bahtra menuturkan lewat rilis yang diterima redaksi, walaupun sudah memiliki payung hukum seperti Peraturan daerah (Perda) Tangsel no.9 tahun 2012 (tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat) serta Peraturan daerah (Perda) Tangsel no.8 tahun 2005 (tentang asusila) ternyata dilapangan tumpul.

Kurangnya monitor pengawasan aparat terkait dalam hal ini pihak Satpol PP Kota Tangsel menjadi pintu masuk para pelaku bisnis terlarang.

“Dengan adanya temuan ini, pihak Satpol PP harus secepatnya mengambil tindakan untuk terjun langsung ke lokasi dan menutup refleksi yang menyimpang jika benar benar menyalahgunakan tempat,” Katanya.

Jusmin berharap agar Pemerintah daerah Tangerang Selatan, dapat menegakkan Perda yang berlaku dengan baik, serta menindak oknum aparat yang bermain dengan pura-pura tidak tahu serta yang terpenting segera menutup Refleksi karena tidak sesuai dengan Peraturan daerah dan melanggar hukum.

Baca juga :  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Resmikan RSUD Pandega Pangandaran Via Teleconference

“Dan yang lebih fatal dilakukan oleh pihak oknum Refleksi adalah memalsukan dokumen berupa Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU) yang diperuntukan untuk menjual obat, akan tetapi prakteknya untuk kegiatan bisnis mesum, berkedok refleksi kesehatan,” bebernya.

Lebih Jauh dikatakannya, Kami tunggu langkah tegas pihak Satpol PP Tangsel untuk mengambil sikap tegas. “Kami (LSM Bahtra) akan mengkawal dan melaporkan masalah ini secara hukum,” tegasnya.

“Karena kegiatan tempat mesum berkedok refleksi tersebut, benar-benar sangat memalukan serta memprihatinkan juga Mencoreng nama baik moto Kota Tangsel yang “Cerdas, Modern serta Religius” dan Dengan berpura-pura menjual obat tradisional tetapi sebenarnya dijadikan tempat urut asusila dan mesum faktanya sebenarnya,” pungkasnya.(Red)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru