oleh

Soal Pemecatan Salah Satu Calon Rektor Unpad, KASN: Itu Tidak Sah

JAKARTA, KICAUNEWS.COM — Polemik Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Padjadjaran 2019 semakin memanas.

Pasalnya, Adanya pemecatan Calon Rektor Unpad beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh Rektor Unpad yang disetujui Menristek Dikti dinilai tidak sah.

Hal itu dikatakan Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) RI Sofian Effendi seperti dikutip timesindonesia.co.id.

Surat KASN sebagai jawaban kepada Menristekdikti Mohammad Nasir (FOTO: Yayat R Cipasang/TIMES Indonesia)


Dimana KASN mengeluarkan tanggapan terkait surat Menristek Dikti Mohammad Nasir yang tetap ingin memecat Obsatar.

Dalam surat tanggapannya, Sofian Effendi tetap dengan pendirian semula bahwa pemecatan calon rektor Unpad itu tidak sah.

Selain telah mengundurkan diri dari anggota komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) RI, Obsatar juga diusulkan dipecat oleh rektor Unpad yang tengah cuti.

“Seorang anggota KPI yang telah menyatakan mengundurkan diri, maka yang bersangkutan berhenti dari jabatannya tanpa harus menunggu Keputusan Presiden,” kata Sofian Effendi.

“Lazimnya Pegawai Negeri Sipil yang sedang menjalankan cuti tidak melakukan pekerjaan atau mengambil keputusan yang terkait dengan tugas-tugas kedinasan,” tambahnya.

Surat Tanggapan Kemenristek Dikti kepada KASN dok Tribunjabar


Untuk informasi, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir dianggap menyalahi aturan karena telah menyetujui pemecatan calon rektor Unpad (Universitas Padjadjaran) Bandung, Jawa Barat, Prof. Dr. Obsatar Sinaga.

Tidak hanya menristek, Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad juga dianggap menyalahi aturan karena mengeluarkan surat pemecatan saat bersangkutan sedang cuti.

Yang anehnya lagi, ketika Rektor Tri Hanggono yang juga mencalonkan diri kembali sebagai Petahana rektor dikabarkan tidak lolos dalam tiga besar dan tiba-tiba Petahana Tri Hanggono mengeluarkan surat pemecatan kepada Obsatar sebagai ASN yang juga sebagai Calon Pesaingnya dalam Pilrek Unpad 2019.

Meski demikian, Menristek Dikti RI sendiri tetap dalam pendiriannya menyetujui pemecatan calon rektor Unpad Obsatar.

Adanya polemik Pilrek Unpad, patut diduga adanya permainan jual beli jabatan dan diharapkan KPK dapat membantu mengawasi tahapan pilrek Unpad 2019 yang direncanakan atas hasil Rapat Majelis Wali Amanat (MWA) pemilihan akhir tanggal 29 Maret 2019 dengan tiga calon rektor yang sudah ditetapkan pada 27 Oktober 2018 lalu

Proses Pilrek Unpad berlanjut dengan tiga calon yang sudah ditetapkan sebelumnya yakni Aldrin Herwany, Atip Latipulhayat, dan Obsatar Sinaga.

Diambil dari berbagai sumber (Red) 

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru