oleh

Ibu Pembunuh Bayi di Tangkap Polisi Polres Tangerang Selatan

TANGSEL, KICAUNEWS.COM -Bertempat di Makopolres Tangerang Selatan Kasat Reskrim Akp A Alexander, SH., S.IK., MM., M.Si., Kanit PPA Iptu Sumiran, SH dan Kabag Humas Iptu Sugiyono Memberikan penjelasan mengenai Kasus Kekerasan Terhadap Anak dibawah Umur atau Kejahatan Terhadap Jiwa Orang Yang Mengakibatkan Korban Meninggal Dunia, Rabu ( 13/03/19 ).

Berdasar dengan Laporan Polisi Nomor : 28/ A / III / 2019 / sek cpt, tanggal 4 maret 2019.

Pelaku berinisial ‘R’ yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga (PRT) yang tega membunuh ‘X’, bayi yang belum genap satu tahun.

Polisi juga membekuk pelaku, di Perumahan Urbana Place, Jalan Merpati Raya RT. 1/1 Kelurahan Sawah Baru Kecamatan Ciputat, Tangsel.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP A Alexander, SH, S.IK, MM, MSi, membenarkan peristiwa tersebut dan penangkapan pelaku.

Kasat Reskrim menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi IA bahwa sekira pukul 09.30 WIB, saat mengangkut sampah dari tong sampah milik rumah Blok. E 36 Perumahan Urbana Place, ada sekitar 3 kantong sampah. Kemudian dimasukkan ke dalam bak mobil bak sampah dengan No Pol B 9043 WTA.

Kemudian, saksi ES memilah-milah sampah dengan cara kantong sampah dibongkar per plastic. Berikutnya, saksi ES terkejut melihat kantong merah terdapat darah yang awalnya dipikir hewan kucing mati. Kemudian kantong tersebut dibuka dan ternyata di dalamnya ada mayat bayi.

“Kemudian saksi ES melaporkan ke saksi IA. Selanjutnya saksi IA lapor ke Blok. E 36 serta security maupun Polsek Ciputat,” terang AKP Alexander.

Masih dari keterangan AKP Alexander, berdasarkan hasil outopsi terhadap bayi yang dilakukan pada Selasa (05/03/2019), bayi laki-laki berusia 9 bulan dalam kandungan, lahir hidup, dan ditemukan tanda-tanda mati lemas.

“Selanjutnya ditemukan luka-luka memar pada bibir bawah sisi kiri serta memar pada belakang kepala yang sesuai dengan ciri-ciri luka pada kasus pembekapan. Ditemukan luka memar pada leher sisi kanan serta resapan darah pada otot leher yang sesuai dengan ciri-ciri luka pada kasus cekik,” urainya menambahkan.

Baca juga :  Dialog Politik Kemendagri di Sorong, Direktur Poldagri: Demokrasi di Indonesia Harus Sukses

Atas perbuatannya, tersangka akan diancam dengan Pasal 80 Ayat (3) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor  23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 341 KUHPidana dengan ancaman hukuman Pidana 15 Tahun.

Tris

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru