oleh

Terkait Kasus Pengadaan Buku Madrasah Se-NTB, Puluhan Mahasiswa KOMPAK Gelar Aksi di Depan Kantor Kemendagri Jakarta

Jakarta, Kicaunews.com – Koalisi mahasiswa dan pemuda sasak (KOMPAK) kembali mendatangi Kemenag RI, melakukan aksi unjuk rasa untuk yang kesekian kalinya, terkait dengan kasus pengadaan buku madrasah se NTB yg diadakan oleh kakanwil NTB Sdr H. NASRUDIN dengan total nilai 200 Miliyar.
mereka mendatangi kemenag RI dengan tuntutan supaya kemenag mengambil tindakan tegas terkait dengan anak buahnya di daerah.

“Kemenag RI harus segera mencopot Kakanwil NTB H. Nasrudin, karena diduga penyalahgunaan jabatan,”Tutur zuhri selaku koordinator aksi, jumat (29/03/2019)

Selain itu, kemenag RI jangan diam diri atas kasus tersebut, kemenag RI jangan main kongkolikong bersama Kakanwil NTB. Saat ini kemenag RI darurat jual beli jabatan. Tutup Zuhri.

Kompak menyoroti kasus penggunaan dana BOS masing-masing madrasah. Sejak perencanaan sampai penggunaan yang diduga melalui satu perusahaan yang telah ditunjuk. Hal ini sarat dengan indikasi korupsi mengingat PT. AK yang ditunjuk merupakan orang terdekat H. Nasruddin yaitu H. Anwar selaku direktur PT. AK HN melakukan tindakan ini untuk mengelabui pemerintah dan UU dimana PP No.53 tahun 2010 menyebutkan seorang ASN tidak diperkenan kan memainkan paket proyek, dikhawatirkan oknum ASN yang memainkan proyek untuk memperkaya diri sendiri.

Ombudsman RI Perwakilan NTB membongkar dugaan maladministrasi pengadaan buku untuk 2.256 madrasah se-NTB, baik swasta maupun negeri. Total anggaran yang diduga dikucurkan totalnya senilai Rp200 miliar bersumber dari masing-masing madrasah.

Buku umum tersebut dibeli dari rekanan berinisial PT AK. Ombudsman menduga, perbuatan maladministrasi terindikasi dari proses pengadaan yang diarahkan kepada hanya satu rekanan yang berkantor di Lombok Timur itu.

Sejauh ini, penyidik Subdit III sudah mengklarifikasi 28 orang saksi. Antara lain, pejabat Kanwil Kemenag NTB, pejabat Kemenag masing-masing di 10 kabupaten/kota, serta sebagian kepala madrasah. (Red)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru