oleh

Kasus Pengadaan Buku Madrasah 2018, Dua Kabupaten Terindikasi Bermasalah

Jakarta, Kicaunews.com – Koalisi mahasiswa dan pemuda sasak (KOMPAK) jakarta melakukan aksi untuk yang ke dua kalinya terkait dengan pengadaan buku madrasah se NTB dengan total nilai 200 Miliyar mereka mendatangi kemenag dengan tuntutan supaya kemenag mengambil tindakan tegas terkait dengan anak buahnya di daerah.

Menurut Dedi Kurniawan sebagai Korlap KOMPAK mengungkapkan Kompak menyoroti kasus penggunaan dana BOS masing-masing madrasah. Sejak perencanaan sampai penggunaan yang diduga melalui satu perusahaan yang telah ditunjuk. Hal ini sarat dengan indikasi korupsi mengingat PT. AK yang ditunjuk merupakan orang terdekat H Nasruddin yaitu H. Anwar selaku direktur PT. AK

“Dimana Oknum HN diduga melakukan tindakan ini untuk mengelabui pemerintah dan UU dimana PP No.53 tahun 2010 menyebutkan seorang ASN tidak diperkenankan memainkan paket proyek, dikhawatirkan oknum ASN yang memainkan proyek untuk memperkaya diri sendiri,”ungkapnya dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (9/03/2019).

Ombudsman RI Perwakilan NTB membongkar dugaan maladministrasi pengadaan buku untuk 2.256 madrasah se-NTB, baik swasta maupun negeri. Total anggaran yang diduga dikucurkan totalnya senilai Rp.200 miliar bersumber dari masing-masing madrasah.

“Buku umum tersebut dibeli dari rekanan berinisial PT AK. Ombudsman menduga, perbuatan maladministrasi terindikasi dari proses pengadaan yang diarahkan kepada hanya satu rekanan yang berkantor di Lombok Timur itu,”terangnya

Sejauh ini, penyidik Subdit III sudah mengklarifikasi 28 orang saksi. Antara lain, pejabat Kanwil Kemenag NTB, pejabat Kemenag masing-masing di 10 kabupaten/kota, serta sebagian kepala madrasah. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Berita Terbaru