oleh

Fukhis Desak Pemkab. Bekasi Tertibkan THM, Jangan Jadikan Lahan Bisnis

Bekasi, Kicaunews.com -Menanggapi keluhan masyarakat Kabupaten Bekasi terkait maraknya Tempat Hiburan Malam ( THM ) yang diduga sebagai sarang maksiat, Ormas Islam Forum Ukhuwah Islamiyah (Fukhis) mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi agar bertindak tegas menutup THM segera.

Lantaran Fukhis menilai Pemkab Bekasi tak serius menegakan Perda Kepariwisataan dimana di pasal 47 membahas soal THM. Dalam beberapa bulan lalu justru Satpol PP membuka segel THM yang jelas melanggar Perda No. 3 Tahun 2016 yang sudah sah diresmikan.

Untuk itu Ormas Islam Fukhis meminta kepada Bupati Bekasi dan DPR-D Kabupaten Bekasi agar dapat segera menutup Tempat Hiburan Malam (THM) yang diduga dijadikan tempat maksiat di Kabupaten Bekasi.

Saat dikonfirmasi Ust Nanang Seno, Panglima Fukhis usai menemui Asisten Daerah (Asda1), Carwinda, Senin (1/1/2019) di Kantor Kab Bekasi mengatakan, maraknya THM di Kabupaten Bekasi yang diduga di jadikan tempat maksiat terselubung namun sayangnya Pemkab. Bekasi seakan tutup mata.

“Perda tersebut jelas menggunakan uang rakyat yang cukup besar dengan melalui proses bertahun tahun agar resmi disah kan DPRD Kab. Bekasi, kok kenapa setelah sudah disahkan malah Pemkab Bekasi tak mau menjalankan amanah Perda No. 3 Tahun 2016 pasal 47, ” ucapnya kesal.

Oleh karena itu Ormas Islam Fukhis menuntut kembali Pemkab Bekasi melalui dinas terkait untuk menutup THM karena ini tuntutan masyarakat umat Islam di Kabupaten Bekasi.

“Kami Ormas Islam Fukis akan melakukan aksi kejalan apabila tuntuntan masyarakat tidak didengar oleh Pemerintah Daerah dengan maraknya THM yang diduga menjadi tempat maksiat di Kabupaten Bekasi,  karena jangan salahkan Masyarakat apabila turun kejalan melakukan tindakan untuk memberantas maksiat di Kabupaten Bekasi,” ungkap Ustads Nanang Seno.

Baca juga :  Pancasila Sebagai Kekuatan Bangsa !

Masih kata Ust.Nanang Seno selaku Panglima Ormas Islam Fukhis menegaskan, dengan maraknya THM di Kabupaten Bekasi yang diduga menjadi lahan bisnis oknum pejabat, maka Ormas Islam Fukhis akan menuntut agar Bupati Bekasi H.Eka Supria Atmaja dan DPRD segera melakukan penutupan Tempat Hiburan Malam yang bertentangan dalam Perda Pariwaisata No.3 Tahun 2016 pasal 47.

Berdasarkan Perda tersebut  tercatat larangan Usaha Kepariwisataan yang harus disegel serta dilarang beroperasi di Kabupaten Bekasi adalah : Diskotek, Bar, Karaoke, Panti Pijat, Live Musik dan Tempat Hiburan Malam lainnya yang tidak sesuai dengan norma-norma agama.

“Kami menduga THM tersebut jadi lahan bisnis oknum pejabat untuk itu Kami dari Fukhis sudah lama menunggu ketegasan dari Satpol PP untuk melaksanakan Perda tersebut,” tegas Ustads Nanang Seno.

Sementara saat dimintai tanggapannya perihal maksud kedatangan perwakilan Fukhis ke Pemkab. Bekasi yang tak bisa menemui Plt Bupati Eka Supria Atmaja,  namun akhirnya ditemui Asda 1, Carwinda dan Kepala Kesbangpol Kab Bekasi, Ahmad Kosasih.

Carwinda mengatakan pihaknya akan segera membentuk tim yang akan membahas masalah THM yang menjadi tuntutan Fukhis.

“Dalam satu minggu ke depan kami akan bahas dalam tim yang terdiri dari bidang terkait, disini leading sektornya Dinas Pariwisata. Jadi kita tampung dulu apa tuntutan dari Fukhis dan akan kita bahas nanti, ” ucapnya. (Fie)

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru