oleh

Bawaslu DKI Jakarta Minta Partisipasi Masyarakat Agar Lapor, Bila Ada Pelanggaran Pemilu

JAKARTA,KICAUNEWS.COM-Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden 2019 tinggal menghitung hari. Peserta pemilu berusaha memanfaatkan kampanye terbuka yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejak 24 Maret hingga 13 April 2019.

Orasi politik diselingi entakan musik atau goyang dangdut menjadi agenda acara kampanye dengan harapan dapat mendulang suara rakyat saat pencoblosan 17 April mendatang.

Komisioner Bawaslu DKI, Puadi di Jakarta, Selasa (2/4/2019) mengatakan dalam upaya meminimalisir pelanggaran pemilu saat kampanye berlangsung pihaknya melakukan pengawasan melekat kepada peserta pemilu. Namun Sejauh ini belum ditemukan dugaan pelanggaran kampanye rapat umum.

”jika ada masyarakat menemukan dugaan pelanggaran kampanye pemilu diminta untuk melaporkan kepada Bawaslu,” kata Puadi.

Selama sepekan kampanye terbuka Bawaslu DKI masih menemukan pelibatan anak dalam kampanye diantaranya di Gelanggang Remaja Jakarta Utara, Senin ( 25/3/2019 ) dan Lapangan Parkir Timur Senayan, Minggu ( 31/3/2019 ).

Pelarangan melibatkan anak dalam kampanye telah ditegaskan melalui Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum ( Pemilu ) Pasal 280 ayat (2) huruf K menyebutkan, pelaksana dan/atau tim kampanye dalam kegiatan kampanye pemilu dilarang mengikutsertakan Warga Negara Indonesia yang tidak memiliki hak memilih.

Sayangnya aturan yang sudah jelas nyatanya tidak membuat sejumlah masyarakat paham. Mereka masih kerap membawa anak-anak ikut dalam kampanye.

Demikian di sampaikan Puadi kepada redaksi kicaunews.com

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru