oleh

Bawaslu DKI Jakarta Deteksi Serangan Fajar

JAKARTA, KICAUNEWS.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta mengantisipasi potensi money politics (politik uang) oleh parpol peserta Pemilu 2019.

Potensi tersebut bisa terjadi di kegiatan rapat kampanye maupun di hari tenang dalam bentuk ‘serangan fajar’.

Demikian dikatakan Komisioner Bidang Penindakan Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Puadi , Kamis (4/4/2019).

Salah satu bentuk antisipasi yang dilakukan Bawaslu Provinsi DKI Jakarta yakni dengan merekrut pengawas TPS sebanyak 29.010 orang se-Jakarta.

“Kemudian pengawas diberikan pembekalan dengan materi dan buku saku. Lalu praktik dari 25 Maret sampai 10 April 2019,” kata Puadi.

Pembekalan itu, sambung Puadi, berupa simulasi dan identifikasi kasus. Termasuk antisipasi surat suara habis, ada pemilih coblos lebih dari satu, dan lainnya.

Di hari tenang, pengawas TPS juga turun ke lapangan untuk antisipasi dugaan pelanggaran terkait politik uang, hingga distribusi surat C6 oleh Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).

Selain itu, kata dia, terdapat beberapa parpol yang sudah mengirim saksi untuk diberikan bimbingan teknis oleh pengawas kecamatan/kota/provinsi. “Paling tidak untuk mencegah potensi pelanggaran,” kata Puadi.

Sedangkan pada rapat kampanye, Bawaslu Provinsi DKI Jakarta mendeteksi keterlibatan anak-anak. Karena itu, pihaknya mengimbau agar parpol peserta pemilu tidak melibatkan anak-anak secara aktif.

Bawaslu Provinsi DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat segera melapor bila ditemukan potensi pelanggaran oleh para peserta pemilu. “Bila ada temuan, kita investigasi secepatnya,” kata Puadi kepada redaksi kicaunews.com

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru