oleh

Kabupaten Bogor Jadi Buah Bibir, Kapuspen Kemendagri Apresiasi Temuan dan Gagasan Pemikiran Anselmus Tan

BANDUNG, KICAUNEWS.COM – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Kepala Pusat Penerangan, Bahtiar mengapresiasi temuan dan gagasan pemikiran Anselmus Tan yang tertuang dalam Disertasi berjudul “Peningkatan Kapasitas Fiskal Daerah Dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah (Studi di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat),” yang dipaparkan dalam Sidang Promosi Doktor Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Pascasarjana Universitas Padjajaran, Bandung, Provinsi Jawa Barat,Rabu (13/03/2019).

Penelitian tersebut didasarkan pada fenomena rendahnya kapasitas fiskal daerah dan tingginya ketergantungan keuangan daerah terhadap dana transfer/perimbangan dalam membiayai penyelenggaraan otonomi daerah di Kabupaten Bogor.

Kenyataan ini berimplikasi terhadap rendahnya otonomi fiskal daerah dan rendahnya diskresi pengeluaran daerah dalam membiayai program-program pembangunan daerah untuk penyediaan barang dan jasa publik bagi kepentingan masyarakat, karena sebagian dana transfer/perimbangan telah diarahkan penggunaannya oleh pemerintah pusat untuk membiayai program-program strategis nasional yang wajib dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah.

Dalam Siaran Pers yang diterima redaksi pada Rabu 13/3/2019, Kapuspen Kemendagri DR. Bahtiar menuturkan, Penelitian Anselmus Tan menjadi menarik karena menyajikan perspektif baru dalam pengembangan kebijakan otonomi daerah termasuk konsep desentralisasi keuangan/fiskal daerah.

“Temuan Pak Ansel menjadi menarik. Apa yang membuat menarik? kali ini luar biasa  dan ini menjadi perspektif baru untuk pengembangan kebijakan Otda (otonomi daerah) khususnya soal  desentralisasi keuangan/fiskal daerah,” Ujar Bahtiar.

Lebih rinci Bahtiar Mengatakan, Tadi ada temuan soal efektifitas pelayanan pajak dan penegakan hukum dalam pelaksanaan kebijakan pajak dan retribusi daerah. “Ada juga temuannya betapa Otda yang kita gerakan paling tidak sejak adanya undang-undang Pemda ada, ternyata hanya ada dua daerah yang dikatakan memenuhi kriteria sudah mandiri atau otonom, yaitu DKI Jakarta dan Kabupaten Badung, Bali. Artinya dari 513 Kabupaten/kota dan 33 provinsi yang belum mandiri,” kata Bahtiar.

Hasil penelitian Anselmus Tan berkesimpulan pada peningkatan kapasitas fiskal daerah ditentukan oleh ketepatan implementasi desentralisasi fiskal dan efektivitas pengelolaan pajak daerah tidak langsung. Ketepatan desentralisasi fiskal mensyaratkan bahwa kebijakan Pemerintah Pusat dalam penetapan pajak dan sumber-sumber penerimaan daerah (sebagai pendapatan asli daerah) harus sepadan dengan penetapan tanggung jawab pengeluaran pemerintah daerah (sebagai pemerintah konkuren yang menjadi kewenangan daerah).

Efektivitas pengelolaan pajak daerah tidak langsung mensyaratkan bahwa upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan penerimaan pajak daerah tidak langsung harus tepat penetapan target penerimaan sesuai hasil analisis ekonometrik terhadap data nilai Produk Domestik Regional Bruto (pertumbuhan ekonomi daerah), serta meningkatkan kemampuan aparatur pajak daerah dan kepatuhan wajib pajak daerah tidak langsung.

Bahtiar juga menyambut gagasan Anselmus Tan yang mengkritisi makna desentralisasi dan makna otonomi daerah yang mencakup pengelolaan keuangan daerah. Bagi Bahtiar, temuan Anselmus Tan ini dapat menjadi rujukan dalam pengelolaan otonomi daerah yang tepat.
Lebih jauh Bahtiar mengutarakan, Ada kritisi makna desentralisasi dan makna otonomi daerah. Tentu salah satu elemen dasar dari Tujuh elemen dasar Otda itu ada soal keuangan daerah, beliau mengungkap bahwa faktor pengelolaan keuangan daerah ini tidak berkorelasi terhadap tingkat kemandirian daerah. Selain itu, terlalu banyak kewenangan yang diterima daerah dan hampir sama segalanya sehingga daerah ‘gagal fokus’. Pak Ansel setuju kembali ke konsep lebih pada ajaran rumah tangga riil. Jadi apa yang didesentralisasikan kepada daerah adalah sesuai dengan potensi daerah. Saya kira ini paradigma baru dan rekomendasi beliau adalah mengubah regulasi kebijakan Otda ke depan, khususnya hubungan pusat dan daerah ke depan.

“Hubungan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu pekerjaan yang tidak pernah habis sejak Indonesia merdeka. Karenanya, dibutuhkan sebuah konsep kebijakan untuk mengelola otonomi daerah yang tepat,” Imbuhnya.

Untuk itu, Birokrat Bergelar Doktor itu juga mengucapkan selamat atas peraihan gelar doktor yang diperoleh Anselmus Tan yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kemendagri.

“Saya mengucapkan selamat, sukses, turut berbahagia dan bangga. Semoga menambah sumber kebahagiaan lahir dan batin bagi perjalanan hidup dan karir termasuk dalam mengembangkan ilmu pengetahuan,” Tandas Bahtiar.(Red/Puspen Kemendagri)

Pesan Kemendagri Sukseskan Pemilu Serentak:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru