oleh

Fogging Tidak Efektif Membrantas Sarang Nyamuk DBD

Kota Bekasi, Kicaunews.com – Cara menanggulangi sarang nyamuk Aedes Aegypti pembawa virus penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD) ternyata tidak efektif menggunakan pengasapan atau fogging.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Tanti Rohilawati pemberantasan sarang nyamuk penyebab DBD lebih efektif dengan melakukan tindakan Pemberantas Sarang Nyamuk (PSN) 3 M plus yakni menguras dan menyikat dinding tempat penampungan air seperti bak mandi/WC, drum, penampungan air AC, Kulkas dll seminggu sekali,  Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti gentong air/tempayan, tempat air suci/tirta, dll, dan Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti kaleng bekas, ban bekas, botol bekas, dll.

Sementara langkah PLUS  lainnya mengganti air vas bunga dan tempat minum burung minimal seminggu sekali.memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar/rusak.menutup lubang-lubang pada potongan bambu/pohon dengan tanah dan mengeringkan air yang ada di penampungan alami seperti air diantara pelepah pisang.bubuhkan bubuk pembunuh jentik nyamuk (Abate) di tempat-tempat yang sulit dikuras atau di daerah yang sulit air, pelihara ikan pemakan jentik nyamuk seperti ikan kepala timah, ikan cupang dan ikan nila.

“Memasang kawat kasa dan tidur menggunakan kelambu. pencahayaan dan ventilasi di dalam ruangan harus memadai karena nyamuk ini senang hinggap di kamar yang gelap, jangan biasakan menggantung pakaian karena nyamuk aedes aegypti senang hinggap di benda-benda yang tergantung di dalam rumah seperti gordyn, baju/pakaian dll, menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk (bakar,oles, elektrik dll) untuk mencegah gigitan nyamuk,” bebernya.

Aktifitas menggigit nyamuk aedes aegypty biasanya dari pagi sampai petang (siang hari) dengan puncak aktifitas antara jam 09.00-10.00 dan jam 16.00-17.00. Karena itu jika anda bepergian terutama ke tempat yang tinggi kasus DBD sebaiknya memakai celana dan baju lengan panjang dan memakai lotion anti nyamuk.

Baca juga :  Sampaikan Keluhan Para pengusaha Tambak Udang  Sat Pol Air Polres Ciamis Melaksanakan Koordinasi Dengan Pihak PLN di Kabupaten Pangandaran

Oleh karena itu, penggunaan fogging justru bisa berdampak negatif jika terkena makanan dan binatang lantaran mengandung zat insektisida. “Tindakan utamanya ya harus memberantas sarang jentik nyamuk tersebut di setiap rumah agar tidak berkembang menjadi nyamuk dewasa, ” terang Tanti.

Petugas Jumantik sudah dibentuk disetiap RT dan RW diharapkan kehadiran petugas Jumantik bisa menekan berkembangnya nyamuk penyebab DBD. “Alhamdulillah di Kota Bekasi tidak terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD karena kami berusaha semaksimal mungkin berupaya agar di setiap keluarga untuk melaksanakan PSN 3 M plus tersebut, ” pungkasnya. (fie)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Komentar

Berita Terbaru